Mataram, GONTB — Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dibuka pada Minggu (30/8/2026) di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
Agenda ini akan berlangsung selama dua hari (30-31 Agustus 2026) ini dihadiri sekitar 80 undangan yang terdiri dari Ketua Cabang Olahraga (Cabor) serta Ketua KONI Kabupaten/Kota se-NTB.
Hadir pula dalam pembukaan Musorprov tersebut Kepala Bidang Organisasi Olahraga KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Eko Budi S., Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, serta jajaran insan olahraga se-NTB.
Suasana Musorprov XIII kali ini diwarnai tingginya dinamika politik olahraga daerah. Pantauan di lokasi, sejumlah perwakilan cabor tampak kompak mengenakan rompi berwarna orange bertuliskan “Bangkit Bersama Majukan Olahraga”. Rompi tersebut merupakan simbol dukungan kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk maju memimpin KONI NTB.
Menanggapi dinamika tersebut, Ketua KONI NTB Mori Hanafi dalam sambutannya mengakui hangatnya tensi Musorprov kali ini.
“Tumben Musyawarah KONI dinamikanya tinggi sekali. Ini terjadi sebagai pertanda bahwa organisasi ini dinilai sangat strategis,” ujar Mori Hanafi di hadapan peserta musyawarah.
Mori pun menyikapi santai adanya pengelompokan simbolis peserta yang mengenakan rompi khusus pendukung bakal calon tertentu.
“Saya lihat yang pakai rompi dan yang tidak pakai rompi, saya pikir cair-cair saja. Kita fight semua ini untuk NTB dan olahraga. Tujuan kita satu, tetap untuk olahraga NTB,” tegas Mori.
Ia menekankan agar ajang ini dilaksanakan secara demokratis, transparan, sportif, serta berpedoman pada AD/ART organisasi. Selain agenda untuk ealuasi ajang ini juga sebagai kesempatan menentukan kepemimpinan KONI NTB kedeoannya, Musorprov XIII juga difokuskan untuk evaluasi kinerja serta penyusunan program kerja strategis, termasuk persiapan menuju PON 2028.
“Empat tahun kepengurusan ini tentu tidak sempurna, masih terdapat berbagai kekurangan dan tantangan. Karena itu, melalui musyawarah ini saya mengajak kita semua evaluasi secara objektif. Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita benahi,” tambah Mori.
Bukan Perpecahan, Hanya Antusiasme Demokrasi
Sementara itu, Ketua umum KONI Kota Mataram Firadz Pariska yang berada di barisan pendukung Lalu Muhamad Iqbal (LMI) menegaskan bahwa perbedaan arah dukungan merupakan hal yang wajar dan lumrah dalam proses musyawarah.
Firadz menilai penggunaakn atribut rompi orange dari pengurus cabor harus dipandang sebagai energi positif demokrasi organisasi, bukan bentuk keretakan.
“Dinamika yang terjadi saat ini adalah bagian wajar dari peta kompetisi. Munculnya pendukung untuk masing-masing bakal calon merupakan ekspresi kebebasan berpendapat yang wajar,” kata Firadz.
“Tingginya semangat para pendukung dan cabor harus dipandang sebagai energi positif, bukan perpecahan di tengah Musorprov,” tegasnya. ***















