DPRD Kota Mataram Ingatkan Pemkot Dampak Pergeseran Pusat Ekonomi Ke Selatan 

Selasa, 11 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mataram, GO NTB – Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kota Mataram terutama dengan berdirinya gedung baru Kantor Wali Kota “Bale Mentaram” di Kelurahan Jempong Baru, muncul peringatan serius dari legislatif. Pergeseran pusat pemerintahan dan perekonomian ke kawasan selatan ini dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan mendasar yang minim perhatian.

 

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Ghufron, menyoroti bahwa pesatnya pembangunan fisik harus diimbangi dengan mitigasi risiko yang matang, khususnya ancaman banjir yang selama ini kerap melanda kawasan tersebut.

Baca Juga:  MTs Negeri 2 Lombok Barat Bagikan 60 Bungkus Daging Qurban kepada Masyarakat

 

“Saya mendorong Pemkot memikirkan dampak ke depan dari pembangunan di wilayah selatan ini. Salah satunya risiko banjir, yang saya lihat belum ada keseriusan dari Pemkot untuk memecahkan masalah tersebut,” ujar Ghufron, Senin (10-8-2026).

 

Politisi muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyoroti rencana pembangunan kolam retensi di sebelah selatan Bale Mentaram. Menurutnya, proyek tersebut harus dikaji secara mendalam agar benar-benar efektif mengatasi banjir luapan air dari saluran di depan Kantor DPRD, yang kerap meluber hingga ke badan jalan setiap musim hujan tiba.

Baca Juga:  Lantik Pengurus DPD KAI NTB, Ketum KAI Tekankan Peran Advokat sebagai Pejuang Penegakan Hukum

 

“Kolam retensi harus dikaji ulang, jangan sampai jadi proyek mubazir yang tidak mampu menangani banjir di Jalan Lingkaran Selatan, mulai dari kompleks perkantoran hingga depan PTUN,” tegasnya.

 

Selain masalah banjir, Ghufron juga mendorong Pemerintah Kota Mataram agar lebih memprioritaskan program-program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat kecil. Ia menyarankan agar anggaran pembangunan kolam retensi yang belum jelas efektifitasnya dialokasikan untuk penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Baca Juga:  Ini Dampak Lomba Penilaian Evaluasi Perkembangan Kelurahan Tingkat Kota Mataram bagi Kelurahan Pejarakan Karya

 

“Masih banyak rumah tidak layak huni di Kota Mataram. Lebih baik anggarannya dialihkan ke sana untuk langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

 

Tidak hanya itu, Ghufron mengingatkan potensi kemacetan seiring dengan dijadikannya wilayah selatan sebagai pusat baru aktivitas pemerintahan dan ekonomi. Dengan bertambahnya volume kendaraan di masa mendatang, Pemkot Mataram diminta untuk segera menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas.

 

“Jika tidak diantisipasi dari sekarang, dampaknya akan sama seperti di wilayah utara yang kerap mengalami kemacetan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan
Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!
Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan
Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:49

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan

Kamis, 10 September 2026 - 11:25

Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Minggu, 6 September 2026 - 17:40

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Minggu, 6 September 2026 - 17:38

Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi

Berita Terbaru