Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Desa Adat Sade: Pemprov Pacu Rekonstruksi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah, GONTB — Kebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah menjadi pukulan berat serta kehilangan luar biasa bagi warisan kebudayaan dan identitas masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan data yang disampaikan ketua RT Sade, salim menyampaikan musibah kebakaran besar tersebut menghanguskan sedikitnya 70 unit rumah warga yang berada di satu area dusun bagian dalam kawasan adat. Akibatnya, sebanyak 246 jiwa dari puluhan kepala keluarga terdampak langsung dan harus kehilangan tempat tinggal mereka.

Menyikapi musibah tersebut, penanganan cepat kini tengah ditempuh oleh pemerintah bersama instansi terkait guna merencanakan pemulihan fisik sekaligus merumuskan strategi mitigasi bencana yang lebih tangguh di kawasan cagar budaya tersebut.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan NTB, Ahmad Hariri, pada Senin (24/8/2026) menyampaikan bahwa rencana pemulihan fisik kawasan Desa Adat Sade saat ini terus dikoordinasikan secara intensif bersama Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi serta Dinas Kebudayaan Provinsi NTB.

Waspada Penyelamatan Pusaka, Area Bekas Kebakaran Dipenuhi Pemulung

Baca Juga:  Mata Garuda NTB Jajaki Peluang Kerjasama Strategis dengan DPRD NTB untuk Majukan Pendidikan dan SDM Daerah

Di tengah proses perencanaan pemulihan, tim ahli di lapangan harus menghadapi tantangan tersendiri. Situasi di lokasi bekas kebakaran saat ini terpantau masih ramai oleh kunjungan warga serta aktivitas para pemulung.

Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan sangat menyayangkan kondisi tersebut karena berisiko tinggi mengganggu proses inventarisasi dan penyelamatan artefak bersejarah. Kehadiran warga dan pemulung dikhawatirkan dapat melenyapkan sisa-sisa benda pusaka sebelum tim ahli sempat mendata dan mengamankannya secara utuh.

Rekonstruksi Melibatkan Arsitek Lokal dan Tukang Tradisional

Mengenai besaran anggaran pembangunan kembali, Ahmad Hariri menjelaskan bahwa kalkulasi pasti belum dapat ditentukan. Penetapan total anggaran masih harus menunggu penyelesaian draf desain arsitektur rumah adat yang akan dibangun ulang.

Dalam tahap perencanaan anggaran dan pelaksanaan teknis nantinya, koordinasi erat akan dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTB.

Proses rekonstruksi ini dipastikan akan melibatkan secara langsung para tukang dan arsitek lokal yang memiliki penguasaan mendalam atas teknik tradisional pembuatan rumah adat Sasak. Pelibatan tokoh lokal ini krusial agar keaslian tata bangunan, struktur, serta nilai-nilai adat tetap terpelihara utuh seperti sedia kala.

Baca Juga:  Ditpolairud Polda NTB Gelar Bersih-Bersih Tempat Ibadah dan Berikan Bantuan Alat Keberaihan di Hari Bhayangkara ke-80

Penguatan Mitigasi Modern dan Kesiapsiagaan Warga

Mengingat struktur rumah adat Sade yang khas dan didominasi oleh material alami yang sangat rentan terbakar—seperti kayu, bambu, dan atap ilalang—sistem proteksi kebakaran ke depan akan diperketat melalui langkah-langkah konkret:

  • Penyediaan Jaringan Air: Membangun infrastruktur perpipaan dan pasokan air khusus di area desa guna mempermudah akses pemadaman api saat kondisi darurat.
  • Penempatan APAR: Menyediakan dan memasang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di titik-titik strategis kawasan permukiman adat.
  • Pelatihan Berkala: Mengadakan simulasi dan pelatihan rutin bagi warga setempat agar terlatih, siaga, dan tidak bingung saat harus menggunakan APAR ketika ancaman api muncul.

Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal Tradisional Sasak

Selain mengandalkan peralatan modern, upaya mitigasi akan dikombinasikan dengan menelusuri kembali kearifan lokal masyarakat adat Sasak yang mulai tergerus zaman.

Baca Juga:  Progres Jalan Rembiga-Pemenang Disorot DPRD NTB, Dinas PUPR: Proyek Masih Berjalan dan Sesuai Regulasi

Secara turun-temurun, masyarakat Sade sebenarnya telah memiliki sistem isyarat darurat tradisional—seperti bunyi kentongan dengan ritme khusus, siulan tertentu, hingga tepukan tangan —sebagai sarana peringatan dini yang efektif untuk menyebarkan informasi bahaya secara cepat, baik saat terjadi kebakaran, banjir, maupun tindakan kriminal.

Sistem proteksi terpadu yang memadukan teknologi dan kearifan lokal ini diharapkan mampu melindungi Desa Adat Sade secara komprehensif dari ancaman bencana alam maupun non-alam di masa mendatang.

Harapan Warga: Ingin Kampung Sade Segera Pulih

Sementara itu, Ketua RT Desa Adat Sade, Salim, bersama warga setempat menaruh harapan besar agar kawasan pemukiman di desa adat tersebut dapat segera direkonstruksi dan dipulihkan seperti sedia kala.

“Harapan saya ke depan semoga kampung kami ini bisa cepat dibangun kembali. Karena itu harapan yang paling terbesar menurut saya, pengin bangunan kami itu kembali seperti dulu,” tutur salah satu warga terdampak dengan nada penuh harap saat ditemui di lokasi posko bantuan.

 

Berita Terkait

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan
Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!
Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan
Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:49

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan

Kamis, 10 September 2026 - 11:25

Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Minggu, 6 September 2026 - 17:40

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Minggu, 6 September 2026 - 17:38

Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi

Berita Terbaru