Jakarta, GONTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara terus memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Bangka melalui pengelolaan tambahan pembangkit kapasitas sebesar 25 megawatt (MW). Kapasitas tersebut terdiri dari 15 MW yang berlokasi di Air Anyir dan 10 MW di Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Kehadiran tambahan kapasitas pembangkit ini diharapkan dapat memperkuat cadangan operasi sistem kelistrikan Bangka. Hal ini membuat PLN mampu mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di masa mendatang.
General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, mengatakan bahwa PLN berkomitmen untuk mengelola seluruh aset pembangkitan secara optimal agar dapat memberikan layanan kelistrikan yang andal bagi pelanggan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Listrik yang cukup dan andal merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, PLN UIK Dwipantara terus memperkuat sistem pembangkitan agar mampu menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang di Bangka,” kata Rita.
Dengan tambahan pembangkit yang dikelola PLN UIK Dwipantara ini membuat sistem kelistrikan Bangka memiliki daya mampu pasok sekitar 340 MW. Pasokan tersebut berasal dari pembangkit di Bangka sebesar 240 MW dan tambahan transfer listrik dari sistem kelistrikan Sumatra melalui kabel laut sebesar 100 MW. Adapun beban puncak di Bangka sebesar 240 MW. Sehingga terdapat cadangan sebesar 100 MW.
“Kami berharap dengan tambahan kapasitas pembangkit yang kami kelola bisa menjadi bagian penting dalam menjaga kecukupan daya listrik di Bangka, sekaligus mendukung peningkatan kebutuhan listrik yang tentu akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Rita.













