BPS: Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat

- Reporter

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Berbagai indikator ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren yang semakin positif. Aktivitas pariwisata terus meningkat, daya beli petani menguat, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan kinerja ekspor sepanjang tahun berjalan tetap tumbuh signifikan. Di tengah tekanan inflasi yang dipicu penyesuaian harga energi dan beberapa komoditas pangan, perekonomian NTB dinilai masih bergerak pada jalur yang positif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., mengatakan perkembangan berbagai indikator ekonomi hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh. Menurutnya, tekanan inflasi yang terjadi belum mengganggu pergerakan sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.

“Secara umum, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif. Daya beli petani meningkat, sektor pariwisata terus bergerak, mobilitas masyarakat bertambah, dan aktivitas perdagangan luar negeri masih memberikan kontribusi yang baik terhadap perekonomian NTB,” jelas Wahyudin saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPS mencatat inflasi tahunan (year-on-year) NTB pada Juni 2026 sebesar 3,55 persen, dengan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,37 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 2,12 persen.

Menurut Wahyudin, inflasi Juni terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, yang berdampak pada meningkatnya tarif angkutan udara. Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, cumi-cumi, dan kubis juga turut memberikan andil terhadap inflasi.

Baca Juga:  Kabiro Ekonomi Jadi Tersangka, Wagub : Tunggu Gubernur

Namun demikian, tekanan inflasi tersebut masih dapat diredam oleh turunnya harga beberapa komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan. Meningkatnya pasokan hasil panen di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga stabilitas harga pangan.

Di sektor pertanian, BPS mencatat perkembangan yang menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2026 meningkat menjadi 130,95, atau naik 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan harga hasil pertanian yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya produksi maupun kebutuhan rumah tangga petani.

Menurut Wahyudin, kenaikan NTP terutama ditopang oleh membaiknya kinerja subsektor tanaman pangan dan hortikultura melalui meningkatnya harga gabah, jagung, tomat, kacang tanah, dan bawang putih. Empat subsektor utama, yakni tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan, bahkan mencatatkan NTP di atas angka 100, yang mencerminkan kondisi usaha tani yang relatif menguntungkan.

Perkembangan positif juga terlihat pada sektor pariwisata. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 41,07 persen, meningkat 5,01 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin pulihnya aktivitas pariwisata di NTB.

Baca Juga:  Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan LAZ–UNA, Lombok Barat Catat Sejumlah Capaian Positif

Hal itu sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan nusantara yang mencapai 1.332.393 orang, naik 10,49 persen dibandingkan April 2026 dan meningkat 13,20 persen dibandingkan Mei tahun lalu.

Menurut Wahyudin, pertumbuhan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari momentum libur panjang serta penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional dan internasional, seperti GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit dan Rinjani 100 Ultra 2026 di Sembalun. Berbagai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel, transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Mobilitas masyarakat juga mengalami peningkatan. Jumlah penumpang angkutan laut yang datang maupun berangkat pada Mei 2026 meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, jumlah penumpang penerbangan domestik yang datang melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid meningkat 4,23 persen. Menurut BPS, peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat di NTB.

Di sektor perdagangan luar negeri, BPS mencatat capaian yang sangat menggembirakan. Nilai ekspor NTB selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai US$`1,27 miliar, melonjak 1.045,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas utama ekspor masih didominasi oleh tembaga, ikan dan udang, serta perhiasan dan permata dengan tujuan utama Tiongkok, Thailand, dan Amerika Serikat.

Baca Juga:  NTB ada Kuota 12.000 Bantuan Pasang Baru Listrik 2025, PLN Siapkan Peralatan dan ini targetnya

Wahyudin menjelaskan bahwa meskipun nilai ekspor pada Mei 2026 secara tahunan mengalami penurunan dibandingkan Mei 2025 akibat berkurangnya ekspor tembaga hasil industri smelter dan mutiara yang belum diolah, secara kumulatif kinerja ekspor sepanjang tahun berjalan masih menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi dan tetap menjadi salah satu penopang penting perekonomian NTB.

Sementara itu, nilai impor periode Januari–Mei 2026 tercatat US`$36,48 juta, turun 71,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh berkurangnya impor barang modal dan bahan baku pada beberapa kelompok komoditas.

Mengakhiri pemaparannya, Wahyudin menegaskan bahwa perkembangan berbagai indikator tersebut menunjukkan perekonomian NTB masih berada pada jalur yang positif. Tantangan inflasi tetap perlu diantisipasi, namun meningkatnya aktivitas sektor pertanian, pariwisata, transportasi, dan perdagangan memberikan optimisme terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan-triwulan berikutnya.

“Data yang kami sampaikan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Ke depan, stabilitas harga perlu terus dijaga agar penguatan sektor-sektor produktif ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat NTB,” pungkasnya. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teriakan “Uang Saku ” Menggaung saat Pelepasan Atlet, Ketua KONI Lobar Sebut Ada Perubahan Teknis
Wellness Tourism: Strategi NTB Membangun Pariwisata Berkualitas
Pemprov NTB dan Unram Resmi Kolaborasikan Program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak
Gold Medal Pengamanan Obvitnas Tegaskan Keunggulan PLN UIW NTB Menjaga Keandalan Sistem Kelistrikan Strategis
Kinerja Andal PLN UIW NTB Teruji, Sistem Kelistrikan Berlapis Sukseskan Peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden RI
Kinerja PLN UIW NTB Makin Optimal, PDKB UP3 Sumbawa Perkuat Keandalan Jaringan Tanpa Padam di Desa Penyegar
Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan
Iuran Wajib Partai Politik Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pengurang PPh Pasal 21
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:07 WITA

Teriakan “Uang Saku ” Menggaung saat Pelepasan Atlet, Ketua KONI Lobar Sebut Ada Perubahan Teknis

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:45 WITA

BPS: Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat

Senin, 13 Juli 2026 - 07:17 WITA

Wellness Tourism: Strategi NTB Membangun Pariwisata Berkualitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:13 WITA

Pemprov NTB dan Unram Resmi Kolaborasikan Program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:31 WITA

Gold Medal Pengamanan Obvitnas Tegaskan Keunggulan PLN UIW NTB Menjaga Keandalan Sistem Kelistrikan Strategis

Berita Terbaru

Tampak udara PLTMG Maumere berdaya mampu 4x10 MW yang kini mendeklarasikan implementasi B50. Foto (PLN Dwipantara)

Go Ekbis

PLN Deklarasikan Implementasi B50 di Maumere, Ini Tujuannya

Selasa, 14 Jul 2026 - 17:22 WITA