BPS: Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat

Kamis, 16 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Berbagai indikator ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren yang semakin positif. Aktivitas pariwisata terus meningkat, daya beli petani menguat, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan kinerja ekspor sepanjang tahun berjalan tetap tumbuh signifikan. Di tengah tekanan inflasi yang dipicu penyesuaian harga energi dan beberapa komoditas pangan, perekonomian NTB dinilai masih bergerak pada jalur yang positif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., mengatakan perkembangan berbagai indikator ekonomi hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh. Menurutnya, tekanan inflasi yang terjadi belum mengganggu pergerakan sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.

“Secara umum, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif. Daya beli petani meningkat, sektor pariwisata terus bergerak, mobilitas masyarakat bertambah, dan aktivitas perdagangan luar negeri masih memberikan kontribusi yang baik terhadap perekonomian NTB,” jelas Wahyudin saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7).

BPS mencatat inflasi tahunan (year-on-year) NTB pada Juni 2026 sebesar 3,55 persen, dengan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,37 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 2,12 persen.

Menurut Wahyudin, inflasi Juni terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, yang berdampak pada meningkatnya tarif angkutan udara. Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, cumi-cumi, dan kubis juga turut memberikan andil terhadap inflasi.

Baca Juga:  Parkir di Kelola Dishub, Wabup UNA: Tidak Boleh Lagi Raja-Raja Kecil Kuasai Lahan Parkir

Namun demikian, tekanan inflasi tersebut masih dapat diredam oleh turunnya harga beberapa komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan. Meningkatnya pasokan hasil panen di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga stabilitas harga pangan.

Di sektor pertanian, BPS mencatat perkembangan yang menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2026 meningkat menjadi 130,95, atau naik 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan harga hasil pertanian yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya produksi maupun kebutuhan rumah tangga petani.

Menurut Wahyudin, kenaikan NTP terutama ditopang oleh membaiknya kinerja subsektor tanaman pangan dan hortikultura melalui meningkatnya harga gabah, jagung, tomat, kacang tanah, dan bawang putih. Empat subsektor utama, yakni tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan, bahkan mencatatkan NTP di atas angka 100, yang mencerminkan kondisi usaha tani yang relatif menguntungkan.

Perkembangan positif juga terlihat pada sektor pariwisata. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 41,07 persen, meningkat 5,01 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin pulihnya aktivitas pariwisata di NTB.

Baca Juga:  Meriahkan Jalan Sehat Desa Kuripan, Alfamart Bagi Sembako dan Cek Kesehatan Gratis Warga

Hal itu sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan nusantara yang mencapai 1.332.393 orang, naik 10,49 persen dibandingkan April 2026 dan meningkat 13,20 persen dibandingkan Mei tahun lalu.

Menurut Wahyudin, pertumbuhan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari momentum libur panjang serta penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional dan internasional, seperti GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit dan Rinjani 100 Ultra 2026 di Sembalun. Berbagai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel, transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Mobilitas masyarakat juga mengalami peningkatan. Jumlah penumpang angkutan laut yang datang maupun berangkat pada Mei 2026 meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, jumlah penumpang penerbangan domestik yang datang melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid meningkat 4,23 persen. Menurut BPS, peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat di NTB.

Di sektor perdagangan luar negeri, BPS mencatat capaian yang sangat menggembirakan. Nilai ekspor NTB selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai US$`1,27 miliar, melonjak 1.045,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas utama ekspor masih didominasi oleh tembaga, ikan dan udang, serta perhiasan dan permata dengan tujuan utama Tiongkok, Thailand, dan Amerika Serikat.

Baca Juga:  Wakil Ketum PAN : SK B1-KWK untuk Paslon SJP-Nasruddin adalah Palsu

Wahyudin menjelaskan bahwa meskipun nilai ekspor pada Mei 2026 secara tahunan mengalami penurunan dibandingkan Mei 2025 akibat berkurangnya ekspor tembaga hasil industri smelter dan mutiara yang belum diolah, secara kumulatif kinerja ekspor sepanjang tahun berjalan masih menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi dan tetap menjadi salah satu penopang penting perekonomian NTB.

Sementara itu, nilai impor periode Januari–Mei 2026 tercatat US`$36,48 juta, turun 71,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh berkurangnya impor barang modal dan bahan baku pada beberapa kelompok komoditas.

Mengakhiri pemaparannya, Wahyudin menegaskan bahwa perkembangan berbagai indikator tersebut menunjukkan perekonomian NTB masih berada pada jalur yang positif. Tantangan inflasi tetap perlu diantisipasi, namun meningkatnya aktivitas sektor pertanian, pariwisata, transportasi, dan perdagangan memberikan optimisme terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan-triwulan berikutnya.

“Data yang kami sampaikan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Ke depan, stabilitas harga perlu terus dijaga agar penguatan sektor-sektor produktif ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat NTB,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran
Rangga Berharap Mohan Bawa NTB Tembus Lima Besar PON
PLN UP3 Selaparang Siagakan SPKLU Fast Charging di MotoGP 2026, ini Lokasinya
“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades
Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru
Daftar Hari Terakhir, Rusman Hadi Bawa Visi “RUKUN” Maju Pilkades Bukit Tinggi
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Lobar Sebar Puluhan Gerobak dan Modal Usaha Produktif
Pengelolaan Dana Desa Terbuka, Atasi Air Bersih Hingga Drainase Jadi Program Prioritas Muhammad Sa’i 

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:20

Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

Rangga Berharap Mohan Bawa NTB Tembus Lima Besar PON

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:56

PLN UP3 Selaparang Siagakan SPKLU Fast Charging di MotoGP 2026, ini Lokasinya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:44

“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:22

Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru

Berita Terbaru

Go Peristiwa

Seorang Kakek ditemukan Meninggal di Kontrakan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 11:45