Mandalika, GONTB – Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) berhasil memenangi balapan utama MotoGP pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi pembalap Italia tersebut sejak Grand Prix Italia di Mugello, sekaligus menjaga peluangnya dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini.
Bezzecchi mengungguli Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) yang finis di posisi kedua, meskipun harus menahan rasa sakit akibat dua jari yang patah setelah mengalami kecelakaan pada balapan Sprint sehari sebelumnya.
Sementara itu, Jorge Martin (Aprilia Racing) menempati posisi ketiga dan kembali merebut puncak klasemen sementara kejuaraan dunia setelah Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) hanya mampu finis keenam.
Balapan di Mandalika juga mencatatkan sejarah bagi Aprilia. Pabrikan asal Noale, Italia, itu menguasai empat posisi teratas melalui Bezzecchi, Fernandez, Martin, dan Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team). Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Aprilia di kelas utama MotoGP.

Persaingan Ketat Sejak Lap Awal
Berbeda dengan balapan Sprint sehari sebelumnya, start balapan utama berlangsung relatif lancar ketika para pembalap melewati Tikungan 1 tanpa insiden. Bezzecchi langsung berusaha merebut posisi terdepan dengan melakukan manuver dari sisi dalam terhadap Fernandez, yang memulai balapan dari pole position.
Namun, Bezzecchi melebar saat keluar tikungan sehingga Fernandez mampu kembali mengambil alih posisi pertama. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), pemenang Sprint, memulai balapan dengan baik dan menempati posisi ketiga. Sementara itu, Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP), pemenang MotoGP Indonesia 2025, berhasil melewati Martin untuk naik ke posisi kelima sebelum merebut posisi keempat dari Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team).

Martin kemudian mulai memperbaiki posisinya. Setelah melewati Di Giannantonio, pembalap Aprilia Racing itu naik ke posisi kelima. Kesempatannya kembali terbuka ketika Aldeguer terjatuh di Tikungan 16 pada lap kedua. Martin pun naik ke posisi keempat sebelum melancarkan manuver penting terhadap Marc Marquez di Tikungan 10 pada lap berikutnya.
Manuver tersebut mengantarkan Martin ke posisi ketiga, sementara Marc Marquez turun ke posisi keempat. Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) juga mulai memberikan tekanan kepada juara dunia yang tengah memimpin klasemen tersebut. Pada lap keempat, Acosta bahkan mencatatkan waktu putaran tercepat balapan.
Persaingan antara Acosta dan Marc Marquez semakin memanas. Acosta melakukan manuver agresif di Tikungan 10 dan berhasil melewati pembalap Ducati Lenovo Team tersebut. Meski sempat mengalami sedikit pergerakan pada bagian depan motornya ketika memasuki Tikungan 11, Acosta mampu mempertahankan posisinya dan membawa Marc Marquez turun ke posisi kelima.

Di barisan depan, Fernandez masih mampu mempertahankan keunggulan sekitar 0,5 detik atas Bezzecchi. Martin berada di posisi ketiga, sekitar 1,9 detik di belakang rekan setimnya. Bezzecchi kemudian mulai meningkatkan tekanan dengan mencatatkan putaran tercepat balapan, yakni 1 menit 29,991 detik, untuk memangkas jarak dengan Fernandez menjadi sekitar 0,4 detik.
Persaingan posisi keempat juga berlangsung sengit. Pada lap ke-13, Marc Marquez kembali melewati Acosta. Namun, dua lap kemudian, Acosta mengambil kembali posisinya di Tikungan 10. Perubahan posisi tersebut membuat perebutan tempat di lima besar semakin menarik, dengan Ai Ogura mulai mendekat dan ikut terlibat dalam persaingan.

Bezzecchi Ambil Alih Pimpinan Balapan
Momen penentu terjadi pada lap ke-19 dari total 27 lap. Setelah membayangi Fernandez sejak awal balapan, Bezzecchi akhirnya berhasil melakukan manuver untuk merebut posisi pertama. Pembalap Italia itu langsung memperlebar jarak setelah Fernandez melebar di Tikungan 1.

Pada lap yang sama, Bezzecchi kembali mencatatkan putaran tercepat dan membangun keunggulan sekitar 1,4 detik. Fernandez berusaha menjaga ritme untuk mempertahankan posisi kedua, sementara Martin berada di posisi ketiga dengan jarak sekitar 2,4 detik dari Fernandez.
Di belakang mereka, perebutan posisi keempat berlangsung antara Acosta, Marc Marquez, dan Ogura. Pembalap Jepang dari SuperFile Trackhouse MotoGP Team itu tampil kompetitif dan berhasil melewati Marc Marquez di Tikungan 16 pada lap ke-21, sehingga juara dunia tujuh kali tersebut turun ke posisi keenam.
Ogura kemudian melanjutkan tekanan terhadap Acosta. Meski pembalap KTM itu sempat merebut kembali posisinya di Tikungan 13, Ogura kembali melakukan manuver di Tikungan 16 dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga fase akhir balapan.

Memasuki lap terakhir, Bezzecchi sudah unggul sekitar 3,3 detik. Keunggulan tersebut membuatnya dapat mengendalikan balapan hingga garis finis tanpa harus mengambil risiko berlebihan. Ia pun memastikan kemenangan penting di Mandalika setelah menjalani balapan yang konsisten dan penuh perhitungan.
Fernandez finis kedua dalam penampilan luar biasa. Meski mengalami patah pada dua jarinya akibat kecelakaan dalam Sprint, pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team itu tetap mampu bertahan di barisan depan dan mengamankan podium.
Martin melengkapi podium di posisi ketiga. Hasil tersebut memberinya tambahan 16 poin yang sangat penting untuk kembali memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia. Ia juga berhasil menjaga jarak dari Marc Marquez dalam persaingan gelar yang semakin ketat.
















