Musik Kecimol, PD KAMMI Lombok Timur: Perlu Awik Awik

Kamis, 6 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase: Photo: M. Aulia, Pengurus Daerah KAMMI Lombok Timur saat gelar mimbar bebas di Lombok Timur tentang isu Kecimol. (Fotojet).

Kolase: Photo: M. Aulia, Pengurus Daerah KAMMI Lombok Timur saat gelar mimbar bebas di Lombok Timur tentang isu Kecimol. (Fotojet).

GONTB – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Lombok Timur, Muhammad Aulia mengatakan terkait dengan kehadiran musik kecimol khususnya di Lombok dengan aksi-aksi viralnya dibeberapa flatform media sosial, bahwa setiap kampung atau wilayah perlu adanya awik-awik atau tata tertib aturan.

Hal tersebut kata dia untuk mengatur kecimol agar memang paling tidak, bisa meminimalisir potensi terjadinya keributan, unsur pornografi dan hal-hal negatif lainnya.

“Kecimol ini perlu dibina, dari segi standar operasional prosedur (SOP) nya harus jelas, apa saja bentuk-bentuk yang legal dan memang layak dipertontonkan dan yang tidak layak untuk dipertontonkan supaya dihapus dan tidak dilakukan Kembali,” tegas Aulia saat gelar mimbar bebas di Lombok Timur tentang isu Kecimol beberapa hari yang lalu.

Baca Juga:  Ekraf Mania Festival 2026: Dispar NTB Latih Puluhan Kreator Lokal Tembus Ekosistem Ekonomi Digital

Segala bentuk peristiwa yang berkaitan dengan kecimol ini memang pada dasarnya berangkat dari hal-hal negatif yang kemudian mengundang keributan disemua kalangan.

“Kita jadikan ini sebagai pelajaran besar untuk berbenah dan saling nasehat,” harapnya.

Banyaknya aksi-aksi kontroversi yang dibuat oleh oknum grup musik Lombok ini, aksi-aksi yang tidak bermoral seperti salah satunya membawa biduan yang goyangannya mengandung unsur pornografi yang kemudian dipertontonkan ditempat yang berbau agamis dan dikhalayak umum khusus anak-anak kecil yang bisa jadi menyebabkan pengerusakan moral dan mental hingga tidak menutup kemungkinan juga akan merusak generasi.

Kecimol adalah salah satu grup musik yang cukup digemari oleh masyarakat Lombok, terbukti bahwa tidak sedikit acara begawe atau acara nyongkolan yang ditabuhi oleh grup musik  ini.

Baca Juga:  Icon Lombok Barat Gerbang jadi Jalur Penting, Konsep Penataan Giri Menang Square Kini Lebih Modern

Akhir-akhir ini, kecimol atau yang sering dianggap singkatan dari “Kelalah Cikar Motor Liwat” ini viral dan sedang hangat menjadi bahan perbincangan di tongkrongan masyarakat Lombok semua kalangan.

“Tidak jarang juga jika diadakan tontonan malam mengundang lingkaran atau tongkrongan pemabuk yang kerap menjadi pemicu keributan, dan lain sebagainya,” aku Aulia.

Dibalik itu semua muncul pro dan kontra ditengah masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang masih menyuarakan dan membela keberlangsungan kecimol bahkan ada juga oknum sekelompok masyarakat disuatu tempat yang berdemo ke pemerintah desanya karena sempat dilarang menghadiri kecimol di acara begawenya, dan banyak juga masyarakat yang kontra dan berpendapat agar kecimol “dibubarkan”.

Baca Juga:  Komisi VIII DPR RI Apresiasi Keandalan Kelistrikan PLN NTB selama Idul Fitri

“Hal ini dapat kita lihat di beberapa platform media sosial maupun diwarung-warung kopi yang berkomentar demikian,” tuturnya.

Kesenian Cilokak Modern Lombok atau kecimol memang pada dasarnya hadir untuk memeriahkan dan menghibur sebuah acara begawe dan nyongkolan di wilayah Lombok.

Kecimol ungkap Aulia, hadir dengan nilai dan tujuan yang baik dan positif, maka dengan adanya beragam peristiwa ini timbulah pertanyaan apakah pemerintah akan tinggal diam?, apakah pemerintah tidak bertanggung jawab atas keributan masyarakatnya? Atau memang sengaja berdiam dan tidak mau ambil pusing?

“Tentu hal ini juga merupakan taggung jawab pemerintah untuk mengevaluasi dan menegakkan ketertiban dan menarik benang merah atas kekisruhan yang terjadi di tanah Lombok,” tutupnya. (***)

Berita Terkait

Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah
Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Desa Adat Sade: Pemprov Pacu Rekonstruksi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal
Perkuat Keandalan Kelistrikan Pulau Sumbawa, PLN Rawat Jaringan Transmisi hingga Pelosok
Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data
Dua Bakal Calon Ketua Umum KONI NTB Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat
Hadiah HUT RI ke – 81, Gerak Jalan Putri MTs Negeri 2 Lobar Raih Juara 3
Meriahkan HUT RI-81, Perumahan Melanesia Gelar Lomba Seru dengan Tema “MERDEKA DARI RUMAH”

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:27

Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:04

Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:08

Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Desa Adat Sade: Pemprov Pacu Rekonstruksi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:39

Perkuat Keandalan Kelistrikan Pulau Sumbawa, PLN Rawat Jaringan Transmisi hingga Pelosok

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:20

Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data

Berita Terbaru