Permainan Tradisional Ciptakan Kreatifitas dan Persaudaraan

Sabtu, 5 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB  –  Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinta Agathia Iqbal menyatakan permainan tradisional dapat menumbuhkan kreatifitas pada anak. Jika permainan tradisional sampai digemari dan membahagiakan, hal ini dapat menjadikan anak-anak menikmati masa mudanya dan tidak berpikiran untuk menikah dini.

Hal itu diungkapkan Sinta Agathia Iqbal saat dirinya  didapuk sebagai “Ibu Permainan Rakyat NTB” oleh Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) NTB Baiq Mulianah, Jum’at, 4 Juli 2025

Baca Juga:  Gerak Cepat BJN, BPBD dan Damkar Bersama TNI–Polri Bersihkan Longsor Jalur Pusuk Sembalun

Menurut Bunda Sinta permainan rakyat dan olahraga tradisional perlu dijaga dan terus lestarikan, Jangan sampai hilang ditelan masa.

“Dengan permainan tradisional kita dapat menjalin tali persaudaraan yang kuat hingga dewasa dengan kenakalan dan kelucuan pada saat bermain bersama,” katanya.

Baca Juga:  Pemprov NTB Rombak Direksi dan Komisaris Bank NTB Syariah

Ditegaskan, permainan tradisional tidak hanya sekedar hiburan untuk anak, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukasi dan sosial yang penting untuk perkembangan masa depan anak serta dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan.

Ketua KPOTI NTB Baiq Mulianah, mengatakan semua orang wajib menjaga ketahanan budaya dengan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisonal.

NTB memiliki banyak permainan rakyat serta olahraga tradisional yang memiliki makna di dalam permainannya.

Baca Juga:  Mendaki gunung Rinjani, SOP Baru berlaku 11 Agustus 2025

“Permainan rakyat tidak memiliki jenis kelamin, tidak ada diskriminasi dari permainan-permainan tersebut.  Mari kita bangun kembali permainan tradisional yang merupakan karakter asli Indonesia”, kata Mulianah.

Menurutnya,  permainan rakyat dan olahraga tradisional  hanya butuh ruang, tidak hanya mengenai tempat tetapi juga memiliki potensi yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan kekayaan alam yang  NTB miliki. *

Berita Terkait

40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak
MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto
Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028
Musorprov XIII KONI NTB Hangat, Pendukung Pakai Rompi Orange, Mori Hanafi: Pertanda Organisasi Ini Strategis
Aksi Bersih Pantai Senggigi, DPC Demokrat Lombok Barat Dorong Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”
Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Polresta Mataram Bantu Lansia Kursi Roda
Gerakan Tanam Cabai di Sekolah,; Wabup UNA Langkah Kecil untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 20:30

40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:48

Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:13

MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:06

Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:05

Musorprov XIII KONI NTB Hangat, Pendukung Pakai Rompi Orange, Mori Hanafi: Pertanda Organisasi Ini Strategis

Berita Terbaru