67 Sapi  Terpapar PMK, Kadis Peternakan NTB Nyatakan Akibat  Belum Divaksin

Dedi Suhadi

- Reporter

Rabu, 15 Januari 2025 - 08:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi. Foto (Dedi Suhadi)

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi. Foto (Dedi Suhadi)

GONTB – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi menjelaskan saat ini  sebanyak 67 sapi di NTB  terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sapi-sapi yang terpapar PMK, jelas Kadis Peternakan tersebar di  Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Dompu.

“Sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah sapi yang masih anakan atau sapi yang belum divaksin,” jelasnya ditemui GONTB di Gedung DPRD NTB, Selasa 14 Januari 2025.

Menurut Kadis Peternakan, bila dilihat dari jenis virusnya maka penyakit mulut dan kuku bisa menjadi wabah namun ia berharap apa yang terjadi saat ini tidak menjadi wabah.

“Dengan keberhasilan vaksinasi tahun lalu, semoga penyakit PMK tidak menjadi wabah,” jelasnya.

Baca Juga:  Ederma Clinik Hadirkan Tekhnologi Kecantikan Wonder Face Pertama di Indonesia Tanpa Bedah dan Suntik

Guna meminimalisir persebaran PMK, Kadis menjelaskan hewan-hewan yang sudah  terpapar PMK dilakukan isolasi dan pengobatan hingga sembuh.

“Kita isolasi dan diobati,” katanya.

Namun, hal yang perlu diwaspadai dan dilakukan edukasi ke peternak, jelas Kadis sapi yang terpapar PMK baru bisa diperjualbelikan setelah dua tahun dari kesembuhannya.

Kadis mengakui saat ini pihaknya tengah menunggu droping vaksin dari pemerintah pusat sebanyak 281 ribu dosis.

Baca Juga:  Aturan Baru Pengendalian Zat Adiktif: Rokok Eceran dan Iklan Dibatasi

“Bila dilihat dari populasi sapi di NTB yang mencapai 1,2 juta  maka vaksin  yang di droping pemerintah pusat sebanyak 281 ribu dosis tidak sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Karena itu, kata Kadis pihaknya akan mencari tambahan anggaran untuk bisa mencukupi vaksin yang dibutuhkan sesuai jumlah populasi sapi yang ada di NTB.*

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Limbik: Kunci Emosi dan Ingatanmu
BBPOM di Mataram Gandeng  BNNP NTB Perkuat Sinergi Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu
Apakah Penderita Ginjal Boleh Makan Labu Siam? Ini Faktanya
Tujuan Program KB: Ciptakan Keluarga Bahagia Berkualitas
Obat Saraf Kejepit Paling Ampuh: Ini Pilihan dan Cara Kerjanya
Obat Batuk: Redakan dengan Bahan Rumahan yang Alami
Cara Memakai Masker agar Mencegah Penyakit
Ederma Clinik Hadirkan Tekhnologi Kecantikan Wonder Face Pertama di Indonesia Tanpa Bedah dan Suntik
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:54 WITA

Limbik: Kunci Emosi dan Ingatanmu

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:38 WITA

BBPOM di Mataram Gandeng  BNNP NTB Perkuat Sinergi Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu

Senin, 4 Mei 2026 - 06:39 WITA

Apakah Penderita Ginjal Boleh Makan Labu Siam? Ini Faktanya

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53 WITA

Tujuan Program KB: Ciptakan Keluarga Bahagia Berkualitas

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:26 WITA

Obat Saraf Kejepit Paling Ampuh: Ini Pilihan dan Cara Kerjanya

Berita Terbaru

Go Kesehatan

Limbik: Kunci Emosi dan Ingatanmu

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:54 WITA