Terbayarkan! Air Terjun ‘Kepusak’

- Reporter

Senin, 27 Januari 2025 - 20:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesona alam Air Terjun 'Kepusak'. Foto (Dedi Suhadi)

Pesona alam Air Terjun 'Kepusak'. Foto (Dedi Suhadi)

GONTB -Membaca judul tulisan di atas, tentu orang akan bertanya, apa iya ada nama air terjun ‘Kepusak’  (Tersesat)..

Sebenarnya dan senyatanya, tidak ada yang namanya Air Terjun ‘Kepusak’ di Pulau Lombok. Yang ada tentulah air terjun dengan keindahan, dingin dan segarnya air yang mengalir di bebatuan di sepanjang alirannya. Entah itu berupa kolam, atau aliran sungai yang menampakkan keindahan dasar sungai seperti pasir, batu dan juga ikan yang berenang.

Penasaran kan?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Minggu , 26 Januari 2025 kami datang ke Dusun Murpeji  Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat setelah sehari sebelumnya kami menghubungi sahabat di Dusun Murpeji, Amri.

Dari Amri, kami dapat gambaran dimana letak air terjun yang akan kami tuju. Setidaknya ada tiga air terjun di wilayah Dusun Murpeji yang posisi berada di Hutan Kemasyarakatan (HKM) yakni  Air Terjun Bale Puntik, Air Terjun Temurun Biloq, Selendang Bidadari dan. Temburun Nanas.

Kami tidak tahu mau mau ke  air terjun yang mana. Cuma kami ingin ke air terjun titik.

Kami pun kembali di tanya keseriusannya untuk ke air terjun . “Saya masih ada giat, tidak bisa nemenin. orang yang saya minta temenin juga masih ada kesibukan,” kata Amri.

“iya, ” jawab kami.

Baca Juga:  Air Terjun Mangku Sakti, Permata Alam di Lombok Timur

Akhirnya kami diberi gambaran lokasi yang harus kami tempuh termasuk jalurnya. ‘

“Apakah aman kalau kami pakai matic,” tanya kami.

“Aman, kalau yang biasa. Sampai parkiran,. Namanya juga jalur hutan,” katanya.

Kami  saling pandang dan berpikir Kami belum pernah kesana.

Melihat keraguan kami, Amri menawarkan motor manualnya untuk kami pakai. “Okelah,” kata kami.

Dengan mengendarai motor manual kami melewati jalan aspal, jalan rabat yang cukup besar dan masuk ke jalan rapat yang lebih kecil lagi lebarnya.

Setelah Sampai di perkampungan terakhir, kami baru memulai perjalanan l. Artinya , jalan tanah dengan ukuran lebar yang cukup untuk dilewati motor.

Awalnya kami masih tersenyum dan menikmati perjalanan. Namun jalan yang kami lalui mulai memberikan sinyal, naik turun dan berbelok. Dan pada akhirnya, kami memutuskan untuk kembali ke perkampungan untuk menitipkan sepeda motor setelah kami lihat jalur dilalui cukup mendebarkan. Kami belum terbiasa rute menantang.

Saat kami turun dari motor dan hendak putar arah, dari belakang datang dua sepeda motor. Satu matic dengan penumpang 4 orang dan satu manual dengan penumpang dua orang.

“Kenapa? Tanyanya.

“Mau balik , titip.motor di warga,” jawab kami.

“Aman kalau pakai manual gitu. Kalau matic agak berat,’ jawabnya.

Mendengar jawaban tersebut, muncul kembali keberanian kami untuk menyusuri jalan. Dan kami jadi pengikut…hehehe.

Baca Juga:  Hujan Warnai Perang Topat di Pura Kemaliq Lingsar, James Bannet : Toleransi Perlu dipertahankan

Meski dengan kehati-hatian, kami terus mengikuti jalur yang memberi petunjuk arah mana yang kami tuju. Namun, istri harus turun naik motor orang agar  jalur yang dilewati lebih mudah ditempuh. Entah berapa kali hal itu dilakukan hingga akhirnya kami sampai di tempat parkir.

Ditempat ini, terpantau beberapa motor sudah terparkir. Kami pun memarkir kendaraan dan melanjutkan dengan jalan kaki.

Eli dan suami, Ojan  beserta kedua anaknya yang berumur 5 tahun dan kakak perempuannya yang duduk di kelas tiga SD berada di posisi depan. Diikuti Ifa dan suaminya barulah kami mengikuti.

Perjalanan melewati jalan setapak pun dimulai,. Naik turun dilalui dengan senyum dan menikmati jalur yang mesti dilewati.

Beberapa plang petunjuk arah terpancang di  beberapa titik bertuliskan Air Terjun. Sayangnya, tidak dijelaskan nama Air Terjunnya  padahal di sekitar Hutan Kemasyarakatan tersebut ada beberapa air terjun.

Minimnya plang penunjuk arah menuju air terjun, membuat kami harus berhenti beberapa saat ketika berada di dua arah jejak yang biasa dilewati.

Ternyata, meski sudah berhati-hati dalam memilih arah, kami masih mengalami kesulitan dan harus balik arah.

Disisi lain, anak laki-laki Eli mulai mengeluh kelelahan. Beberapa kali orang tuanya mengingatkan untuk tidak mengeluh dan meneruskan perjalanan. Sang kakak pun turut menyahut, “Kakak aja  gak ngeluh,” katanya.

Baca Juga:  Wisata Desa Bonjeruk Tawarkan  Wisata Budaya dan Sejarah

Pergulatan kata dan rasa lelah kakak beradik membuat kami tersenyum dan semakin menikmati perjalanan meski belum bisa menemukan arah pasti menuju air terjun.

Sampai kami di satu punggungan bukit, kami mulai kebingungan karena tidak ada lagi plang petunjuk arah menuju air terjun.

“Perasaan kesana,”  ungkap Ojan yang pernah ke air terjun.

Kami berempat hanya bisa mendengarkan karena memang belum pernah sekalipun ke lokasi air terjun.

Ditengah menentukan arah, di belakang kami datang seorang petani penggarap lahan di kawasan Hutan Kemasyarakatan.

“Arah air terjun Jero Kerti? Kalau kesana kan arah air terjun terong Biloq atau Temurun Nanas ,” tanya Ojan.

“Kesana Terong. Biloq,” jawab petani sambil menunjuk arah atas. Sedangkan Jero Kerti  ke bawah,” katanya.

Setelah mendapat jawaban itu, kami kembali ke bawah.  Namun, apa yang kami cari tak kami jumpai. Akhirnya, kami memilih kembali ke aliran sungai.

“Disini saja, kita mandi,” kata Ojan. Kami pun mengiyakan.

Yap kami akhirnya menikmati bening  dan jernihnya aliran sungai , dibawa jembatan bambu yang sempat membuat sport jantung bagi yang belum terbiasa melewatinya atau mereka yang memiliki fobia terhadap jembatan dari kayu atau bambu. *

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Terjun Mangku Sakti, Permata Alam di Lombok Timur
Menyegarkan Jiwa di Air Terjun Lombok yang Menakjubkan, Berikut Pilihannya
Wisata Pantai Ampenan, Pesona Alam Kaya Peninggalan Sejarah
Wakil Wali Kota Mataram Berikan Sambutan Hangat untuk Delegasi Diplomatik Dunia
Penyelenggara Event Daerah Terbaik, Merumatta Senggigi Lombok Terima Penghargaan, ini gelaran Berikutnya
Tingkatkan Pelayanan Pariwisata, Dispar NTB Programkan Pendampingan Pengelola Destinasi Wisata
Pariwisata, Sumber PAD yang Tak akan Habis
1 April 2025, Ini Aturan Baru Mendaki Gunung Rinjani
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Juni 2025 - 15:05 WITA

Air Terjun Mangku Sakti, Permata Alam di Lombok Timur

Jumat, 20 Juni 2025 - 20:20 WITA

Menyegarkan Jiwa di Air Terjun Lombok yang Menakjubkan, Berikut Pilihannya

Sabtu, 17 Mei 2025 - 21:14 WITA

Wisata Pantai Ampenan, Pesona Alam Kaya Peninggalan Sejarah

Jumat, 9 Mei 2025 - 10:21 WITA

Wakil Wali Kota Mataram Berikan Sambutan Hangat untuk Delegasi Diplomatik Dunia

Selasa, 11 Februari 2025 - 18:55 WITA

Penyelenggara Event Daerah Terbaik, Merumatta Senggigi Lombok Terima Penghargaan, ini gelaran Berikutnya

Berita Terbaru

Go NTB

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:52 WITA