4 Hal yang membuat Hati menjadi Gelap

- Reporter

Senin, 24 Februari 2025 - 07:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Aswan Nasution

Penulis: Aswan Nasution

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging apabila dia baik maka baiklah tubuh itu seluruhnya, dan apabila dia rusak maka rusaklah tubuh itu seluruhnya. Ingatlah dia adalah hati.” [HR. Bukhari-Muslim].

GONTB – HATI yang gelap dalam Islam adalah kondisi hati yang tidak hidup secara spritual dan tidak memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai agama. Orang yang berhati gelap dapat melakukan tindakan yang melanggar akal sehat dan kemanusiaan. Bahwa hati adalah merupakan penentu baik buruknya seluruh amal manusia. Hati yang gelap akan melahirkan perilaku buruk, dan sebaliknya. Menurut ulama yang banyak meneliti tentang keadaan hati, mengatakan bahwa hati manusia terbagi menjadi tiga yaitu:

Pertama, hati yang keras [gelap] atau hati yang mati [qalbun mayyit].

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hati jenis ini sangat sulit menerima kebenaran yang disampaikan padanya. Bukan itu saja pemilik hati ini bahkan telah menganggap kemaksiatan adalah kebaikan dan kebenaran adalah kesalahan. Mereka tidak akan percaya meskipun telah melihat tanda-tanda kebenaran.

Baca Juga:  Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok

Kedua, hati yang bercahaya atau sehat [qalbun salim].

Hati yang sehat adalah hati yang dipenuhi dengan nilai-nilai kebenaran, dimana kekuatan cahayanya akan memadamkan dan menolak kebatilan dengan segala bentuk fitnah yang mendekatinya.

Ketiga, hati yang sakit [qalbun saqim]

Jenis hati yang ketiga ini berada diantara hati yang gelap dan hati yang sehat . Kecenderungannya kepada salah satu di antara keduanya tergantung dari kekuatan daya tarik masing-masing serta perlakuan-perlakuan yang diberikan sang pemilik hati.

Mengutip keterangan dari Sahabat Abdullah ibnu Mas’ud, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasha’ihul Ibad, halaman 23-24 mengungkapkan, ada 4 hal yang bisa membuat hati menjadi gelap.

Pertama, Berteman dengan orang zalim.

Sebagaimana diketahui, lingkungan dan persahabatan sangat memengaruhi karakter seseorang. Ketika bergaul dengan orang zalim, yaitu mereka yang mencampuradukan hak dan batil, sedikit banyaknya akan tertular sifat–sifat buruk dari orang zalim tersebut, pada akhirnya hati pun akan menjadi gelap.

Baca Juga:  Ust. Aswan Nasution: Tahun Baru Islam, Semangat untuk Hijrah dari Budaya Jahiliyah menuju budaya iman dan islam.

Kedua, Melupakan Dosa.

Perbuatan maksiat dan dosa yang tidak ditobati bisa membuat hati seseorang menjadi gelap. Jika satu dosa diibaratkan satu titik hitam yang menodai hati, maka semakin banyak melakukan bisa akan menambah titik-titik hitam itu. Pada akhirnya, hati pun akan menjadi gelap.

Ketiga, Banyak menghayal.

Banyak menghayal atau thulul amal, yaitu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, bisa mengundang datangnya hubbud dunya atau cinta berlebih pada dunia dan melupakan akhirat. Pada akhirnya, hal ini akan membuat hati menjadi gelap.

Keempat, Perut kenyang.

Perut kenyang yang didasari oleh keinginan makanan yang enak bisa disebut sebagai mengkuti hawa nafsu. Pasalnya, hawa nafsu mempunyai kecenderungan pada kenikmatan duniawi. Ketika hawa nafsu sudah menguasai diri tentu hati dan pikiran akan menjadi gelap.

Itulah 4 hal yang bisa membuat hati menjadi gelap dan terang menurut Ibnu Mas’ud. Hati yang gelap bisa membuat seseorang merasa hampa, gelisah, bahkan lupa daratan dan melakukan apapun tanpa memperhatikan aturan. Sebaliknya, hati yang terang akan muncul ketenangan dan menjalani kehidupan di dunia ini menjadi terasa ringan.

Baca Juga:  Bimbingan Pra Nikah, Upaya Turunkan Angka Perceraian

Terlepas dari lapisan mana, yang jelas hati manusia adalah perangkat organik insani yang sanggup membedakan benar dan salah. Berbeda dengan hidayah hawasi [inderawi] yang diberikan Tuhan kepada manusia dan hewan. Maupun hidayah ‘aqli [akal] yang tidak diberikan kepada hewan, namun diberikan kepada manusia. Akal dan panca indera dipakai manusia untuk dapat membedakan sesuatu itu baik atau buruk.

Maka istilah gelap hati bisa dimaknai sebagai seseorang tidak mampu membedakan benar dan salah, sesuatu yang haq dan bathil. Seseorang yang gelap hati dapat melakukan tindakan yang diluar nalar kemanusiaan dan akal sehat. Jika seorang pemimpin yang gelap hati dapat saja membuat peraturan yang tidak memihak kepada rakyat kecil. Penguasa yang gelap hati dapat mensengsarakan rakyatnya demi kepentingannya. Naudzubillah.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan
Hidup Adalah Perubahan
Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini
Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok
Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini
5 Keutamaan Puasa Senin dan Kamis
Dzikir: Jalan Pintas Seorang Hamba Menuju Tuhannya
Inilah Pentingnya Shalat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:06 WITA

Hidup Adalah Perubahan

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:57 WITA

Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:47 WITA

Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:34 WITA

Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:57 WITA

5 Keutamaan Puasa Senin dan Kamis

Berita Terbaru