Lombok Barat, GONTB — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Lalu Martajaya, memberikan klarifikasi terkait peningkatan angka kemiskinan yang sempat menjadi perhatian publik.
Ia menyatakan bahwa lonjakan angka tersebut akibat banyak sumber data yang digunakan untuk mengukur kemiskinan di Lobar.
Martajaya menjelaskan bahwa selama ini, data kemiskinan di Lombok Barat diperoleh dari berbagai sumber seperti DTKS, P3KI, Rescostek, dan lainnya. Ketika data dari berbagai sumber ini digabungkan dan dianalisis secara terpisah, angka kemiskinan yang dihasilkan cenderung lebih tinggi.
“Bahwa penggunaan satu sistem data terintegrasi, yakni Data Terpadu Statistik Nasional (DTSN) Dengan sistem ini, seluruh data bantuan dan kebutuhan masyarakat akan tersentralisasi dan tervalidasi secara lebih akurat, sehingga angka kemiskinan yang dihasilkan menjadi lebih valid,” tegasnya. Kamis (15/05/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kadis Sosial juga menyatakan optimisme bahwa angka kemiskinan di Lombok Barat dapat diturunkan menjadi satu digit sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Bupati Lombok Barat. Melalui intervensi yang tepat dan kolaborasi yang solid antara semua stakeholder, termasuk pemerintah desa, lembaga sosial, dan masyarakat, diharapkan angka kemiskinan bisa ditekan hingga ke tingkat satu digit.
Program-program kesejahteraan dari desa yang langsung menyentuh masyarakat juga menjadi salah satu pilar utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Program ini dinilai sangat dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif dan percepatan peningkatan kesejahteraan.
“Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tetap berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah strategis guna menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan, demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah yang lebih baik,” tegas Martajaya. ***














