Mataram, GO NTB – DPW PSI Nusa Tenggara Barat (NTB) gerak cepat. Usai Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang dihadiri Ketua Umum Kaesang Pangarep pada bulan Mei lalu, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PSI NTB kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah akselerasi ini dilakukan untuk memenuhi target pembentukan struktur Dewan Perwakilan Ranting Tingkat (DPRT) di seluruh desa dalam waktu tiga bulan ke depan.
Dalam keterangannya, Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, menjelaskan Rakorwilsus kali ini merupakan kelanjutan dari proses yang telah dilaksanakan pada 2 Mei lalu. Fokus utama pertemuan kali ini adalah pembekalan kepada seluruh jajaran DPD di 10 kabupaten/kota mengenai mekanisme pembentukan kepengurusan DPRT.
“Karena pembentukan kepengurusan DPRT ini ada regulasi yang mengaturnya. Yang pertama, terkait Peraturan Organisasi Nomor 023/A/2026, yang memerintahkan DPD Partai membentuk struktur DPRT dengan minimal jumlah kepengurusan 10 orang,” jelas Budi Suryata, Minggu (14/6/2026).
Ia menambahkan, mekanisme ini kemudian diterjemahkan dalam AD/ART Pasal 11 yang mengatur susunan struktur DPRT terdiri dari Ketua, Wakil Ketua 1 dan 2, Wakil Sekretaris, serta Koordinator RW, RT, dan DPS.
Dalam rakor tersebut, Budi menegaskan pentingnya sosialisasi pengurus kepada masyarakat. Salah satu langkah kongkretnya adalah pembagian atribut partai berupa bendera dan baju yang akan dipasang di rumah masing-masing pengurus.
“Tujuan ini untuk mengenalkan PSI kepada masyarakat. Kami sangat realistis, kalau kemudian struktur kami ini sudah terpenuhi, masyarakat harus mengenal kami,” katanya.
Budi juga mengungkapkan komitmenpartainya. Saat ini, struktur DPP, DPD, dan DPC sudah menyentuh angka 100 persen. Target terdekat adalah membentuk 1.143 kepengurusan DPRT di seluruh desa dan kelurahan dalam waktu tiga bulan ke depan.
“Komitmen kami ke depan, PSI, khususnya DPP PSI NTB sampai ke tingkat DPRT harus 100 persen. Bahkan, tadi kami mendengarkan pandangan-pandangan ketua DPD, sudah ada yang 100 persen, yaitu Kabupaten Sumbawa, dan Kota Mataram sudah 80 persen,” imbuhnya.
Selain struktur, PSI NTB juga tengah melakukan rekrutmen tokoh-tokoh berpotensi yang memiliki basis suara (suara pemilih) untuk memperkuat struktur partai. Target elektoral jangka panjang adalah meraih satu kursi DPR RI untuk Pulau Lombok, satu kursi untuk Pulau Sumbawa, dan target pimpinan di setiap pemerintahan daerah (DPRD) kabupaten/kota.
Sementara itu, Dewan Pembina PSI NTB, Gede Wenten, mendorong seluruh pengurus untuk melaksanakan arahan partai, salah satunya pemasangan atribut. Dirinya menargetkan tiga pendekatan untuk merangkul masyarakat, yaitu partai harus dikenal, dicinta, dan akhirnya dipilih.
“Maka, semua pengurus harus bekerja keras dan setia terhadap partai” tegas Gede Wenten.














