Hijrah dan Kebangkitan Ummat

Oleh: Aswan Nasution

- Reporter

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia wilayah NTB Ust. H. Aswan nasution.

Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia wilayah NTB Ust. H. Aswan nasution.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”. (QS. At-Taubah: 20).

HIJRAH, menurut bahasa adalah perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan menurut syariat Islam adalah keluarnya Rasulullah Saw dari Kota Makkah menuju Madinah dengan maksud kepentingan diri, pengikut serta ajaran Islam yang wajib didakwahkannya dari ancaman-ancaman yang tidak senang terhadap Islam dan akan kembali lagi pada suatu waktu kemudian. Secara umum hijrah yang paling hakiki bukan sekedar badan saja melainkan hijrah disertai dengan hatinya menuju cahaya terang benderang dibawah naungan AlQur’an dan sunnah Rasulullah Saw.

KEBANGKITAN ISLAM

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebangkitan Islam merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh ummat yang telah lama tertidur. Kita ummat Islam mulai terjaga dari tidur dan kita mengharap bangunnya, bukan seperti orang yang mengigau, tetapi bangunnya orang yang bersemangat untuk melakukan aktivitas hidup.

Kebangkitan Islam sudah tampak bayang-bayangnya, walaupun agak samar terlihat, dan kewajiban kita untuk lebih mendekatkan diri kepada nilai-nilai Islam secara utuh dan menyeluruh hingga dapat melihat secara jelas dan nyata akan kebangkitan Islam tersebut.

Fenomena kebangkitan Islam sudah dapat kita rasakan. Bukan hanya di Indonesia tapi negeri yang ada kalimat Tauhid dikumandangkan dapat pula dirasakan hawa kebangkitan Islam.

Sebagai ummat Islam yang berpedoman kepada Al Qur ‘an dan Sunnah Rasul, kita harus mengakui dengan yakin, sebab ada beberapa ayat Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Islam akan mengalahkan ajaran-ajaran yang dibuat oleh manusia dan dijadikan sebagai agama(isme-isme, ideologi). Allah berfirman:

Baca Juga:  4 Hal yang membuat Hati menjadi Gelap

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. (QS: 61:9 lihat juga, 9: 33, 48: 28).

Ada beberapa fenomena yang melandasi kebangkitan Islam dewasa ini yaitu:

1. Islam Adalah Satu-Satunya Agama Yang Sesuai dan Serasi Dengan Fithrah Manusia. Allah berfirman:

“Turunlah kamu berdua dari syurga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk dari pada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesunghuhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS: Thaahaa: 123-124).

Sudah menjadi rahasia umum, orang mengeluarkan daftar petunjuk suatu barang adalah produsen. Dialah yang paling pertama dan mengerti bagaimana cara menggunakan dan memelihara barang itu. Barang-barang yang diproduksi oleh suatu pabrik terentu tidak boleh dioperasikan seenaknya dan bertentangan dengan buku petunjuk dan tenaga pabrik tersebut. Allah Swt sebagai pencipta manusia tentu hanya Dia yang Maha Mengetahui. Untuk itulah, Allah mengutus manusia dan menurunkan kitab-Nya melalui wahyu-Nya.

2. Runtuhnya Peradaban Barat

Peradaban Barat mulai menampakkan keruntuhannya, karena ia ingin ‘terbang’ hanya dengan sebelah sayap yakni ‘sayap materialisme’. Bukan itu saja, kini segala macam ideologi yang dipaksakan kepada ummat manusia mulai terbukti kebobrokannya dan pasti akan hancur berikut pengikut-pengikutnya.

Baca Juga:  Perjalanan Haji sebagai Panggilan Ketakwaan

Kita dapat melihat ideologi Nazi, Fasis, Komunis (Marxis), Sosialis dan ideologi sekuler lainnya. luluh menghadapi kebangkitan Islam. Jika belum ada yang hancur, berarti sedang mengalami pertarungan yang dahsyat, dan sudah sunnatullah akan diakhiri dengan kemenangan Islam.

Betapa kuatnya komunis di Uni Soviet dapat dihancurkan oleh para mujahidin Afganistan. Belum lagi di Sudan, Turki , Aljazair, Bosnia, Palestina, Tunisia, Mesir dan hampir di seluruh negara Islam lainnya sedang bertarung melawan ideologi sekuler yang tak mampu mengembalikan harkat martabat manusia.

Suburnya perjudian, pembunuhan, korupsi, manipulasi, kolusi, nepotisme, narkotika, tawuran, AIDS, dan lain-lain, membuktikan ideologi sekuler yang dipelopori Barat ataupun Timur tidak mampu mengantisipasi kerusakan moral manusia, bahkan sebaliknya Barat banyak mengekspor nilai–nilai dekadensi moral ke negara-negara yang berpenduduk Islam, melalui media massa dan lainnya.

3. Kembalinya Manusia Kepada Ajaran Islam

Fenomena ini jelas tampak dihadapan kita dengan mulai cenderungnya umat untuk berinteraksi dan mengamalkan Islam walaupun secara bertahap. Dulu para wanita muslim malu memakai jilbab karena hinaan, sindiran atau perlakuan dalam study maupun pekerjaannya. Namun kini tampak mulai subur dimana-mana, bahkan di negara yang rajanya sekuler seperti Prancis, Amerika, Turki dan lain-lain, wanita muslim tidak malu-malu lagi untuk menutup auratnya.

Banyak para pejabat, para elit yang tidak malu-malu lagi untuk melaksanakan ajaran Islam, walaupun belum seluruhnya. Misalkan naik haji, Umroh ketika liburan (cuti), mengaji dan mengkaji Al Qur’an pada majelis ta’lim, meyalurkan zakat, infak, sedekah, wakaf serta para orangtua sekarang ini merasa bangga mereka memasukkan putra dan putri tercintanya ke pondok pesantren dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat

Semarak aktifis pemuda dan mahasiswa Islam di kampus negeri maupun swasta serta masjid-madjid di perumahan, pertokoan, maupun masjid jami’ dengan pengkajian nilai-nilai Islam dalam bentuk ta’lim, tabligh maupun diskusi, sebagai isyarat yang harus dijaga dan ditingkatkan pelaksanaannya. Dan ini bukan di Indonesia saja, tapi hampir di seluruh dunia Islam bahkan negara sekuler (USA, Inggris, Perancis dll) sekalipun dapat juga dirasakan dan dilihat.

Usaha untuk mewujudkan kebangkitan Islam bukan hanya dengan proses “sim silabim” tampak langsung di depan mata. Dengan kata lain bahwa mutlak adanya rangkaian kerjasama yang terarah dan kotinyu dari seluruh arah bisa penguatannya melalui keberadaan ormas-ormas Islam tersebut.

Sehingga tidak mungkin tegaknya suatu keinginan kearah kebangkitan tersebut. Dan sudah menjadi sunnatullah di alam ini bahwa upaya merubah suatu kaum maka harus merubah keadaan atau kebiasaan pada diri mereka, sebagaimana Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, ….” (QS. Ar Ra’d: 11).

Untuk itulah dalam mempersiapkan langkah-langkah kebangkitan Islam perlu adanya suatu perhatian dan pembinaan sehingga dapat meluruskan kembali penyimpangan yang telah terjadi. Persiapan-persiapan tesebut adalah, mengishlahkan (memperbaiki) pribadi-pribadi dengan pembinaan yang kontinyu berlandaskan kepada syariat Islam, keluarga, masyarakat, daulah dan ummat Islam se dunia. Wallahu ‘alam bish showab.

Sumber:
Dikutip dari Buku Menuju Umat Terbaik, oleh Feri Nur, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Da’wah (LPPD) Khairu Ummah. 1996

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat
Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan
Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan
Hidup Adalah Perubahan
Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini
Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok
Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:49 WITA

Hijrah dan Kebangkitan Ummat

Senin, 9 Maret 2026 - 22:15 WITA

Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:02 WITA

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat

Senin, 23 Februari 2026 - 22:31 WITA

Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:16 WITA

Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan

Berita Terbaru

Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia wilayah NTB Ust. H. Aswan nasution.

Go Religi

Hijrah dan Kebangkitan Ummat

Sabtu, 13 Jun 2026 - 17:49 WITA

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair (kiri) bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6/2026). Foto (Kominfotik NTB)

Go NTB

Geser Fokus, Pemprov NTB: Inovasi Harus Hadirkan Solusi

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:02 WITA