GONTB – Ditlantas Polda NTB bersama Kelompok Sadar Lalu Lintas menggelar Nonton Bareng (Nobar) “Sayap Sayap Patah 2 : Olivia” yang bertempat di Studio 6 XXI Lombok Epicentrum Mall. Jumat (16/05/2025).
Dihadiri Pejabat Utama DITLANTAS Polda NTB, Dispenda, Jasa Raharja, Wartawan, Komunitas hingga para Siswa dan mahasiswa yang ada di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.
Salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Rizki Kurnia Sandi usai nonton bareng kepada media mengatakan sejujurnya tugas dari seorang Polisi itu berat sekali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari faktanya, mereka menjalankan tugas sangat berat melihat beberapa kondisi, memberikan pengamanan dan rasa aman masyarakat hingga nyawa dan keluarga sendiri dipertaruhkan,” ungkap Mahasiswa semester 8 Jurusan PPKn ini.
Jelas Rizki yang juga sebagai anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMMAT, sosok Pandu dalam Film Sayap sayap patah 2 yang diperankan Arya Saloka, seorang anggota Densus 88 yang kini menjadi seorang ayah tunggal setelah kehilangan istrinya, harus kehilangan putrinya dan Ia berusaha sekuat tenaga menyeimbangkan perannya sebagai penegak hukum sekaligus ayah bagi putri kecilnya, Olivia.
“Tentunya ini saya melihat, Pandu menjalankan hak dan kewajiban yang luar biasa, disaat Negara membutuhkan kehadirannya ia sigap dan dikala keluarga juga mengharuskan keberadaanya,, ia pun selalu ada waktu buat keluarga,” jelasnya sambil meluapkan keharuannya mengenang nasib Pandu ditinggal oleh sang putrinya.
Apalagi lingkungan kantor yang sangat peduli dimana sosok Kombes Sadikin yang selalu peduli terhadap staf atau anak buahnya.
“Hal yang utama ditanyakan adalah keadaan keluarga, ini sebagai semangat baru bagi anggotanya,” akunya.
Rizki berharap akan ada series 3 film ini, karena sosok Wabil sahabat Leong masih selalu mengintai.
Tentang FilM “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia”
Film bioskop yang diangkat dari kisah nyata Bom Samarinda Tahun 2016 lalu berdurasi sekitar 1 jam 54 menit ini menceritakan Pandu (Arya Saloka), seorang anggota Densus 88 yang menjadi ayah tunggal setelah istrinya meninggal karena sakit.
Ditengah kesibukannya, meski sulit Pandu selalu berusaha membagi waktu bersama putrinya, Olivia (Myesha Lin), yang membutuhkan sosok ayahnya karena masih berduka atas kepergian ibunya.
Selain ayahnya, ada guru Olivia bernama Suri (Dara Sarasvat), yang mendekati dan mengisi hati Olivia yang kosong. Mulai saat itu, hubungan Pandu, Suri, dan Olivia semakin dekat seperti keluarga kecil baru.
Namun, waktu Pandu semakin disibukkan oleh tanggung jawab pekerjaannya sejak terjadi insiden bom meledak di sebuah cafe. Nyatanya, peristiwa itu juga bersamaan dengan momen kebebasan Leong dari penjara.
Kepolisian kembali mencurigai Leong sebagai dalang dibalik insiden tersebut, dan Pandu ditunjuk untuk menyelidiki Leong.
Ancaman balas dendam dari Leong dan kelompoknya ternyata masih terus membayangi. Di sisi lain, wajah Pandu yang sempat terlihat saat operasi penyergapan, membuat dirinya dan Olivia menjadi target utama teroris tersebut.
Sehingga, Pandu dihadapkan pada pilihan, lebih utamakan melindungi negara dari ancaman teror atau satu-satunya keluarga yang ia miliki, yaitu Olivia.
Deretan aktris dan aktor pemain “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia”
Film ini disutradarai oleh Ferry Pei Irawan dan diproduksi oleh Denny Siregar Production. Sementara, naskah cerita ditulis oleh Rahabi Mandra dan Jocelyn Cordelia
Dalam film ini, Arya Sakola dan Myesha Lin menjadi tokoh utama sebagai ayah dan anak. Berikut deretan aktor dan aktris papan atas lainnya yang berperan dalam “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia”.
- Arya Saloka sebagai Pandu, anggota Densus 88 dan ayah Olivia.
- Myesha Lin sebagai Olivia, putri Pandu.
- Dara Sarasvati sebagai Suri, guru Olivia.
- Iwa K sebagai Leong, mantan teroris.
- Nugie sebagai Sadikin, atasan Pandu di Densus 88
- Juan Bione sebagai Askar
- Muhammad Khan sebagai Wabil
- Meriam Bellina sebagai Indri
- Aufa Assagaf sebagai Simson
- Samo Rafael
- Givina Lukita
- Aji Santosa
- Norman R. Akyuwen
Selain menyajikan film yang menegangkan karena aksi kepolisian dan teroris, “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia” juga memperlihatkan perjuangan seorang ayah untuk anaknya. ***














