Innalillahi! Seorang Laki-laki Ditemukan Meninggal di Kamar, Ini Penyebabnya

- Reporter

Selasa, 10 Juni 2025 - 07:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Kapolsek Sandubaya didampingi Kepala SPKT dan piket Fungsi polsek setempat bersama Unit identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram dibantu Bhabinkamtibmas dan warga setempat melakukan evakuasi terhadap penemuan mayat yang diduga gantung diri di wilayah lingkungan Negarasakah Timur, Kelurahan Cakra Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Minggu (08/06/2025).

Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., SIK., melalui Kanit Reskrim Polsek Sandubaya Ipda Kadek Arya Suantara SH., dalam keterangan tertulisnya mengatakan mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh Ibu Korban di dalam Kamar dalam posisi leher tergantung yang diikat tali nilon warna biru yang tersangkut di Paku tembok kamar, sekitar pukul 19:00 wita.

Baca Juga:  Innalillahi... Santri Asal Gantang Lombok Tengah Meninggal Terseret Ombak, Video Bertahan Hidupnya Viral di Medsos

Korban diketahui berinisial M, laki-laki 27 tahun alamat lingkungan Negarasakah Timur, Kelurahan Cakra timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Korban ditemukan pertama kali oleh ibunya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat itu ibunya ingin memanggil korban untuk diajak makan. Namun saat tiba di dalam kamar korban ibunya kaget melihat korban dalam keadaan tergantung dengan tali nilon di tembok kamar, “ jelasnya.

Baca Juga:  Pantai di Selong Belanak Memakan Korban, Fazahurrahman Ditemukan Meninggal Dunia

Sementara itu Petugas langsung mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Cakranegara.

“Dari keterangan petugas IGD puskesmas, korban sudah tidak bernyawa. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, ditemukan cairan sperma di kelamin korban yang merupakan tanda-tanda gantung diri, “ucapnya.

Mendengar penjelasan tersebut pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas serta menolak untuk dilakukan otopsi dengan menandatangani surat penolakan.

Baca Juga:  Akibat Hujan, Perumahan BTN Pemda Gerung dilanda Banjir 40 CM

Dari keterangan ibu korban, bahwa beberapa hari sebelum peristiwa ini korban sempat terlihat merasa ketakutan tanpa alasan yang jelas / depresi.

Peristiwa ini menjadi pengalaman bahwa masyarakat meningkatkan kepekaan terhadap berbagai situasi yang terjadi di dalam rumah tangga atau lingkungan sekitar.

Oleh karena itu masyarakat segera melakukan konsultasi jika melihat anggota keluarga mengalami tanda-tanda kejanggalan dan tingkatkan perhatian serta tidak membiarkan orang tersebut di luar pantauan. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Salah Paham Saat Sparing Futsal Picu Perkelahian Dua Dusun di Gunungsari
Angin Kencang dan Hujan Lebat Terjang Lombok Barat, Dua Kecamatan Terendam Banjir
Jalur Terlarang: Pendaki tewas usai terjatuh di jurang Gunung Rinjani
TPS di Ampenan Terbakar, Polisi Gerak Cepat Lakukan Pengamanan
Banjir Melanda Sekotong dan Labuapi, 1.440 KK Terdampak, 25 Jiwa Mengungsi
Innalillahi! Pelatih Sepak Bola Ditemukan Meninggal di Musholla SPBU
Innalillahi!, PNS asal Lombok Utara ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Mataram
Kebakaran Rumah Warga di Dayen Pekan Ampenan, Polisi dan Damkar bergerak Cepat Padamkan Api
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:37 WITA

Salah Paham Saat Sparing Futsal Picu Perkelahian Dua Dusun di Gunungsari

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:18 WITA

Angin Kencang dan Hujan Lebat Terjang Lombok Barat, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:26 WITA

Jalur Terlarang: Pendaki tewas usai terjatuh di jurang Gunung Rinjani

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:11 WITA

TPS di Ampenan Terbakar, Polisi Gerak Cepat Lakukan Pengamanan

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:01 WITA

Banjir Melanda Sekotong dan Labuapi, 1.440 KK Terdampak, 25 Jiwa Mengungsi

Berita Terbaru

Go Religi

Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:57 WITA