Kosmetik Ilegal Marak Beredar, Dr Syamsuriansyah Himbau Masyarakat Lebih Waspada

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Barat, Dr. Syamsuriansyah. Foto (Doc.Istimewa)

Wakil ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Barat, Dr. Syamsuriansyah. Foto (Doc.Istimewa)

Mataram, GONTB – Penemuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya baru-baru ini menarik perhatian publik dan memicu aksi tegas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

Razia yang dilakukan di salah satu toko kosmetik mengungkapkan maraknya peredaran produk-produk yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama di tengah tingginya minat warga untuk membeli produk kecantikan.

Wakil ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Barat, Dr. Syamsuriansyah, menekankan perlunya kewaspadaan dari konsumen terkait kosmetik yang beredar di pasaran.

“Kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli produk kosmetik, karena maraknya kosmetik mengandung bahan berbahaya,” ujar Dr. Syam, sapaan akrabnya, di kutip dari Bali.Viva.co.id, Selasa 5 Agustus 2025.

Dr. Syamsuriansyah, yang merupakan wakil rakyat dari Partai Perindo, berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran kosmetik ilegal di Kabupaten Lombok Barat. Bersama dengan Komisi IV, ia memastikan bahwa mereka akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap produk kosmetik yang beredar.

Baca Juga:  Polda NTB : Komitmen Bersih dari Narkoba, Bentuk menjaga kepercayaan Publik 

“Kita akan turun melakukan pengawasan dan pengecekan kosmetik yang beredar, untuk memastikan keamanan bahan yang dibeli oleh masyarakat Lombok Barat,” tambahnya.

Peredaran kosmetik ilegal ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen, tetapi juga dapat menciptakan dampak kesehatan yang serius, termasuk reaksi alergi, iritasi kulit, dan bahkan masalah kesehatan jangka panjang.

Baca Juga:  Dikbud Lombok Barat Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah Melalui Branding Program Unggulan

Dr. Syamsuriansyah berharap, melalui pengawasan yang ketat, masyarakat dapat terlindungi dari produk-produk berbahaya ini serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih produk yang telah terjamin keamanannya.

Bahkan dia berharap dukungan masyarakat, diharapkan tindakan ini akan semakin memperkuat upaya pencegahan terhadap peredaran kosmetik ilegal dan melindungi kesehatan konsumen di Kabupaten Lombok Barat. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terima SK Baru, Zia Urrahman Gas Mesin Partai Menangkan PPP Kota Mataram
ORADO NTB Gelar Open Turnamen, Siapkan Hadiah Besar
Promosi Hotel Pakai Narasi Vulgar, Wakil Wali Kota TGH. Mujibburahman Ingatkan Pengusaha Hotel
Berhasil Ungkap Kasus 3 C, Polresta Mataram Kembalikan Puluhan Barang Bukti
868 Personel Dikerahkan, Patroli Rinjani Presisi Polda NTB Fokus Amankan Titik Rawan Gangguan Kamtibmas
Kapolda NTB Tegaskan Perang terhadap Kejahatan Jalanan, 184 Kasus Berhasil Dibongkar
MTs Negeri 2 Lombok Barat Bagikan 60 Bungkus Daging Qurban kepada Masyarakat
Strategi Unik Kapolda NTB Tekan Narkoba: Wajibkan Istri dan Orang Tua Saksikan Pakta Integritas Personel
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:00 WITA

Terima SK Baru, Zia Urrahman Gas Mesin Partai Menangkan PPP Kota Mataram

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:49 WITA

ORADO NTB Gelar Open Turnamen, Siapkan Hadiah Besar

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:03 WITA

Promosi Hotel Pakai Narasi Vulgar, Wakil Wali Kota TGH. Mujibburahman Ingatkan Pengusaha Hotel

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:36 WITA

868 Personel Dikerahkan, Patroli Rinjani Presisi Polda NTB Fokus Amankan Titik Rawan Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:48 WITA

Kapolda NTB Tegaskan Perang terhadap Kejahatan Jalanan, 184 Kasus Berhasil Dibongkar

Berita Terbaru

Go NTB

ORADO NTB Gelar Open Turnamen, Siapkan Hadiah Besar

Kamis, 4 Jun 2026 - 21:49 WITA