Formasi FHISIP Unram Gelar Law Fair 2025, Tunjukkan Kualitas Akademisi Muda Hukum Indonesia

- Reporter

Minggu, 2 November 2025 - 14:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB.COM – Forum Mahasiswa Pengkaji Konstitusi (Formasi) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram kembali menunjukkan perannya sebagai motor kegiatan akademik hukum tingkat nasional melalui ajang Formasi Law Fair 2025, sebuah perhelatan bergengsi yang mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai universitas terbaik di Indonesia.

Selama Oktober 2025, kegiatan ini menjadi panggung pertukaran gagasan dan adu intelektualitas di kalangan generasi muda hukum, sekaligus wadah kolaborasi yang memadukan semangat akademik, budaya, dan inovasi berpikir.

Formasi Law Fair 2025 menggelar dua kompetisi utama, yakni Debat Hukum Nasional dan Lomba Esai Hukum Nasional. Melalui dua arena ini, mahasiswa diharapkan mampu menajamkan daya analisis, nalar kritis, serta keterampilan menyusun argumen hukum yang rasional dan kontekstual di tengah perubahan sosial dan hukum yang cepat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan di Arena Debat

Kompetisi debat berlangsung melalui tiga tahap, mulai dari babak penyisihan (4–5 Oktober), semifinal (23 Oktober), hingga grand final (24 Oktober 2025).

Sebanyak 16 tim dari berbagai perguruan tinggi terlibat dalam persaingan ketat yang akhirnya menobatkan tim Hans Kelsen dari Universitas Indonesia sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih oleh Karl Marx dari Universitas Brawijaya, dan Cicero dari Universitas Mulawarman menempati posisi ketiga.

Baca Juga:  Atasi Sampah Di Lobar Bupati LAZ Tambah 8 Armada Angkut Sampah Dan Terapkan Teknologi Masaro

Adapun Bertrand Russel dari Universitas Muhammadiyah Malang meraih predikat harapan.
Panitia menegaskan bahwa debat ini bukan sekadar pertunjukan retorika, melainkan ajang pengujian logika hukum yang didukung data dan argumentasi yang solid.

Esai Nasional: Wadah Pemikiran Hukum Kritis

Lomba Esai Hukum Nasional juga menyita perhatian besar. Seleksi awal dilaksanakan secara daring pada 24 September–5 Oktober 2025 dan berlanjut ke babak final di kampus Unram pada 23 Oktober. Dari 11 peserta terbaik, lima finalis berkesempatan mempresentasikan esainya yang bertema hukum dan keadilan sosial di depan dewan juri.

Juara pertama diraih Cut Nyak Dhien (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung), disusul Soekarno (Universitas Islam Indonesia) sebagai juara dua, dan Pangeran Diponegoro (Universitas Muhammadiyah Malang) di posisi tiga. Sedangkan Ki Hadjar Dewantara (Universitas Airlangga) dan Pattimura (Universitas Budi Luhur) menempati posisi Harapan I dan II.

Penilaian didasarkan pada kekuatan ide, orisinalitas, kemampuan presentasi, serta relevansi terhadap isu hukum aktual.

Baca Juga:  Profil Ignasius Jonan, Mantan Menteri ESDM yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana

Seminar Nasional Bersama Hakim Mahkamah Konstitusi

Puncak kegiatan pada 23 Oktober 2025 diwarnai Seminar Nasional menghadirkan Prof. Dr. Guntur Hamzah, S.H., M.H., Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Seminar Nasional Law Fair 2025

Dalam sesi tersebut, Prof. Guntur menekankan bahwa konstitusi tidak boleh dimaknai sebatas teks hukum, tetapi sebagai panduan moral dan etika bernegara. Ia mengajak mahasiswa menjadi penegak hukum yang menjunjung keadilan substantif dan menjauhi praktik hukum yang kaku serta elitis.

Kombinasi Akademik, Budaya, dan Wisata Hukum

Kegiatan Formasi Law Fair 2025 juga diperkaya dengan field trip edukatif ke sejumlah destinasi budaya di Pulau Lombok pada 25 Oktober 2025.

Peserta mengunjungi Mandalika, Desa Sade, Sasakku, dan Pantai Merese.
Agenda ini tidak semata wisata, melainkan bagian dari pembelajaran lapangan untuk memahami hukum adat dan nilai sosial-budaya masyarakat setempat—mewujudkan pendekatan pembelajaran hukum yang kontekstual dan humanis.


Capaian dan Harapan Akademik

Ketua Panitia I Made Gian Paundra Wijaya menjelaskan bahwa Formasi Law Fair 2025 bukan hanya kompetisi bergengsi, tetapi juga sarana mempererat jejaring akademik antaruniversitas di Indonesia.

Baca Juga:  Peringatan Maulid di MAN Lobar Padukan Tradisi Lokal dan Pembelajaran Akademik

“Secara keseluruhan, Formasi Law Fair 2025 berhasil menciptakan ruang dialektika hukum yang ilmiah, progresif, dan inspiratif, sekaligus memperkuat posisi Universitas Mataram sebagai salah satu pusat kegiatan akademik hukum tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan daya kritis mahasiswa hukum, menyediakan ruang ilmiah bagi gagasan mahasiswa melalui debat dan esai, mengintegrasikan nilai akademik, budaya, dan wisata edukatifdan mengokohkan jejaring nasional antar komunitas mahasiswa hukum se-Indonesia.

Menumbuhkan Generasi Hukum yang Berdaya Saing

Dengan pelaksanaan yang tertata dan profesional, Formasi Law Fair 2025 menjadi simbol bangkitnya generasi akademisi hukum yang adaptif, cerdas, dan berwawasan kebangsaan.

Dari adu argumen di podium debat hingga gagasan visioner dalam esai, seluruh rangkaian acara memperlihatkan bahwa mahasiswa hukum kini siap berperan sebagai agen perubahan dalam sistem hukum nasional.

Universitas Mataram pun meneguhkan posisinya bukan sekadar tuan rumah, tetapi juga pusat dialog hukum nasional yang terbuka, inklusif, dan berpijak pada nilai keilmuan serta kearifan lokal. ***

 

Penulis : Redaksi GONTB

Editor : Redaksi GONTB

Sumber Berita: Liputan GONTB

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTs Negeri 2 Lobar Gandeng SPS Mataram Gelar Servis Oli Gratis untuk Guru dan Murid
MTs Negeri 2 Lombok Barat Raih Prestasi Gemilang, Dominasi Podium Olympiade Bahasa Arab 
Sambut Peserta KKN UGM, Pemprov NTB Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Desa Berdaya
MTsN 2 Lobar Gelar Workshop “Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta” Integrasi Teknologi dan Hati dalam Pelajaran
Muhamad Dicky Subagia Resmi Pimpin HMI Korkom UNRAM 2026-2027
Satu Panggung, Seribu Senyum: di Tangan H. ABDUL AZIZ, MTsN 2 Lombok Barat Rayakan Juara Tanamkan Semangat Belajar
Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Roboh, Polisi Pasang Garis Pengaman di Tiga Gedung
Majlis Ta’lim Darunnajah Al Irsyadi akan Gelar Festival Hadrah Al-Habsyi se Lombok Timur
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:22 WITA

MTs Negeri 2 Lobar Gandeng SPS Mataram Gelar Servis Oli Gratis untuk Guru dan Murid

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:58 WITA

MTs Negeri 2 Lombok Barat Raih Prestasi Gemilang, Dominasi Podium Olympiade Bahasa Arab 

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:29 WITA

Sambut Peserta KKN UGM, Pemprov NTB Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Desa Berdaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:14 WITA

MTsN 2 Lobar Gelar Workshop “Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta” Integrasi Teknologi dan Hati dalam Pelajaran

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:05 WITA

Muhamad Dicky Subagia Resmi Pimpin HMI Korkom UNRAM 2026-2027

Berita Terbaru

Go Peristiwa

Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Juta, 1 Rumah Terbakar di Mataram

Selasa, 21 Jul 2026 - 21:20 WITA

Go Nusantara

Listrik Andal di NTB, PLN UIW NTB Perkuat Budaya Safety

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:37 WITA