Antara Harta dan Anak

Jumat, 5 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Aswan Nasution

Penulis: Aswan Nasution

“Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah Swt. ada pahala yang besar.” (QS. Al-Anfal: 28).

 

GONTB – Harta yang melimpah yang kita miliki belum tentu akan menjadikan kita bahagia dan mendapat tempat serta derajat yang tinggi di sisi Allah SWT di akhirat kelak.

Akan tetapi justru bisa menjerumuskan kita ke jurang kenistaan dan kedalam kehinaan serta kesengsaraan apabila kita lupa terhadap Allah SWT yang memberikan harta tersebut.

Kita tidak hanya lupa bahwa harta yang dimilikinya itu harus dikeluarkan zakatnya sebagai hak fakir-miskin, bahkan kita lupa pula akan shalat dan kewajiban-kewajiban yang lain karena disibukan oleh harta yang kita miliki itu.

Untuk itu hendaklah kita kembali kepada firman Allah SWT, di dalam surat at-Taubah ayat 34-35, yang mengingatkan ancaman bagi orang-orang-orang yang hobinya menumpuk-numpuk harta tanpa mau mengeluarkan sebagiannya untuk zakat dan infaq di jalan Allah SWT.

Baca Juga:  Perpecahan, Sebab Mundurnya Umat Islam

Begitu pula putra-putri kita, karena kita terlalu memanjakan mereka, kita turuti segala kemauan mereka kita biarkan mereka bergaul dengan siapapun tanpa kita awasi dan kontrol.

Karena itu timbullah penyesalan diri, kita akan menyesal karena kita tidak membina dan mengarahkan anak-anak kita menuju jalan yang benar yakni menuju jalan agama Islam.

Agama Islam yang penuh dengan keadilan, kedamaian, ketentraman, benar-benar telah hilang dari jangkauan mereka. Karena kelalaian tersebut, maka kita akan saksikan bahwa putra-putri kita berprilaku jauh dari perilaku Islami, bertindak amoral yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Dalam sejarah Islam di Cordoba kita ketahui masjidnya berubah status menjadi gereja, penduduknya telah dipaksa untuk murtad, dipaksa untuk memilih salah satu di antara tiga pilihan yakni masuk kristen, dibunuh atau diusir.

Padahal Islam telah berjaya disana kurang lebih sampai 700 tahun lamanya. Semuanya itu terjadi karena ketika Islam berjaya dan menjadi mayoritas di sana, kaum muslimin menjadi sombong, melupakan dan tidak memperhatikan regenerasi dan kaderesasi.

Baca Juga:  Hidup Adalah Perubahan

Mereka benar-benar telah lalai membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama Islam karena terbuai oleh isu-isu duniawiyah yang disebarkan oleh agama lain yang ingin menghacurkan dan meruntuhkan agama Islam.

Mereka melupakan peringatan Allah Swt, yang ditunjukkan oleh tentara Islam pada waktu perang Hunain yang menjadi sombong karena banyaknya jumlah tentara dan kemenangan yang telah dicapainya.

Jelaslah bagi kita, bahwa kesombongan, merasa sebagai mayoritas dan super maupun merasa kuat. Semuanya itu dapat menjadikan kita lemah, bahkan akhirnya lupa bahwa zaman ini selau berkembang dan mengalami perubahan, sedangkan persiapan kita untuk hari esok tidak ada sama sekali.

Hal yang demikian inilah yang akan mengakibatkan kelemahan dan kehancuran bagi kaum muslimin. Tidak mustahil sesuatu yang terjadi di Cordoba, akan terjadi pula di negara kita Indonesia, apabila kita umat Islam lengah dan lemah. Padahal semuanya itu jelas sama sekali tidak kita inginkan

Baca Juga:  Berjalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina, Berapa Kilo Meter Jaraknya ?

Oleh karena itu, untuk menyongsong hari esok yang lebih cerah di dalam kehidupan agama Islam, marilah kita kuatkan kwalitas iman kita. Kita jadikan Islam sebagai asas atau dasar di dalam segala aktivitas kehidupan.

Kita jadikan kejujuran, kesederhanaan, keikhlasan, qana’ah, sopan santun, sabar sebagai pembawaan dan pakaian pribadi kita. Kita galakkan pendidikan dan pendalaman di segala lapisan masyarakat.

Apabila beberapa hal tersebut di atas bisa tertanam di dalam diri kita, putra-putra kita, masyarakat kita insya Allah kita akan termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan kemenangan, sesuai dengan janji Allah Swt. Amiin Ya Rabbal A’lamin.

Nashrum minallahi wa fathun qarib wabasysyiril mu’minin. ***

Penulis : Aswan Nasution

Editor : Dedi Suhadi

Sumber Berita: Aswan Nasution

Berita Terkait

Kenapa Harus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Mencintai Nabi Sepenuh Hati
7 Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadits
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia Ditengah Hantaman Badai Korupsi
Nasehat Kematian
Makna Sebuah Do’a yang Mustajab
Hijrah dan Kebangkitan Ummat
Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:40

Kenapa Harus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:34

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Mencintai Nabi Sepenuh Hati

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:34

7 Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:07

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia Ditengah Hantaman Badai Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 - 17:58

Nasehat Kematian

Berita Terbaru