GONTB – Ketua Komunitas Masyarakat Muslim Mataram-Nusa Tenggara Barat, Ustadz Zainul mengajak untuk dapat menyelengagarakan peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dengan perayaan ini akan mrnumbuhkan rasa “Mencintai Nabi SAW Sepenuh Hati”.
Ustadz Zainul sebagai koodinator mengatakan: “Tak terasa, kita kembali berada pada bulan Rabiul Awwal. Bulan kelahiran Rasulullah SAW. Seperti biasa, Peringatan Hari Kelahiran [Maulid] Rasulullah SAW. Ramai diselenggarakan oleh kaum Muslim di berbagai tempat dengan penuh kegembiraan.” ujarnya.

Selanjutnya Zainul menyebutkan: “Kegembiraan itu tentu wajar. Pasalnya, kelahiran Rasulullah SAW. adalah nikmat yang paling agung bagi umat manusia. Allah berfirman: “Sungguh Allah memberi kaum Mukmin karunia ketika Dia mengutus seorang rasul [Muhammad] ditengah-tengah mereka sendiri. Ia membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan [jiwa] mereka al-Kitab [al-Quran] meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. [QS. Ali Imran [3]: 164]. pungkasnya.
Salah seorang penceramah, Ustadz Rozi Iskandar menekankan bahwa: “Peringatan Maulid Nabi SAW adalah satu wasilah untuk terus memelihara rasa cinta [mahabbah] kepada beliau.
Mencintai beliau tentu tidak seperti mencintai sesama manusia. Kecintaan seorang Muslim kepada beliau harus di atas kecintaan kepada yang lain. Nabi Muhammad SAW sendiri yang menyatakan demikian: “Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia menjadikan aku lebih dia cintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia”. [HR. al-Bukhari]. ujarnya.
Ustadz Rozi menambahkan, “Siapa pun yang mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya sepenuh hati, yang terus ia pertahankan sampai mati, ia pasti akan bersama- sama dengan beliau di surga-Nya nanti “. Beliau bersabda: “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” [HR. al-Bukhari] tutupnya.
dai lainnya, ustadz Sumira Attundaky, menjelaskan: “Cara meneladani Nabi Muhammad SAW. hakikatnya adalah dengan mengamalkan seluruh isi al-Quran, yang tidak hanya menyangkut ibadah ritual dan akhlak saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia; mulai dari akidah dan ibadah hingga berbagai muamalah seperti dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, hukum dan pemerintahan”. ujarnya.
Ustadz Sumira juga menguraikan, ” Sebabnya, Rasulullah SAW. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat dan haji secara benar. Beliau pun mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik [pengaturan masyarakat]”. pungkasnya. ***















