Nasehat Kematian

Senin, 27 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: ASWAN AMIR HASAN NASUTION

Penulis: ASWAN AMIR HASAN NASUTION

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenarnya] dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” [QS 21: 35].

GONTB – KEMATIAN merupakan salah satu rahasia Allah SWT yang telah ditentukan kepada tiap-tiap makhluk yang bernyawa. Bila ajal telah tiba tak seorang pun yang bisa menolak atau minta ditangguhkan barang sesaat pun. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an [QS 15: 5]: “Tidak ada satu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak pula mengundurkannya.”

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman: ” Dan Allah sekali–kali tidak akan menangguhkan [kematian] seseorang apabila datang ajalnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS 63: 11].

Baca Juga:  Pemkot Mataram Gelar Shalat Idul Adha Terpusat di Mall, Berikut Nama Imam dan Khatibnya

Kemegahan dunia seringkali menggoda dan melalaikan manusia untuk mengingat mati. Maka, lahirlah manusia berperilaku hewaniyah, menghalalkan segala cara untuk kepuasan nafsu syahwat-termasuk korupsi, kolusi, dan nepotisme-yang cukup merugikan dirinya dan orang lain.

Apalagi bila didukung fasilitas yang maju dan modern, manusia semakin jauh dari tujuan diciptakannya. Allah berfirman: “Bermegah-megahan  [dalam soal banyak anak, harta, pangkat, pengikut, dan kemuliaan] telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui [akibat perbuatan itu] dan janganlah begitu kelak kamu akan mengetahui.” [QS 108: 1-4].

Baca Juga:  Sambut Hari Santri Nasional 2024, Kemenag NTB gelar Santri Bersholawat

Banyak manusia tidak sadar bahwa waktu-waktu yang telah berlalu adalah langkah pasti menuju ketentuan Allah, yakni; kematian! Karena tidak disadari kedatangannya, seringkali kematian dianggap terlalu cepat, mendadak, dan di luar perkiraan.

Banyak manusia yang ketika dicabut nyawanya sedang dalam keadaan “mabuk kepayang kenikmatan dunia”. Padahal dengan datangnya kematian maka tidak ada artinya lagi isi dunia ini.

Baca Juga:  Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok

Sebab, kematian berarti berhentinya segala nikmat yang pernah atau sedang dirasakan manusia dan terpisahnya manusia dengan anak, keluarga, pangkat, harta, dan segala apa yang ada dunia.

Karena itu, alangkah baiknya bila kematian – baik saudara, anak, tetangga, atau teman, dan bahkan orang lain pun bisa dijadikan sebagai panasihat yang jitu hingga manusia tidak akan lupa diri terhadap hak dirinya dan hak kepada penciptanya.

Orang bijak mengatakan, “Sering-seringlah kamu takziah karena akan mengingatkan diri kamu akan kematian.” Wallahu a’lam bis-shawab.

 [Aswan Amir Hasan Nasution]

Berita Terkait

Makna Sebuah Do’a yang Mustajab
Hijrah dan Kebangkitan Ummat
Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat
Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan
Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan
Hidup Adalah Perubahan
Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:58

Nasehat Kematian

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:17

Makna Sebuah Do’a yang Mustajab

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:49

Hijrah dan Kebangkitan Ummat

Senin, 9 Maret 2026 - 22:15

Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:02

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat

Berita Terbaru

Penulis: ASWAN AMIR HASAN NASUTION

Go Religi

Nasehat Kematian

Senin, 27 Jul 2026 - 17:58