GONTB – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, mahasiswa KKN Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) menggelar program edukasi anti-bullying di salah satu SD IT di Dusun Pelepok, Desa Labuan Tereng, Lombok Barat.
Kegiatan ini merupakan Program Kerja (Proker) individu dari Syarani Darayatul Asri, mahasiswi Program Studi Administrasi Pendidikan, yang melibatkan siswa-siswi kelas 3 dan 4.
Mengusung tema “Be a Buddy, Not a Bully: Ruang Aman untuk Semua”, rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif.
Siswa tidak hanya menerima materi mengenai pencegahan perundungan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung sikap saling menghargai bersama tim KKN Undikma.
Selain itu, pemutaran film dokumenter berjudul “Mana Janji Ayah” turut dihadirkan agar para siswa dapat mendalami konsep empati dan bahaya bullying secara lebih tersentuh.
Syarani Darayatul Asri berharap kegiatan ini memberikan dampak positif jangka panjang bagi para siswa.
“Dengan adanya program edukasi anti bullying ini, saya mengharapkan jiwa kemanusiaan timbul dengan sendirinya, mampu menghargai teman-teman mereka, dan juga mulai tumbuh jiwa persaudaraan yang dibangun sejak mereka kecil,” ujar Syarani.
Pihak sekolah menyambut hangat dan mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa KKN Undikma dalam membimbing para murid.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN Undikma yang telah memberikan sebuah pembelajaran yang luar biasa kepada siswa-siswi di sekolah kami. Semoga apa yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa bermanfaat bagi anak-anak di sini,” ungkap Sulastin, S.Pd salah satu guru di SD IT dusun Pelepok.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan rasa saling menjaga terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari para siswa di Desa Labuan Tereng.















