Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan

- Reporter

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mendorong peran strategis para pendamping desa berdaya transformatif untuk mengoptimalisasi berbagai sumber daya manusia dan potensi lokal ekonomi desa dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, saat mewakili Gubernur NTB dalam membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Berdaya Transformatif se-Pulau Lombok Tahap 2 di Grand Madani Hotel, Mataram, Selasa (07/07/2026).

Baiq Nelly menekankan bahwa pembangunan desa sebagai fondasi utama mewujudkan NTB yang maju, kuat, dan berkualitas. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pendamping desa menjadi modal utama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tugas Bapak dan Ibu sangat mulia karena mendampingi saudara-saudara kita yang berada dalam kategori miskin ekstrem. Fakta di lapangan menunjukkan ada saudara kita yang pengeluaran per bulannya tidak sampai Rp 500 ribu. Ini adalah tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” tegas Baiq Nelly.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Dapil Lombok H. Fauzan Khalid Bertemu Kader HMI, ini Pesannya!

Baiq Nelly menekankan bahwa kemajuan NTB sangat bergantung pada kemandirian desa. Menurutnya, desa harus mampu menjadi unit yang produktif, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Dalam konteks ini, keberadaan pendamping desa berdaya transformatif memegang peranan strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, hingga optimalisasi potensi ekonomi lokal.

Salah satu fokus utama yang ditekankan dalam forum tersebut adalah peran pendamping desa dalam pengentasan kemiskinan ekstrem. Baiq Nelly menyoroti tantangan nyata terkait angka kemiskinan di NTB yang saat ini berada di angka 11,38 persen.

Ia membandingkan angka tersebut dengan provinsi tetangga, Bali, yang memiliki tingkat kemiskinan di angka 3 persen meskipun memiliki potensi alam yang serupa. Hal ini menjadi pemacu semangat bagi para pendamping agar tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Wisatawan Malaysia dari Jurang Gunung Rinjani

Integrasi Inovasi dan Pemberdayaan
Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen memberikan dukungan nyata melalui pemberian modal usaha bagi masyarakat miskin ekstrem. Langkah ini diharapkan mampu memberikan pendapatan harian yang berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan mampu meningkatkan daya beli mereka di atas Rp500 ribu per bulan.

Konsep “Desa Berdaya Transformatif” yang diusung pun tidak hanya sebatas perubahan pola pikir, namun mencakup Penguatan kelembagaan desa,Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta Pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola desa.

Ia berharap melalui Bimtek ini, para pendamping desa diharapkan mampu memperkuat kompetensi, berbagi pengalaman lapangan, serta menyusun langkah strategis yang berdampak nyata.

“Kami mengajak seluruh pendamping untuk menjaga integritas dan profesionalisme. Jadilah agen perubahan yang mampu berkolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, hingga akademisi. Pendamping harus hadir tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai inovator dan motivator pembangunan desa,” pungkas Baiq Nelly.

Baca Juga:  GP Ansor NTB Bentuk LBH

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB Ir. Lalu Hamdi menjelaskan bahwa kegiatan bimtek ini merupakan yang ketiga kalinya bagi para pendamping desa berdaya transformatif.

“Kita harap para pendamping dapat bekerja dengan profesional. Tetap semangat karena bapak ibu adalah harapan kita semua,” harapnya.

Ia menegaskan bahwa pendampingan sesungguhnya adalah menjadi orang masuk kategori kemiskinan ekstrem bisa terlepas dan mendapatkan penghasilan tambahan melalui usaha-usaha yang di kembangkan dengan memanfaatkan berbagai potensi desa dan SDM masyarakat yang mumpuni.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para pendamping desa untuk mempercepat realisasi target pembangunan daerah, demi terwujudnya NTB yang lebih sejahtera. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iuran Wajib Partai Politik Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pengurang PPh Pasal 21
LAKPESDAM PC Lobar sebagai Motor Penggerak Pemberdayaan
Warga Dasan Geres Kenang Jiwa Sosial Brigjen L. Iwan di Tengah Proses Hukum
Dilantik Ketum Mardiono, PPP Kota Mataram Optimis Bidik Pimpinan Dewan
LAKPESDAM PCNU Lombok Barat Gembleng Kader melalui Program Penguatan Kapasitas, Direktur Eksekutif LAKPESDAM PBNU PUSAT Asrul Raman Jadi Narsumber Utama
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Keselamatan Kelistrikan, PLN UIW NTB Edukasi Warga Lombok Barat melalui Sosialisasi di Kantor Bupati
PLN UIW NTB Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Srikandi Goes to Campus di STIE Bima
Ditpolairud Polda NTB Gelar Bersih-Bersih Tempat Ibadah dan Berikan Bantuan Alat Keberaihan di Hari Bhayangkara ke-80
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:07 WITA

Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:35 WITA

Iuran Wajib Partai Politik Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pengurang PPh Pasal 21

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:15 WITA

Warga Dasan Geres Kenang Jiwa Sosial Brigjen L. Iwan di Tengah Proses Hukum

Minggu, 5 Juli 2026 - 05:47 WITA

Dilantik Ketum Mardiono, PPP Kota Mataram Optimis Bidik Pimpinan Dewan

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:09 WITA

LAKPESDAM PCNU Lombok Barat Gembleng Kader melalui Program Penguatan Kapasitas, Direktur Eksekutif LAKPESDAM PBNU PUSAT Asrul Raman Jadi Narsumber Utama

Berita Terbaru