Dalam upaya mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan seksual, Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggelar kegiatan Srikandi Goes to Campus bertema “Pencegahan Sexual Harassment di Lingkungan Kampus dan Kerja” di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima, Rabu (17/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memperkuat edukasi mengenai kesetaraan, perlindungan perempuan, dan pencegahan kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen akademisi STIE Bima, mulai dari mahasiswa, mahasiswi, hingga jajaran dosen pengajar. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, PLN menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima yang menyampaikan materi mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, langkah pencegahan, mekanisme pelaporan, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati dan melindungi di lingkungan kampus maupun tempat kerja.
Melalui kegiatan ini, PLN ingin meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menciptakan ruang yang aman dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun karakter individu yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta kesetaraan gender sebagai bekal memasuki dunia profesional.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa Srikandi PLN tidak hanya berperan sebagai wadah pengembangan perempuan di lingkungan perusahaan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Menurutnya, isu pencegahan pelecehan seksual merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui Srikandi Goes to Campus, kami ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan lingkungan kampus dan tempat kerja yang aman merupakan tanggung jawab bersama. PLN percaya bahwa pendidikan menjadi fondasi penting dalam membentuk budaya saling menghormati, menjunjung kesetaraan, serta berani mencegah dan melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan,” ujar Sri Heny Purwanti.
Pihak STIE Bima turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Srikandi PLN UIW NTB dalam menghadirkan ruang diskusi yang relevan dengan tantangan sosial saat ini. Menurut pihak kampus, materi yang disampaikan sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya pencegahan pelecehan seksual serta membangun budaya kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai bagi seluruh warga kampus.
Melalui program Srikandi Goes to Campus, PLN UIW NTB terus memperkuat implementasi aspek sosial dalam prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang inklusif, berkeadilan, dan bebas dari kekerasan. PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia yang lebih maju.













