Lawang Selaparang, dari Wayang Plastik hingga Pameran Foto Lawas dan Revitalisasi Sejarah

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sudut lain para pengunjung Lawang Selaparang 3 melihat pameran Foto Lawas. Foto (Dedi Suhadi/GONTB).

Sudut lain para pengunjung Lawang Selaparang 3 melihat pameran Foto Lawas. Foto (Dedi Suhadi/GONTB).

Mataram, GONTB – Gelaran Lawang Selaparang 3 yang diinisiasi Karang Taruna Kecamatan Selaparang Kota Mataram mampu menghadirkan berbagai kreatifitas mulai dari penampilan wayang botol, tarian, peresean, jalan santai hingga bincang revitalisasi sejarah dan budaya.

Gelaran Lawang Selaparang yang dilaksanakan dari tanggal 22-23 Agustus 2026 di Teras Udayana Mataram mampu menghadirkan pengunjung lintas generasi dari anak-anak hingga orang tua.

Dalam penampilannya, para siswa SD Negeri 122 Mataram lewat wayang botol mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Apalagi, sampah plastik bisa menjadi persoalan di kemudian hari “Mari bersama-sama menjaga lingkungan untuk kepentingan bersama,” kata Dalang wayang botol saat pentas.

Selain wayang botol, penampilan peresean juga mampu memukau pengunjung. Dengan teknik pukulan dan gaya bertarung khas-nya, para pepadu mampu beriringan dengan musik pengiring menambah seru sorak sorai penonton.

Tak kalah menarik, lomba terompah panjang yang membutuhkan konsentrasi dan satu komando melengkapi riuhnya suara penonton.

Baca Juga:  Launching Pelatda Unik di Tengah Laut Gili Gede, KONI Lobar Bidik Juara Porprov 2026

Pameran Foto Lawas

Hal menarik lain dalam gelaran Lawang Selaparang 3 yakni adanya pameran foto-foto lawas. Foto -foto yang menampilkan Lombok masa Hindia Belanda hingga kini mampu membuat decak kagum pengunjung. “Darimana foto-foto ini didapat,” celetuk seorang pengunjung.

Celetukan itu tentu bukan sekedar suara tapi bentuk apresiasi atas kerja keras tim Lawang Selaparang yang mampu mengumpulkan sekitar 100 foto lawas. “Sekitar 100 foto lawas yang kami siapkan meski tidak semuanya bisa ditampilkan karena keterbatasan tempat,” ucap seorang panitia.

Dalam mengumpulkan foto -foto lawas, panitia harus membuka berbagai web termasuk web dari Belanda yang banyak mendokumentasikan berbagai kegiatan masyarakat Lombok saat itu.

Fitriyah, Siswi kelas 10 SMK Yarsi mengaku tertarik mau mempelajari sejarah setelah melihat foto-foto lawas.

“Saya belum baca sejarah tapi tertarik melihat foto-foto ini (foto lawas). Sekarang saya ingin belajar sejarah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkab Lombok Barat Resmi Luncurkan Sistem E-Ticketing, Tingkatkan Fasilitas Pelabuhan Senggigi

Bahkan Fitriyah berkeinginan untuk menggelar pameran foto dan kegiatan yang berkaitan dengan sejarah pada suatu saat nanti. “Nanti kalau sudah dewasa, saya mau buat pameran seperti ini,” katanya.

Kedepan, Fitriyah berharap pemerintah daerah terus mendorong kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sejarah sehingga generasi muda tidak kehilangan akar sejarahnya.

“Kalau ada pameran atau kegiatan yang berkaitan dengan sejarah, saya ingin terus hadir,” katanya.

Revitalisasi Sejarah

Sisi lain yang tak kalah menarik dari gelaran Lawang Selaparang 3 yaitu bincang sejarah dengan menghadirkan Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam UIN Mataram, Prof DR Jamaluddin MA.

Dipandu Azizulhaq, Prof Jamaluddin bersama tokoh masyarakat, H. Parman mampu menghadirkan angan ke masa lalu.

Saat itu, lombok bukan hanya sebuah wilayah kecil tapi daerah kaya raya yang mampu mengekspor beras serta kekayaan alam lainnya hingga mancanegara.

“Pelabuhan Ampenan dan pelabuhan lainnya di Pulau Lombok, membuka jalur perdagangan internasional,” kata Prof Jamaluddin.

Baca Juga:  Jauh Dari Pasar, GPM Hadir di Desa Darmaji dengan Harga Terjangkau

Tidak hanya itu, jelas Prof Jamaluddin dalam syiar agama Lombok memiliki peran penting Dimana, kitab San Hyan Kamahayanikan, kitab yang disinyalir ditulis pada zamam pemerintahan Mpu Sindok pada abad 10 Masehi dan menjadi salah satu pedoman ajaran Budha ditemukan di Lombok.

Begitupun jejak penyebaran ajaran islam banyak ditemukan di Lombok sejak kedatangan Sunan Prapen hingga kini.

Saat ini, jelas prof Jamaluddin dan diamini H Parman yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram adalah melakukan revitalisasi monumen Bumi Gora (Gogo Rancah) dengan aksesorisnnya.

“Monumen Bumi Gora memiliki makna bagi perjuangan rakyat Lombok dalam mengatasi kekurangan pangan,” jelas Prof Jamaluddin.

Dengan adanya revitalisasi monumen Bumi Gora, jelas Jamaluddin generasi masa depan bisa melihat bagaimana masyarakat Lombok menanam padi dengan menggunakan alat tradisional.

“Ini bisa menjadi pembelajaran bagi generasi penerus sehingga bisa memahami perjuangan para leluhurnya,” katanya.*

Berita Terkait

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Tinjau PLTMG Rangko, Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa
Tinjau Pembangkit di Lombok, Dewan Energi Nasional Dorong Penguatan Keandalan dan Transisi Energi di NTB
Polsek Mataram Kawal Kunjungan Gus Miftah di Gereja Katolik St. Maria, Pesan Toleransi Menggema
PLN Maluku Manfaatkan FABA untuk Penataan Sirkuit Selawaring Tidore
HUT RI ke-81: PLN UIW NTB Melalui YBM PLN Perkuat Semangat Kemerdekaan melalui Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM di Bima
Semangat Kemerdekaan ke-81, PLN UIW NTB Perkuat Kesiapan Sistem Kelistrikan Jelang Aktivitas Masyarakat
Sambut Kemerdekaan RI, PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Pemeliharaan Rutin GIS Peaker
Listrik Andal di NTB, PLN UIW NTB Perkuat Budaya Safety

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:15

Lawang Selaparang, dari Wayang Plastik hingga Pameran Foto Lawas dan Revitalisasi Sejarah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:51

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Tinjau PLTMG Rangko, Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:17

Tinjau Pembangkit di Lombok, Dewan Energi Nasional Dorong Penguatan Keandalan dan Transisi Energi di NTB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:19

Polsek Mataram Kawal Kunjungan Gus Miftah di Gereja Katolik St. Maria, Pesan Toleransi Menggema

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:09

PLN Maluku Manfaatkan FABA untuk Penataan Sirkuit Selawaring Tidore

Berita Terbaru

Penulis: Aswan Amir Hasan Nasution

Go Religi

Kenapa Harus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Minggu, 23 Agu 2026 - 09:40

Go Peristiwa

Breaking News : Kampung Adat Sade Lombok Tengah Terbakar

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:50