Pemkot Mataram Bangun Huntara Untuk Masyarakat Terdampak Eksekusi Lahan Pondok Perasi

Senin, 2 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Paska eksekusi lahan di Lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram telah dilaksanakan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1638.K/Pdt/2010. Keputusan ini memenangkan Hj. Ratna Sari Dewi sebagai pemilik sah dari lahan tersebut, yang tercatat dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1507 dan SHM Nomor 1508.

Sejumlah warga yang terdampak mengajukan permohonan agar disediakan hunian layak dan gratis. Mereka berusaha untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat sebagai langkah mitigasi terhadap kondisi yang sulit akibat penggusuran tersebut.

Baca Juga:  Dirgahayu! HUT Ke-33 Kota Mataram: Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan

Warga berharap ada solusi cepat dari pihak pemerintah untuk membantu mereka yang kini kehilangan tempat tinggal.

Akhmad Muzaki, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, memberikan penjelasan kepada wartawan di lokasi tenda darurat.

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mataram akan memberikan perhatian serius kepada masyarakat yang rumahnya telah dieksekusi. Sebagai langkah awal, pemerintah berencana untuk menyediakan hunian sementara (huntara) bagi warga yang terdampak.

Baca Juga:  Wisata Pantai Ampenan, Pesona Alam Kaya Peninggalan Sejarah

“Pemerintah Kota akan membangun huntara. Sebagai langkah awal, kami telah menyediakan tenda darurat dan dapur umum untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat di sini. Rencananya, huntara ini akan siap dalam waktu satu bulan ke depan,” jelas Muzaki.

Pendataan telah dilakukan untuk mengidentifikasi warga yang tidak memiliki tempat tinggal setelah eksekusi lahan, sehingga jumlah huntara yang dibangun sesuai dengan KK yang terdampak dan tidak memiliki tempat tinggal.

Kehadiran fasilitas sementara seperti tenda darurat dan huntara ini bentuk perhatian pemerintah kota untuk mendampingi masyarakat yang terkena dampak.

Baca Juga:  Pemkot Mataram Gelar Shalat Idul Adha Terpusat di Mall, Berikut Nama Imam dan Khatibnya

“Ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi dampak sosial yang ditimbulkan akibat eksekusi lahan serta membantu warga mengatasi kesulitan yang ada,” katanya.

Berita Terkait

Dirgahayu! HUT Ke-33 Kota Mataram: Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan
Berusia 33 Tahun, Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Kota Mataram Masih Menjadi Persoalan
Masyarakat Tambal Sendiri Jalan, Kadis PUPR Kota Mataram Ngaku Belum Terima Laporan
SPALD-T di Moncok Karya, Dorong Peningkatan Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Semangat Hari Pancasila, PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Pemeliharaan Peralatan Monitoring Data di Gardu Induk Mantang, Lombok Tengah
Ketimbang Tempatkan Insinerator di Pasar, Azhari Ghufron Minta DLH Cari Alternatif Lain
Sukses! 1.989 Personel dan 184 Peralatan Pendukung amankan Listrik saat Idul Adha di NTB
KKN PMD Unram 2025 Desa Menggala, Transformasi Pertanian Desa Menggala Melalui Irigasi Tetes dan Pupuk Organik

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:12

Dirgahayu! HUT Ke-33 Kota Mataram: Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:56

Berusia 33 Tahun, Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Kota Mataram Masih Menjadi Persoalan

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42

Masyarakat Tambal Sendiri Jalan, Kadis PUPR Kota Mataram Ngaku Belum Terima Laporan

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:31

SPALD-T di Moncok Karya, Dorong Peningkatan Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:41

Semangat Hari Pancasila, PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Pemeliharaan Peralatan Monitoring Data di Gardu Induk Mantang, Lombok Tengah

Berita Terbaru

Go NTB

Desa Berdaya Bermanfaat untuk Menekan Tingginya PMI

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:04