Gas LPG langka, Ratusan Warga Geruduk Distributor di Lombok Barat

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Selasa, 16 September 2025 - 18:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat, GONTB – Ratusan warga Dusun Beremi, Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, menggeruduk kantor PT. Lombok Menara Energygas (LME) pada Selasa (16/9/2025), menyusul kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang sudah terjadi lebih dari sebulan.

Ironisnya, meski masyarakat tinggal berdampingan dengan perusahaan penyedia dan distributor gas, mereka justru kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari itu.

“Sejak pagi belum bisa masak karena nggak ada gas, sementara perusahaan ada di sekitar kita. Tapi mereka seperti tidak peduli,” ungkap Asmuni, salah seorang warga Bermi, kepada GoNTB.

Menurut warga, kelangkaan ini membuat harga gas melon di pasaran melonjak drastis. Tabung gas yang seharusnya dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu, kini harus ditebus hingga Rp35 ribu.

Lebih ironis lagi, meskipun terdapat agen resmi LPG di Dusun Bermi, warga kerap ditolak saat hendak membeli. Mereka menduga para agen lebih memilih menjual kepada pelanggan dari luar desa.

“Ada agen di sini, tapi kalau kita beli malah ditolak. Justru banyak yang dijual ke luar desa,” tegas Asmuni.

Kondisi itu memaksa warga bertindak nekat mendatangi langsung kantor PT LME. Mereka meminta perusahaan memprioritaskan distribusi kepada masyarakat setempat yang paling terdampak.

“Ini masalah perut. Sudah beberapa hari kita kesusahan masak gara-gara gas kosong,” sambungnya.

Hal serupa dirasakan Ibu Ramni, seorang ibu rumah tangga di Beremi. Ia mengaku harus berkeliling mencari gas hingga ke Kota Mataram karena kerap ditolak agen di desanya sendiri.

“Kami sudah cari ke sana kemari, bahkan harus ke Mataram. Di agen ada, tapi tetap saja kami ditolak,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah maupun perusahaan segera turun tangan. Mereka mendesak agar PT LME memperketat pengawasan terhadap agen-agen nakal yang dianggap lebih mengutamakan pembeli dari luar daerah.

“Harapan kami, pemerintah dengar keluhan ini. Jangan sampai warga yang tinggal di sekitar perusahaan malah jadi korban kelangkaan,” pungkas Ramni.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PT LME belum memberikan keterangan resmi terkait aksi protes warga serta penyebab kelangkaan gas di wilayah tersebut. ***

Baca Juga:  Musyawarah Khusus, Masyarakat Jagaraga Minta Kafe Ilegal dan Kosan Tutup Permanen
Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terobos Lampu Merah di Simpang Pagutan, Pengendara Tabrak Ibu dan Bayi Lalu Kabur
Kebakaran Hanguskan Studio Tutorial Kue di Perumahan Belpark Gunungsari
Terseret Arus Sungai, Wanita Asal Mataram Hilang di Kekait
Kebakaran Alas Sumbawa, Satu Anggota Damkar Meninggal: Gubernur Perintahkan Langkah Darurat
Tukang Ojek Ditemukan Meninggal di Pasar Kebon Roek Ampenan
Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri Polsek Ampenan Langsung Identifikasi
Ditpolairud Polda NTB Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas dari Perairan Senggigi ke RS Bhayangkara
21 Rumah Terdampak, Warga Buat Tanggul Sementara
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:45 WITA

Terobos Lampu Merah di Simpang Pagutan, Pengendara Tabrak Ibu dan Bayi Lalu Kabur

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:41 WITA

Kebakaran Hanguskan Studio Tutorial Kue di Perumahan Belpark Gunungsari

Senin, 6 April 2026 - 06:34 WITA

Terseret Arus Sungai, Wanita Asal Mataram Hilang di Kekait

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:01 WITA

Kebakaran Alas Sumbawa, Satu Anggota Damkar Meninggal: Gubernur Perintahkan Langkah Darurat

Senin, 16 Maret 2026 - 20:17 WITA

Tukang Ojek Ditemukan Meninggal di Pasar Kebon Roek Ampenan

Berita Terbaru