Ini Program Strategi Lalu Iqbal Berantas Kemiskinan Ekstrem di NTB

Sabtu, 25 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal turun ke desa-desa miskin untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat. Pemprov NTB meluncurkan program Desa Berdaya untuk mengatasi kemiskinan. Foto (Doc.Ist)

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal turun ke desa-desa miskin untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat. Pemprov NTB meluncurkan program Desa Berdaya untuk mengatasi kemiskinan. Foto (Doc.Ist)

GONTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan program Desa Berdaya, sebuah langkah strategis Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut. Program ini menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem dari 2,04 persen menjadi nol persen pada tahun 2029.

“Tahun ini ada 40 desa yang menjadi sasaran awal Program Desa Berdaya Transformatif dan Tematik. Targetnya sekitar 7.225 kepala keluarga akan mendapat pendampingan langsung,” kata Gubernur Iqbal dalam pesan singkatnya, Jumat (24/10/2025).

Iqbal menegaskan, kemiskinan merupakan akar dari berbagai persoalan sosial. Karena itu, pemerintah provinsi menyiapkan dua skema utama dalam program ini: Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.

“Desa Berdaya Tematik menyasar seluruh 1.166 desa dan kelurahan di NTB. Sementara Desa Berdaya Transformatif difokuskan bagi 106 desa dengan penduduk miskin ekstrem,” jelas mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.

Baca Juga:  Dua Rescuer Mataram Ikut Misi Kemanusiaan di Myanmar

Ia menambahkan, pelaksanaan program ini akan didasarkan pada verifikasi dan validasi data Regsosek 2023 yang disempurnakan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama pada kelompok desil 1. Dari data tersebut, pemerintah akan menentukan intervensi yang tepat — mulai dari perlindungan sosial hingga pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang belum memiliki penghasilan.

“Perlindungan dan pemberdayaan harus berjalan beriringan agar masyarakat benar-benar bisa keluar dari kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Untuk pelaksanaannya, Pemprov NTB akan menggandeng seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten/kota, lembaga filantropi, hingga sektor swasta.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Dapil Lombok Fauzan Khalid Tinjau Rumah Warga Penerima Bantuan

“Potensi sumber daya pembangunan dari berbagai pihak akan kita orkestrasi agar fokus menyelesaikan masalah di desa transformatif maupun tematik,” kata Iqbal.

Setiap desa yang ikut dalam program ini akan menerima alokasi anggaran antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per desa, disalurkan secara bertahap sesuai kesiapan desa dan kemampuan anggaran daerah. Khusus untuk Desa Berdaya Transformatif, pemerintah juga menyiapkan stimulan sekitar Rp 7 juta per kepala keluarga dalam bentuk program pemberdayaan intensif dan pendampingan.

Pendanaan program ini bersumber dari APBD Provinsi NTB, namun bersifat kolaboratif dengan dukungan anggaran dari kabupaten/kota, pemerintah pusat, dan mitra pembangunan internasional.

Menanggapi kemungkinan tumpang tindih dengan dana desa, Iqbal menegaskan bahwa program ini justru akan disinergikan dengan program yang sudah ada.

Baca Juga:  KMP Putri Yasmin Terbakar, Komisi V DPR RI Desak Kemenhub Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran

“Desa Berdaya tidak akan menggantikan dana desa, tetapi memperkuatnya. Kabupaten, kota, dan desa akan berkontribusi bersama. Namanya kolaborasi, semua pihak kita ajak,” pungkasnya.

Program Desa Berdaya menjadi salah satu program unggulan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.

Desa Berdaya Transformatif menargetkan 15.858 rumah tangga miskin ekstrem di 106 desa, sementara Desa Berdaya Tematik akan menjangkau 336 desa miskin absolut dan 724 desa/kelurahan lainnya.

Melalui program ini, Pemprov NTB berharap masyarakat desa dapat mandiri, berdaya secara ekonomi, dan keluar dari lingkar kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan.***

Penulis : Redaksi GONTB

Editor : Redaksi GONTB

Sumber Berita: ASLINEWS.ID

Berita Terkait

Semangat “Berembuk”, Muhammad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagi Polak
MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto
Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028
Musorprov XIII KONI NTB Hangat, Pendukung Pakai Rompi Orange, Mori Hanafi: Pertanda Organisasi Ini Strategis
Aksi Bersih Pantai Senggigi, DPC Demokrat Lombok Barat Dorong Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”
Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Polresta Mataram Bantu Lansia Kursi Roda
Gerakan Tanam Cabai di Sekolah,; Wabup UNA Langkah Kecil untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi
TASPEN Mataram Turut Meriahkan Senam Bersama Pensioner Community dan PWRI Kota Mataram

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:48

Semangat “Berembuk”, Muhammad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagi Polak

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:13

MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:06

Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:05

Musorprov XIII KONI NTB Hangat, Pendukung Pakai Rompi Orange, Mori Hanafi: Pertanda Organisasi Ini Strategis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:43

Aksi Bersih Pantai Senggigi, DPC Demokrat Lombok Barat Dorong Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”

Berita Terbaru