Ketika Gemericik Air Terangi Jalan

- Reporter

Kamis, 30 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Pembangkit Listrik Tenaga Pico Hydro (PLTPH) digunakan sebagai penerangan jalan. Foto (DSHD/gontb).

Pembangkit Listrik Tenaga Pico Hydro (PLTPH) digunakan sebagai penerangan jalan. Foto (DSHD/gontb).

GONTB – Di awal tahun 1980-an, wilayah Dusun Selat Desa Selat Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, saat malam masih banyak diselimuti kegelapan.

Pada masa itu, tidak semua warga bisa menikmati terangnya lampu penerangan milik PT PLN (Persero). Pasalnya, tidak semua orang mampu untuk pasang listrik dari PT PLN (Persero).

Kalaupun ada lampu penerangan, saat itu warga lebih banyak menggunakan lampu templek, senter atau obor saat menyusuri jalan di malam hari.

Seiring perjalanan waktu, listrik dari PT PLN (Persero) terus merambah menerangi sudut-sudut pemukiman warga, tak terkecuali di Desa Selat Kecamatan Narmada.

Melihat kondisi yang ada, Mardan salah satu warga berhasrat untuk bisa memanfaatkan gemericik air yang mengalir di aliran sungai dekat rumahnya,  Hal itu tidak lepas dari pendidikan yang ditempuhnya, di sebuah Sekolah Teknik Menengah (STM).

“Dari sejak STM, saya ingin bisa memanfaatkan air sungai untuk  listrik daripada terbuang percuma,” ucap Mardan.

Baca Juga:  Terbaik! Kelurahan Pejarakan Karya Kota Mataram Terima Penghargaan Peacemaker Justice

Keinginan untuk memanfaatkan aliran air sungai terus mengganggu pikirannya. Hingga, beberapa tahun terakhir kembali dipertemukan dengan teman satu almamaternya di STM.

Pertemuan itu membawa berkah, dalam perbincangan akhirnya disepakati bagaimana memanfaatkan aliran air sungai untuk penerangan. Pasalnya,  saat ini hampir semua warga di Dusun Selat Barat  sudah menikmati listrik PT PLN (Persero).

“Kalau listrik dari PT PLN (Persero) hampir semua warga sudah pasang, hanya di jalan-jalan tertentu yang masih gelap termasuk di jembatan penghubung yang belum ada penerangan jalannya,” kata Mardan.

Setelah melihat potensi air sungai yang ada di sekitar Dusun Selat Barat tetap mengalir tanpa henti meski di musim kemarau, Irwan Arditiajaya yang kini aktif sebagai guru SMKN 1 Lingsar mulai merakit Pembangkit Listrik Tenaga Pico Hydro (PLTPH).

“Kalau teorinya, dengan debit air 50 liter perdetik dan ketinggian sekitar 3 meter maka listrik yang dihasilkan sekitar 1000 hingga 1200 VA,” jelas Irwan.

Baca Juga:  PLN Catat Konsumsi Kendaraan Listrik di SPKLU Meningkat 500 Persen Sepanjang Nataru

Untuk membuat picohydro, jelas Irwan pihaknya harus membuat sendiri alat alat yang dibutuhkan, mulai dari turbin hingga saluran air untuk diteruskan ke turbin.

“Semua alat di buat sendiri, tidak bisa beli jadi. Ini terkait dengan desain dimana picohydro ditempatkan,” katanya.

Untuk membuat picohydro di Dusun Selat Barat, jelas Irwan dibutuhkan dana sebesar Rp 25 – 30 juta yang merupakan dana CSR dari luar negeri.

“Soal waktu relatif, memang agak lama karena kami juga mengerjakan picohydro di tempat lain,” katanya .

Setelah semua peralatan siap, jelas Irwan pihaknya kemudian melakukan ujicoba untuk memastikan kesiapan alat picohydro.

“Uji coba dilakukan beberapa kali, hingga kami yakin alat dalam kondisi aman dan berfungsi dengan baik. Barulah pada Selasa, 28 Oktober 2025, picohydro bisa dimanfaatkan untuk penerangan,” katanya.

Baca Juga:  PLN NTB Perkuat Sistem Kelistrikan Pulau Sumbawa, Tambah Kapasitas Pembangkit 5 MW

Dari diskusi dengan warga, jelas Irwan pihaknya akan memasang 5 titik lampu penerangan selain akan dimanfaatkan untuk kebutuhan di pemakaman umum.

“Kan kalau ada orang meninggal, saat pemakaman butuh sound. Listriknya bisa memanfaatkan picohydro,” katanya.

Mardan, warga Dusun Selat Barat mengaku pihaknya siap mengoperasikan picohydro sesuai kebutuhan.

“Untuk sementara lima titik nanti akan berkembang sesuai kebutuhan,” katanya.

Menurut Mardan, jika warga ingin memanfaatkan picohydro untuk penerangan jalan tinggal menyiapkan alat alatnya seperti kabel dan bohlamnya.

“Masih ada jalan yang belum ada lampu penerangannya. Kalau warga ingin pasang lampu penerangan dan listriknya dari air sungai ini, tinggal beli kabel dan lampunya. Langsung pasang,” katanya.

Haji Badri, salah satu warga bersyukur atas dipasang lampu penerangan jalan dengan memanfaatkan aliran  air sungai.

“Kami bersyukur, air sungai bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga. Apalagi, bisa juga dimanfaatkan saat ada pemakaman,” katanya.  (DSHD)

Penulis : Dedi Suhadi

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Berita Terkait

Dari Peserta Menjadi Pemimpin, Perjalanan Paridatul Ilmi Menemukan Makna Pramuka
Sambut HUT Humas Polri ke-75, Polresta Mataram Kumpulkan 50 Kantong Darah
Mengenal Sosok yang Tak Terkenal ?, Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia di NTB
YBM PLN UIW NTB Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Batukliang Utara, Wujud Kepedulian dan Kebermanfaatan ZISWAF
Dr. Riyan: Onthel dan Vespa Tua
Cerita Idul Fitri 2026: Mudik Tenang dengan Mobil Listrik, Dinda Rasakan Kemudahan SPKLU PLN
Menghidupkan Napas Peresean Dalam Sandiwara Radio
Berkah Ramadhan, PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Ribuan Warga Lewat Light Up The Dream

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:09

Dari Peserta Menjadi Pemimpin, Perjalanan Paridatul Ilmi Menemukan Makna Pramuka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:48

Sambut HUT Humas Polri ke-75, Polresta Mataram Kumpulkan 50 Kantong Darah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:44

Mengenal Sosok yang Tak Terkenal ?, Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia di NTB

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

YBM PLN UIW NTB Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Batukliang Utara, Wujud Kepedulian dan Kebermanfaatan ZISWAF

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:05

Dr. Riyan: Onthel dan Vespa Tua

Berita Terbaru

Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma) se-Kabupaten Lombok Barat mengikuti Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Manajemen Usaha. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 2–3 November 2026 di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat.

Go Lombok Barat

Tingkatkan Kapasitas BUMDES, Pemda Lobar Latih Ratusan Anggota

Senin, 2 Nov 2026 - 10:20