GONTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang berkelanjutan melalui penyediaan akses kelistrikan bagi sektor pertanian. Pada 13 Juni 2026, PLN UIW NTB berhasil menyelesaikan penyalaan 100 persen pada 18 lokasi program pompanisasi yang berada di wilayah kerja UP3 Sumbawa sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pendukung ketahanan pangan di daerah.
Dari total 18 lokasi yang berhasil dialiri listrik tersebut, sebanyak 4 lokasi berada di wilayah kerja ULP Alas dan 14 lokasi lainnya berada di wilayah kerja ULP Empang. Seluruh titik pompanisasi tersebut merupakan fasilitas yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian, sehingga petani dapat memperoleh akses air yang lebih mudah, efektif, dan berkelanjutan dalam mengelola lahan pertanian mereka.
Keberhasilan penyalaan seluruh lokasi pompanisasi ini menjadi wujud nyata peran PLN dalam mendukung agenda strategis pemerintah di sektor pertanian. Kehadiran listrik pada sistem pompanisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui ketersediaan air yang lebih terjamin, khususnya pada wilayah yang selama ini menghadapi tantangan akses irigasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam proses pelaksanaannya, PLN menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Seluruh lokasi pompa berada pada jalur yang tidak mudah dijangkau dan sebagian besar berada di tengah area persawahan. Kondisi medan yang menantang tersebut mengharuskan petugas PLN melakukan upaya ekstra dalam pembangunan jaringan listrik agar dapat menjangkau setiap titik pompanisasi sesuai target yang telah ditetapkan.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa keberhasilan penyalaan 18 lokasi pompanisasi ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penyalaan 100 persen program pompanisasi di wilayah UP3 Sumbawa ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung swasembada pangan nasional yang berkelanjutan melalui penyediaan energi yang andal bagi sektor pertanian,” ujar Sri Heny Purwanti.
Lebih lanjut, Sri Heny menambahkan bahwa program pompanisasi memiliki dampak strategis karena mampu membantu petani dalam mempermudah proses irigasi, meningkatkan efisiensi operasional pertanian, serta memperluas pemanfaatan energi listrik hingga ke wilayah-wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses. Menurutnya, pemerataan akses listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
PLN UIW NTB akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk memperluas pemanfaatan energi listrik pada sektor produktif. Melalui keberhasilan penyalaan program pompanisasi ini, PLN berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, serta mendukung tercapainya target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. ***














