Anak-Anak Korban Dampak Erupsi Lewotobi Semangat Belajar Meski di Sekolah Darurat

- Reporter

Selasa, 26 November 2024 - 06:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan belajar di sekolah darurat yang berlokasi di lapangan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Bokang, Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena, Flores Timur, NTT, Sabtu (23/11/2024). Foto: Agus Siswanto InfoPublik/IKP Kemkomdigi.

Kegiatan belajar di sekolah darurat yang berlokasi di lapangan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Bokang, Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena, Flores Timur, NTT, Sabtu (23/11/2024). Foto: Agus Siswanto InfoPublik/IKP Kemkomdigi.

GONTB – Anak-anak terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap menjalankan aktivitas belajar meskipun berada di lokasi pengungsian. Hal tersebut dimungkinkan berkat tenda-tenda sekolah darurat yang didirikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai upaya agar pendidikan anak-anak tetap berjalan.

Tenda-tenda sekolah darurat itu dibangun di berbagai lokasi strategis, seperti di sekitar posko lapangan (poslap), halaman sekolah, lapangan desa, hingga gereja. Meskipun tidak dilengkapi fasilitas seperti ruang kelas pada umumnya, tenda itu cukup representatif untuk kegiatan belajar-mengajar.

Salah satu tenda sekolah darurat adalah terletak di lapangan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Bokang, Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena. Berdasarkan pantauan pada Sabtu (23/11/2024), anak-anak tetap semangat belajar meski menggunakan fasilitas seadanya.

“Ruang kelas digunakan untuk para korban dampak erupsi. Jadi, anak-anak SDI bergabung belajar dengan anak-anak korban di tenda ini,” ujar Konstantinus Lana Liang, guru kelas 2 SD Inpres Bokang.

Menurut Konstantinus, ada sekitar 167 anak yang belajar di sekolah darurat itu. Mereka terdiri atas 67 siswa SDI Bokang dan hampir 100 anak korban yang terdampak erupsi. Mereka pun merasa senang karena masih bisa belajar meski di tengah keterbatasan.

“Anak-anak juga mendapatkan teman baru dari siswa SDI Bokang. Ini membangun rasa persatuan dan kebersamaan di tengah situasi sulit,” jelas Konstantinus.

Kegiatan belajar berlangsung dari pukul 07.30 hingga 10.30 WITA. Hal itu dilakukan untuk menghindari panasnya cuaca di lapangan tempat tenda sekolah darurat didirikan.

Baca Juga:  Menkomdigi Minta Operator Seluler Beri Keringanan Akses Internet bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

“Tenda berada di lapangan terbuka, jadi cuaca cukup terik. Kami tidak ingin anak-anak merasa tidak nyaman jika belajar terlalu lama di siang hari,” tambahnya.

Fasilitas Pendukung Memadai

Meski serba terbatas, kebutuhan alat tulis seperti buku, pensil, dan pulpen telah terpenuhi dengan baik. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan snack untuk menambah semangat mereka dalam belajar.

Konstantinus mengaku senang dapat berkontribusi sebagai pengajar di tengah kondisi darurat ini. Menurutnya, menjadi guru adalah panggilan jiwa, dan ia akan terus mengabdi selama masih memiliki kemampuan.

“Selama saya masih kuat, saya akan mengajar di mana pun. Bahkan jika sudah pensiun, jika diberi kesempatan, saya akan tetap mengajar,” ujarnya dengan semangat.

Bono Nobo (12), siswa kelas 6 yang menjadi korban, mengungkapkan rasa sedihnya karena harus meninggalkan rumah dan sekolah akibat erupsi. Namun, ia tetap semangat belajar di sekolah darurat.

Baca Juga:  Serius! PLN Capai Energi Hijau di NTB lebih Awal, Hadirkan Listrik Tanpa Merusak Alam

“Sedih, tapi saya tetap senang bisa belajar di sini. Semoga bencana ini cepat selesai supaya saya dan keluarga bisa kembali ke rumah,” harap Bono.

Berdasarkan data posko tanggap darurat per 22 November 2024 pukul 20.00 WITA, sebanyak 26 sekolah terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi, meliputi 14 Taman Kanak-Kanak (TK), 6 Sekolah Dasar (SD), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sebagai respons, Kementerian Sosial telah mendirikan belasan sekolah darurat untuk memastikan pendidikan anak-anak terdampak bencana tetap berjalan. Upaya ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah bencana. (IP)

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN UIW NTB Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Konservasi Penyu Mawil di Talonang Baru
Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025
Idulfitri Usai, PLN UIW NTB Pastikan Semangat Berbagi Terus Berlanjut untuk Masyarakat
Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global
Ini Rincian Tarif Listrik PLN per 1 April 2026
Listrik Andal Malam Idulfitri, Pawai Takbiran di Mataram Berjalan Meriah Penuh Cahaya
Anggota DPR RI H. Abdul Hadi Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Sertu Ruslan, Babinsa Mekarsari yang Berdedikasi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:44 WITA

PLN UIW NTB Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Konservasi Penyu Mawil di Talonang Baru

Sabtu, 11 April 2026 - 20:23 WITA

Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan

Rabu, 8 April 2026 - 16:17 WITA

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Kamis, 2 April 2026 - 16:58 WITA

Idulfitri Usai, PLN UIW NTB Pastikan Semangat Berbagi Terus Berlanjut untuk Masyarakat

Rabu, 1 April 2026 - 19:40 WITA

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

Berita Terbaru