Indahnya Akhlak Rasulullah SAW Terhadap Kaum Dhuafa

- Reporter

Jumat, 13 Desember 2024 - 06:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Aswan Nasution: Alumni 79 Al Qismul A'ly Al Washliyah, Ismai'liyah Medan & Alumni 83' Fak. Syari'ah Universitas Islam Sumatera Utara [UISU] Medan.

Penulis: Aswan Nasution: Alumni 79 Al Qismul A'ly Al Washliyah, Ismai'liyah Medan & Alumni 83' Fak. Syari'ah Universitas Islam Sumatera Utara [UISU] Medan.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan [yang sempurna], sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” [QS. Ali Imran: 92].

SUATU hari seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW membawa daging masak saraya berkata, “Ya Rasulullah, terimalah ini untuk para pakir miskin yang membutuhkannya”.

Waktu itu pakir miskin yang ada di Masjid Nabawi sudah makan malam. “Adakah diantara kalian yang masih mau makan daging itu?” Mereka menjawab, “Tidak, ya Rasulullah. Bukankah kami sudah makan?”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasulullah kemudian menyuruh Abu Hurairah mengantarkan daging itu kepada Ummul Yatama, wanita yang ditinggal suaminya dan mempunyai beberapa anak, “Saya diutus Rasulullah untuk mengantarkan daging untukmu dan anak-anakmu,” kata Abu Hurairah.

Baca Juga:  Amal yang Disukai Allah SWT

Namun, Ummul Yatama berkata dengan ramah, “Sampaikan salamku untuk Rasulullah. Semoga beliau dan Anda mendapat balasan yang setimpal atas kemurahan ini. Aku dan anak-anakku, Alhamdulillah sudah makan. Mereka sudah tidur semua.”

Namun, Abu Hurairah memaksanya. “Terima saja, ya Ummul Yatama, besok pagi kalau anak-anakmu bangun tidur berikanlah daging ini.” Ibu itu menolak lagi.

“Wahai Abu Hurairah, siapa yang menjamin kami akan hidup hingga esok pagi? Bawa saja daging itu dan berikanlah kepada orang yang lebih fakir dari kami.”

Subhanallah, betapa indahnya akhlak Rasulullah SAW dan para sahabat, terhadap kaum dhuafa [lemah ekonomi]. Satu sama lain saling memperhatikan dan tidak mementingkan dirinya sendiri. Keimanan mereka terpatri kuat bagai baja. Hati nurani mereka peka terhadap kesusahan dan penderitaan orang lain.

Baca Juga:  Jangan Khianati Amanat yang dipercayai

Tak heran apabila mereka mampu mendobrak peradaban dunia. Keindahan ahklak menjadikan Islam bersinar di penjuru dunia. Itulah ciri mukmin sejati. Di zaman multi krisis ini masih adakah orang-orang seperti itu?.

Padahal, kekayaan dan kemiskinan hakikatnya adalah ujian yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Itulah yang menyebabkan manusia lupa diri dan kufur akan nikmat-Nya.

Alangkah beruntungnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran [QS. Al-Ashr: 2-3]. Tetapi kebanyakan manusia hanya sibuk memikirkan dirinya tanpa memperhatikan dan peduli nasib orang lain.

Baca Juga:  Ketua DPRD Lombok Barat Dorong Kemenag Turun Langsung Temui Jamaah Haji yang Tertunda Berangkat karena Visa Belum Keluar

Mereka berlomba-lomba mengejar kekayaan walaupun dengan jalan batil. Korupsi, kolusi, dan manipulasi menjadi hal yang biasa. Rasulullah SAW menegaskan, “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka api neraka lebih berhak atasnya.” [HR. Tirmidzi].

Maka marilah kita buka hati nurani, untuk peka, empati dan simpati terhadap sesama. Berbuat kebaikan menjadikan kita manusia yang beruntung di dunia dan di akhirat. ” Kalian semua tidak akan pernah mendapatkan kebaikan sebelum kalian mendermakan sebagian harta yang kalian cintai. Ketahuilah segala apa yang kalian dermakan pasti Allah menegetahui.” [QS. Ali Imran: 92]. Wallahu a’lam bishshowab.

Referensi: Dikutip dari beberapa sumber.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat
Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan
Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan
Hidup Adalah Perubahan
Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini
Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok
Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 22:15 WITA

Anggota DPR RI F-NasDem, Fauzan Khalid Berperan Besar Kembangkan Santri Penghafal Al-Qur’an

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:02 WITA

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat

Senin, 23 Februari 2026 - 22:31 WITA

Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:16 WITA

Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:06 WITA

Hidup Adalah Perubahan

Berita Terbaru

Go NTB

Siswa MTsN 2 Lombok Barat Raih Juara 3 SMARSI MIPA 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 12:30 WITA