Taubat harus diiringi dengan rasa penyesalan sebagaimana sabda Nabi SAW, “Penyesalan adalah inti taubat”. [HR. Imam Ahmad]. Baik istighfar maupun taubat adalah bagian dari amal shalih yang disukai oleh Allah SWT.
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu sangat senang dengan taubatnya seorang hamba ketika ia bertaubat kepada-Nya, melebihi sukacita seseorang di antara kamu yang mengendarai ontanya di tengah padang pasir yang luas, tiba-tiba ontanya lari meninggalkannya sementara semua perbekalan makan dan mimum berada di atas punggung onta. Maka ia berputus asa menerima musibah itu. Lalu ia pergi suatu pohon dan beristirahat di bawah keteduhannya. Pada kondisi demikian itu tiba-tiba ontanya sudah berdiri di sampingnya, maka ia segera mengambil kendalinya seraya berkata, “Ya Allah, Engkau hambaku dan aku tuhan-Mu.’ saking gembiranya, [ia lupa].”,[HR. Bukhari- Muslim]. Wallahu a’lam bishshawab.
Referensi: Republika 2002.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














