Seorang ulama yang tokoh sufi, Hasan Al-Bashri, berkata, “Perbanyaklah istighfar di rumahmu, di ruang makan, di tengah perjalanan, di pasar, di tempat kerja, di pertemuan-pertemuan dan di mana pun dirimu berada saat itu. Sebab engkau tidak akan tahu di tempat manakah turunnya maghfirah Tuhanmu!” Rasulullah SAW sendiri bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku selalu mohon ampunan kepada Allah sehari semalam lebih dari 70 kali.” [Shahih Bukahri].
Hubungan terdekat yang hampir sama pengertiannya dengan istighfar ialah taubat yang artinya kembali kejalan Allah setelah mendurhakai-Nya. Taubat tidak cukup hanya membaca astaghfirulah, tapi harus diikuti oleh intensitas perubahan untuk kembali kepada parameter Islam.
Bila pelanggaran itu menyangkut hak Allah, maka taubatnya ialah menyesali dosa-dosa yang diperbuat dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Sedang apabila dosanya berhubungan dengan hak sesama, maka ia harus menyelesaikan dulu hubungannya dengan sesama itu dengan memohon kerelaannya, kemudian menyesali perbuatan tersebut di hadapan Allah SWT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














