Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Ini

Sabtu, 18 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi makan bergizi gratis yang dibagikan pada para siswa sekolah (x.com/wonosoboup)

Ilustrasi makan bergizi gratis yang dibagikan pada para siswa sekolah (x.com/wonosoboup)

GONTB – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengalami keracunan setelah mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis 16 Januari 2025.

Para siswa tersebut mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing, meskipun kondisi mereka tidak sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani, memastikan bahwa seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan.

“Sudah kita tangani, obati, kita observasi hasilnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelas Kunari pada Kamis (16/1/2025).

Dugaan Penyebab Keracunan

Insiden keracunan diduga disebabkan oleh makanan yang kurang matang.

Pengelola Satuan Pelaksanaan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kodim 0726/Sukoharjo mengakui bahwa menu ayam yang disajikan pada hari itu tidak dimasak dengan sempurna.

“Biasanya kalau kurang matang dari bau tidak, kalau dari bentuk tidak juga, istilahnya teksturnya agak gimana gitu, jadi anak langsung mengeluh sakit perut,” ungkap Kunari.

Baca Juga:  Dari Sembalun, Pemprov dan Pemda se-NTB Sepakati Pembentukan Satgas Program Prioritas

Kepala SD Negeri Dukuh 03, Lilik Kurniasih, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Menu yang disajikan pada hari itu meliputi nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu.

“Ada yang merasa mual, pusing, dan ada satu anak yang muntah,” tutur Lilik.

Siswa yang terdampak berasal dari kelas 1 hingga kelas 6. Setelah gejala muncul, pihak sekolah segera menghubungi tim SPPG dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sukoharjo Kota untuk memberikan penanganan.

Tanggapan Badan Gizi Nasional

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, turut memberikan tanggapan terkait insiden ini.

Ia memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan murni kesalahan teknis tanpa unsur kesengajaan.

Baca Juga:  PLN UIW NTB Tuntaskan 100 Persen Penyalaan Program Pompanisasi di Sumbawa, Dukung Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan

“Yang Sukoharjo terutama ya, ini adalah kesalahan murni teknis, tidak ada kesengajaan,” jelas Dadan di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat 17 Januari 2025.

Dadan mengapresiasi kesigapan petugas di lapangan yang segera mengambil tindakan setelah menyadari masalah pada makanan ayam crispy yang disajikan.

“Alhamdulillah sudah teratasi, karena pada saat dibagikan petugas kami segera menyadari bahwa ada hal yang kurang beres dengan makanan ayam crispy-nya,” ujarnya.

Untuk mencegah insiden lanjutan, sisa makanan sebanyak 2.400 porsi langsung ditarik dan diganti dengan telur.

Langkah ini dilakukan agar program MBG tetap berjalan dan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi.

“Sisa yang 2.400-nya segera ditarik, digantikan dengan telur,” tambah Dadan.

Ia juga memastikan bahwa kondisi para siswa yang terdampak sudah membaik dan mereka telah kembali bersekolah seperti biasa.

Baca Juga:  394 Jamaah Haji Indonesia Wafat, Berikut Daftar Nama Lengkapnya

“Hari ini mereka sudah sekolah lagi dan diberikan pelayanan makan, serta didampingi oleh petugas Puskesmas makan di sekolah dan normal,” jelasnya.

Komitmen Perbaikan Program MBG

Dadan menegaskan bahwa insiden ini tidak akan memengaruhi keberlanjutan program MBG. Upaya perbaikan teknis terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, Dadan menyebutkan bahwa ia dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh.

“Kami dipanggil untuk membicarakan masalah program makan bergizi gratis. Akan kami laporkan,” ujar Dadan.

Dengan adanya langkah cepat dari pihak terkait, insiden keracunan ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting dalam meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG ke depannya.

Berita Terkait

Dari Pesisir Tobelo, PLN Menanam Harapan untuk Generasi Mendatang
Jaga Terang di Momentum Kemerdekaan RI, PLN Perkuat Keandalan Pembangkit di Bima
Guru! Pilar Pencerdasan Kehidupan Bangsa
Begini cara PLN Jaga Keandalan Pembangkit di Wilayah Perbatasan dengan Timor Leste Jelang HUT RI ke-81
Kemkomdigi Tekankan Pentingnya Keseimbangan Penggunaan Gadget dan Interaksi Sosial bagi Anak
Kemendagri Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini
Perkuat Budaya K3, PLN Dwipantara Gelar PLN Pelatihan Penggunaan APAR
Polsek Ampenan Kawal Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Pastikan Peresmian Koperasi Merah Putih Berjalan Aman

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:44

Dari Pesisir Tobelo, PLN Menanam Harapan untuk Generasi Mendatang

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:52

Jaga Terang di Momentum Kemerdekaan RI, PLN Perkuat Keandalan Pembangkit di Bima

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:12

Guru! Pilar Pencerdasan Kehidupan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30

Begini cara PLN Jaga Keandalan Pembangkit di Wilayah Perbatasan dengan Timor Leste Jelang HUT RI ke-81

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:48

Kemkomdigi Tekankan Pentingnya Keseimbangan Penggunaan Gadget dan Interaksi Sosial bagi Anak

Berita Terbaru