Biaya ke LIDO Mahal, NTB Perlu Rumah Rehabilitasi

Senin, 20 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Gubernur NTB, Hassanudin. Foto (Dedi Suhadi)

Penjabat Gubernur NTB, Hassanudin. Foto (Dedi Suhadi)

GONTB – Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Nusa Tenggara Barat (NTB), Brigjen Pol Marjuki menyatakan BNN NTB masih  banyak memiliki kekurangan terutama mengenai sumber daya selain  belum adanya rumah rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

Dalam penanganan para  pengguna narkoba, jelas Marjuki pihaknya harus berhubungan dengan rumah rehabilitasi di LIDO Bogor.

“Untuk ke LIDO  perlu biaya banyak,” katanya saat ditemui Wartawan di Gedung DPRD NTB, Senin 20 Januari 2025.

Baca Juga:  Kapolda NTB Berganti, Ini Kata Sambutan Pertamanya

Karena itu,  ia  berharap di Indonesia Timur khususnya di Provinsi NTB perlu segera dibangun  rumah rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

“Dalam satu tahun, BNN NTB baru bisa memberikan pelayanan kepada 27 pengguna narkoba yang melakukan rawat inap dan 872 orang yang melakukan rawat jalan atau sekitar 1000 orang dari  64 ribu lebih penduduk NTB yang pernah menggunakan narkoba,” katanya.

Baca Juga:  Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru

Menanggapi keinginan pembangunan rumah rehabilitasi bagi pengguna narkoba, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaida menyatakan mulai tahun 2025 ada ketentuan para pengguna narkoba tidak boleh di hukum tapi direhabilitasi.

Karena itu, Isvie  berharap pemerintah provinsi NTB bisa secepatnya memiliki rumah rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

Apalagi, kata Isvie Rupaida Rumah Sakit Mutiara Sukma dan Rumah Sakit Provinsi NTB semakin banyak melayani para  pengguna narkoba.

Baca Juga:  6 Warga Desa Rarang Lombok Timur Terima Bantuan kWh Meter Listrik Gratis Pemerintah melalui PLN NTB

Sementara Penjabat Gubernur NTB, Hassanudin menyatakan sejak awal tugasnya sebagai penjabat gubernur di NTB pencegahan terhadap penggunaan narkoba menjadi prioritas.

“Narkoba merupakan ancaman generasi, ancaman pada lingkungan  dan masyarakat,” katanya.

Karena itu, Hassanudin menegaskan agar masyarakat NTB berani mengatakan tidak pada narkoba sehingga masyarakat NTB bisa diselamatkan dari narkoba.

“Katakan tidak pada narkoba,” katanya.*

Berita Terkait

“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades
Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru
Daftar Hari Terakhir, Rusman Hadi Bawa Visi “RUKUN” Maju Pilkades Bukit Tinggi
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Lobar Sebar Puluhan Gerobak dan Modal Usaha Produktif
Pengelolaan Dana Desa Terbuka, Atasi Air Bersih Hingga Drainase Jadi Program Prioritas Muhammad Sa’i 
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Siapkan 350 Personel dan 50 Kendaraan Pengamanan
Polisi Kawal Jalur Logistik MotoGP dari Pelabuhan Lembar ke Mandalika
OWL Eyewear Resmi Hadir di Mataram, Bawa Pilihan Korean Design Frames terbaik. 

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:44

“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:22

Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:16

Daftar Hari Terakhir, Rusman Hadi Bawa Visi “RUKUN” Maju Pilkades Bukit Tinggi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:31

Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Lobar Sebar Puluhan Gerobak dan Modal Usaha Produktif

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:06

Pengelolaan Dana Desa Terbuka, Atasi Air Bersih Hingga Drainase Jadi Program Prioritas Muhammad Sa’i 

Berita Terbaru