Kenaikan beban listrik diperkirakan akan terus terjadi sepanjang bulan Ramadhan, terutama pada jam-jam puncak seperti dini hari saat sahur dan sore hari menjelang berbuka puasa.
Pada malam hari, beban listrik juga mengalami peningkatan dari 313 MW menjadi 336 MW di sistem Lombok, sedangkan di sistem Tambora meningkat dari 132 MW menjadi 139 MW.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung lebih aktif menggunakan listrik pada waktu-waktu tersebut. Untuk mengatasi hal ini, PLN telah mengoptimalkan pembangkit listrik dan memastikan cadangan daya yang cukup.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peningkatan beban listrik selama Ramadhan merupakan hal yang penting untuk dianalisis dan diantisipasi dengan baik. Pasokan listrik yang andal sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan lancar.
Oleh karena itu, PLN perlu memastikan bahwa infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki mampu memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat selama periode ini.
Untuk menghadapi tantangan ini, PLN telah melakukan berbagai upaya, termasuk mengoptimalkan kinerja pembangkit listrik dan memastikan cadangan daya yang cukup.
Selain itu, PLN juga terus memantau kondisi jaringan listrik secara berkala untuk menghindari gangguan yang dapat mengganggu pasokan listrik.
Ribuan personel dan peralatan telah disiagakan di seluruh wilayah NTB untuk memastikan respons yang cepat terhadap segala kemungkinan gangguan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga keandalan listrik selama Ramadan.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan listrik, terutama pada jam-jam puncak. Selain itu, PLN mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi praktis dalam mengelola kebutuhan kelistrikan sehari-hari.
“Aplikasi PLN Mobile adalah aplikasi dimana pelanggan dapat mengakses semua kebutuhan listrik dalam satu genggaman,” imbau Sudjarwo.
Dalam pernyataannya, Sudjarwo menegaskan komitmen PLN untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan selama Ramadhan.
“Kami, PLN, siap untuk menjaga keandalan listrik selama Ramadan agar pelanggan dapat menjalani ibadah dengan aman dan lancar,” tutup Sudjarwo .
Dengan persiapan yang matang, serta dukungan dari semua masyarakat dan stakeholder, diharapkan pasokan listrik di NTB tetap stabil dan andal sepanjang bulan suci Ramadhan.
Halaman : 1 2














