Pembatasan Kuota untuk Kenyamanan Pendaki

Kamis, 10 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman menyatakan pembatasan jumlah pendaki dilakukan untuk menghindari Gunung Rinjani seperti pasar yang menimbulkan ketidaknyaman para pendaki.


“Bila ada keinginan untuk menambah kuota maka harus dilakukan kajian ulang,” katanya, Kamis 10 April 2025 menanggapi keinginan warga dan pelaku wisata yang menginginkan penambahan kuota pendakian di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu

Baca Juga:  868 Personel Dikerahkan, Patroli Rinjani Presisi Polda NTB Fokus Amankan Titik Rawan Gangguan Kamtibmas


Menurut Yarman, penetapan kuota sebanyak 700 orang yang dibagi dalam 6 jalur pendakian ke Gunung Rinjani didasarkan pada hasil kajian.


“Penetapan kuota didasarkan pada kenyamanan dan keselamatan para pendaki,” katanya.


Diharapkan, dengan pengunjung merasa nyaman saat berada di Gunung Rinjani maka pengunjung akan datang kembali.

Baca Juga:  Aksi Peduli Pokdarwis Desa Jerowaru di HUT PLN NTB


Saat ini, kata Yarman pihaknya tidak lagi ingin bicara tentang banyaknya jumlah pengunjung ke Gunung Rinjani tapi lebih kepada kualitas dan kenyamanan pengunjung yang datang ke Gunung Rinjani.


Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi. Ia menginginkan agar para pengunjung TNGR merasa aman dan nyaman sehingga mereka ingin balik lagi.

Baca Juga:  Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data


Menurut Sekda, sebagai wisata kelas dunia maka kualitas prasarana di kawasan TNGR harus diperhatikan termasuk puskesmas, SDM dengan kemampuan bahasa inggris serta peningkatan kedaruratan bagi porter. ***

Berita Terkait

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan
Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat
40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Minggu, 6 September 2026 - 17:40

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Minggu, 6 September 2026 - 17:38

Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi

Sabtu, 5 September 2026 - 13:33

Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Selasa, 1 September 2026 - 22:07

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Berita Terbaru