Pembatasan Kuota untuk Kenyamanan Pendaki

Dedi Suhadi

- Reporter

Kamis, 10 April 2025 - 21:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman menyatakan pembatasan jumlah pendaki dilakukan untuk menghindari Gunung Rinjani seperti pasar yang menimbulkan ketidaknyaman para pendaki.


“Bila ada keinginan untuk menambah kuota maka harus dilakukan kajian ulang,” katanya, Kamis 10 April 2025 menanggapi keinginan warga dan pelaku wisata yang menginginkan penambahan kuota pendakian di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu

Baca Juga:  Milad 15, Bergerak bersama Menuju MAN Lobar yang Mandiri Berprestasi


Menurut Yarman, penetapan kuota sebanyak 700 orang yang dibagi dalam 6 jalur pendakian ke Gunung Rinjani didasarkan pada hasil kajian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Penetapan kuota didasarkan pada kenyamanan dan keselamatan para pendaki,” katanya.


Diharapkan, dengan pengunjung merasa nyaman saat berada di Gunung Rinjani maka pengunjung akan datang kembali.

Baca Juga:  NTB Capital, Solusi Investasi ala Pemprov NTB


Saat ini, kata Yarman pihaknya tidak lagi ingin bicara tentang banyaknya jumlah pengunjung ke Gunung Rinjani tapi lebih kepada kualitas dan kenyamanan pengunjung yang datang ke Gunung Rinjani.


Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi. Ia menginginkan agar para pengunjung TNGR merasa aman dan nyaman sehingga mereka ingin balik lagi.

Baca Juga:  Januari -April 2025, Ditresnarkoba Polda NTB Ungkap 53 Kasus dengan BB 8,6 Kg Sabu


Menurut Sekda, sebagai wisata kelas dunia maka kualitas prasarana di kawasan TNGR harus diperhatikan termasuk puskesmas, SDM dengan kemampuan bahasa inggris serta peningkatan kedaruratan bagi porter. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram
Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah
Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong
Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?
Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo
Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah
Wagub NTB Tekankan Sinergi dan Akselerasi Program Prioritas
Produksi Padi 2025 Naik 16,85 Persen, NTB Optimistis Perkuat Swasembada Pangan 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:20 WITA

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:52 WITA

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:33 WITA

Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:48 WITA

Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:15 WITA

Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo

Berita Terbaru

Go NTB

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:52 WITA