Enam Sekawan Desak PMI Lobar Segera Bentuk Kepanitiaan Muscab: Jangan Jadikan Lembaga Kemanusiaan Ajang Rebutan Jabatan

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Selasa, 15 April 2025 - 11:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat, GONTB – Ketegangan internal dalam tubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat kian menjadi perhatian publik. Kali ini, suara keras datang dari Enam Sekawan, sebuah forum kritis yang diisi oleh tokoh-tokoh muda dan aktivis sosial NTB.

Ketua Enam Sekawan, Alhadi Muis, S.H., bersama sekretarisnya, Nurdin, S.H., mendesak PMI NTB dan PMI Lombok Barat untuk segera membentuk kepanitiaan Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai jalan keluar atas konflik dualisme kepemimpinan yang saat ini mengambang.

“PMI ini lembaga sosial kemanusiaan, bukan partai politik. Sangat disayangkan kalau kemudian justru menjadi ajang perebutan jabatan dan klaim-klaim sepihak yang saling bertabrakan,” tegas Alhadi, Senin (15/4/2025).

Pihaknya menyayangkan sikap PMI NTB yang menunjuk Plt Ketua PMI Lobar di tengah situasi yang belum terselesaikan secara menyeluruh, apalagi masih ada pihak yang mengklaim sebagai ketua terpilih hasil Muskab.

“Ini yang kami sebut sebagai kekacauan sistemik. Di satu sisi ada hasil Muskab yang tidak tuntas, di sisi lain ada penunjukan Plt oleh provinsi. Lalu di mana posisi relawan? Di mana posisi suara masyarakat PMI?” tanya Alhadi.

Menurut AD/ART PMI, musyawarah adalah forum tertinggi dalam menentukan arah organisasi dan kepengurusan. Plt hanya dapat menjalankan tugas-tugas sementara, bukan sebagai jalan pintas menuju kekuasaan.

Baca Juga:  Koalisi Pemuda NTB Desak Percepatan Penerbitan IPR, Dinas ESDM: Proses Berjalan Paralel dengan Perda

“Kalau kepanitiaan tidak segera dibentuk, maka publik akan terus dibuat bingung dan kepercayaan terhadap PMI bisa runtuh. Jangan sampai organisasi kemanusiaan ini kehilangan marwah karena ego segelintir orang,” pungkas Alhadi.

Sementara itu, Sekretaris Enam Sekawan, Nurdin, menekankan pentingnya membentuk kepanitiaan Muscab yang independen dan kredibel, untuk menyelesaikan masalah ini secara demokratis dan sesuai konstitusi organisasi.

“Kami mendesak agar panitia Musda segera dibentuk dan melibatkan unsur relawan yang telah teruji selama ini. Cukup sudah drama tarik-menarik kepentingan ini. PMI butuh pemimpin yang lahir dari medan pengabdian, bukan dari ruang-ruang pertemuan tertutup,” tegas Nurdin.

Seperti diketahui, hingga kini belum ada kejelasan terkait siapa yang benar-benar sah memimpin PMI Lombok Barat. Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar 26 Maret 2025 berakhir buntu. Sebagai tindak lanjut, PMI NTB menunjuk Fahrul Mustofa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) melalui SK Pengurus Pusat PMI Nomor: 204/KEP/PP.PMI/XN/2024. Namun di sisi lain, pihak lain menyatakan telah terpilih secara sah dalam Muskab tersebut.

Baca Juga:  Hj. Shinta Primasari: Donor Darah Bentuk Nyata Pengabdian Kepada Sesama

Pernyataan ini menjadi tekanan serius dari Enam Sekawan agar PMI segera keluar dari kekacauan struktural dan kembali pada semangat pengabdian.

Masyarakat pun kini menunggu, apakah suara ini akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret atau kembali terbenam dalam tarik-menarik kepentingan. (red)

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dr. Irpan Suriadiata gugat masa jabatan Ketua Umum Parpol ke MK 
Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Polda NTB Minta Masyarakat Tetap Tertib Berlalu Lintas
HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok
Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru
Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia
Pembangunan Tower di Bongancina Dipersoalkan, Warga Tempuh Jalur Dumas ke Polda Bali
Curi Laptop Mahasiswa Asal Sumbawa Barat di Kos, Pelaku Berhasil Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polresta Mataram
Gubernur NTB Optimistis Lampaui Target BPK, Utang BLUD Tuntas 100 Persen
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:00 WITA

Dr. Irpan Suriadiata gugat masa jabatan Ketua Umum Parpol ke MK 

Senin, 8 Juni 2026 - 12:25 WITA

Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Polda NTB Minta Masyarakat Tetap Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:32 WITA

HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:47 WITA

Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WITA

Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia

Berita Terbaru