Mataram, GONTB – Sejumlah warga Perumahan Panorama Alam, menggelar aksi protes menentang bau dari keberadaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) Tanjung Karang.
Aksi ini dipicu oleh dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat akibat bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh fasilitas tersebut.
Warga menyatakan bahwa bau yang menyengat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Kami menolak pembuangan sampah yang kembali dilakukan di SPALDT Tanjung Karang.” jelas Tugianto, koordinator aksi yang disampaikan di hadapan awak media saat aksi berlangsung. Sabtu (24/05/2025).
Dia menekankan bahwa banyak warga yang merasakan dampak dari keberadaan SPALDT, seperti gangguan pernapasan dan mual-mual yang semakin memperburuk keadaan kesehatan masyarakat sekitar.
Salah satu keluhan utama dari warga adalah kurangnya sosialisasi yang dianggap penting mengenai operasional SPALDT Tanjung Karang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak pernah ada sosialisasi terkait proyek ini. Selama beberapa minggu terakhir, kami tidak pernah diinformasikan sebagai masyarakat yang terdampak,” ungkap Tugianto.
“Ini yang membuat kami sangat kecewa. Kami merasa tidak diikutsertakan dalam keputusan yang jelas memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari kami,” tambahnya.
Warga pun mengajukan permintaan tegas untuk menutup lokasi SPALDT, apabila ditangani sesuai prosedur dan perjanjian ketika sosialisasi.
Sementara itu Plt. Camat Sekarbela Cahya Samudera yang hadir langsung di lokasi SPALDT menyatakan, kondisi saat ini darurat sampah akibat penutupan sementara TPA Kebon Kongo, lokasi ini menjadi alternatif untuk pembuangan sementara, jadi sebelumnya pernah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar oleh lurah Tanjung Karang Permai, akan dilakukan pembuangan dan cara penanganan sampahnya agar tidak mengeluarkan bau.
“Bu Lurah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, ” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganannya, Cahya Samudera telah berkoordinasi dengan DLH Kota Mataram untuk memastikan penangan sampah sesuai dengan prosedur.
“Kami tetap akan mengawasi penanganan sampah sesuai prosedur, supaya tidak ada komplain dari masyarakat,” terangnya.
Bahkan cahaya Samudera dengan tegas memastikan tumpukan sampah yang baru datang akan di masukan ke dalam lubang, kemudian di semprot cairan EM4 untuk mengurangi bau sampah sebelum di timbun dengan tanah.
Dinas Lingkungan Hidup akan mengerahkan tenaga dan tambahan alat berat untuk mempercepat mengurai tumpukan sampah untuk dilakukan penimbunan. ***













