Masyarakat Protes Bau Sampah di Tanjung Karang

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Sejumlah warga Perumahan Panorama Alam, menggelar aksi protes menentang bau dari keberadaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) Tanjung Karang.

Aksi ini dipicu oleh dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat akibat bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh fasilitas tersebut.

Warga menyatakan bahwa bau yang menyengat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Kami menolak pembuangan sampah yang kembali dilakukan di SPALDT Tanjung Karang.” jelas Tugianto, koordinator aksi yang disampaikan di hadapan awak media saat aksi berlangsung. Sabtu (24/05/2025).

Dia menekankan bahwa banyak warga yang merasakan dampak dari keberadaan SPALDT, seperti gangguan pernapasan dan mual-mual yang semakin memperburuk keadaan kesehatan masyarakat sekitar.

Salah satu keluhan utama dari warga adalah kurangnya sosialisasi yang dianggap penting mengenai operasional SPALDT Tanjung Karang.

“Kami tidak pernah ada sosialisasi terkait proyek ini. Selama beberapa minggu terakhir, kami tidak pernah diinformasikan sebagai masyarakat yang terdampak,” ungkap Tugianto.

“Ini yang membuat kami sangat kecewa. Kami merasa tidak diikutsertakan dalam keputusan yang jelas memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari kami,” tambahnya.

Baca Juga:  Viral Video Pernikahan Dini!, Tren Pernikahan Anak di Kota Mataram Justru Menurun

Warga pun mengajukan permintaan tegas untuk menutup lokasi SPALDT, apabila ditangani sesuai prosedur dan perjanjian ketika sosialisasi.

Sementara itu Plt. Camat Sekarbela Cahya Samudera yang hadir langsung di lokasi SPALDT menyatakan, kondisi saat ini darurat sampah akibat penutupan sementara TPA Kebon Kongo, lokasi ini menjadi alternatif untuk pembuangan sementara, jadi sebelumnya pernah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar oleh lurah Tanjung Karang Permai, akan dilakukan pembuangan dan cara penanganan sampahnya agar tidak mengeluarkan bau.

“Bu Lurah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, ” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganannya, Cahya Samudera telah berkoordinasi dengan DLH Kota Mataram untuk memastikan penangan sampah sesuai dengan prosedur.

“Kami tetap akan mengawasi penanganan sampah sesuai prosedur, supaya tidak ada komplain dari masyarakat,” terangnya.

Bahkan cahaya Samudera dengan tegas memastikan tumpukan sampah yang baru datang akan di masukan ke dalam lubang, kemudian di semprot cairan EM4 untuk mengurangi bau sampah sebelum di timbun dengan tanah.

Dinas Lingkungan Hidup akan mengerahkan tenaga dan tambahan alat berat untuk mempercepat mengurai tumpukan sampah untuk dilakukan penimbunan. ***

Baca Juga:  Siap Mengabdi! 408 CPNS dan PPPK Pemprov NTB Resmi Dilantik

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram
Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah
Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong
Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?
Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo
Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah
Wagub NTB Tekankan Sinergi dan Akselerasi Program Prioritas
Produksi Padi 2025 Naik 16,85 Persen, NTB Optimistis Perkuat Swasembada Pangan 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:20 WITA

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:52 WITA

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:33 WITA

Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:48 WITA

Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:15 WITA

Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo

Berita Terbaru

Go NTB

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:52 WITA