Masyarakat Protes Bau Sampah di Tanjung Karang

Sabtu, 24 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Sejumlah warga Perumahan Panorama Alam, menggelar aksi protes menentang bau dari keberadaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) Tanjung Karang.

Aksi ini dipicu oleh dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat akibat bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh fasilitas tersebut.

Warga menyatakan bahwa bau yang menyengat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Kami menolak pembuangan sampah yang kembali dilakukan di SPALDT Tanjung Karang.” jelas Tugianto, koordinator aksi yang disampaikan di hadapan awak media saat aksi berlangsung. Sabtu (24/05/2025).

Dia menekankan bahwa banyak warga yang merasakan dampak dari keberadaan SPALDT, seperti gangguan pernapasan dan mual-mual yang semakin memperburuk keadaan kesehatan masyarakat sekitar.

Salah satu keluhan utama dari warga adalah kurangnya sosialisasi yang dianggap penting mengenai operasional SPALDT Tanjung Karang.

Baca Juga:  Dari Lansia Berdaya hingga Hukum Terjangkau, Inovasi Spektakuler Desa Batu Kumbung

“Kami tidak pernah ada sosialisasi terkait proyek ini. Selama beberapa minggu terakhir, kami tidak pernah diinformasikan sebagai masyarakat yang terdampak,” ungkap Tugianto.

“Ini yang membuat kami sangat kecewa. Kami merasa tidak diikutsertakan dalam keputusan yang jelas memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari kami,” tambahnya.

Baca Juga:  Viral Video Pernikahan Dini!, Tren Pernikahan Anak di Kota Mataram Justru Menurun

Warga pun mengajukan permintaan tegas untuk menutup lokasi SPALDT, apabila ditangani sesuai prosedur dan perjanjian ketika sosialisasi.

Sementara itu Plt. Camat Sekarbela Cahya Samudera yang hadir langsung di lokasi SPALDT menyatakan, kondisi saat ini darurat sampah akibat penutupan sementara TPA Kebon Kongo, lokasi ini menjadi alternatif untuk pembuangan sementara, jadi sebelumnya pernah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar oleh lurah Tanjung Karang Permai, akan dilakukan pembuangan dan cara penanganan sampahnya agar tidak mengeluarkan bau.

“Bu Lurah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, ” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganannya, Cahya Samudera telah berkoordinasi dengan DLH Kota Mataram untuk memastikan penangan sampah sesuai dengan prosedur.

“Kami tetap akan mengawasi penanganan sampah sesuai prosedur, supaya tidak ada komplain dari masyarakat,” terangnya.

Bahkan cahaya Samudera dengan tegas memastikan tumpukan sampah yang baru datang akan di masukan ke dalam lubang, kemudian di semprot cairan EM4 untuk mengurangi bau sampah sebelum di timbun dengan tanah.

Dinas Lingkungan Hidup akan mengerahkan tenaga dan tambahan alat berat untuk mempercepat mengurai tumpukan sampah untuk dilakukan penimbunan. ***

Baca Juga:  Berikut Jadwal Keberangkatan Jamaah Haji NTB 2025

Berita Terkait

Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah
Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Desa Adat Sade: Pemprov Pacu Rekonstruksi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal
Perkuat Keandalan Kelistrikan Pulau Sumbawa, PLN Rawat Jaringan Transmisi hingga Pelosok
Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data
Dua Bakal Calon Ketua Umum KONI NTB Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat
Hadiah HUT RI ke – 81, Gerak Jalan Putri MTs Negeri 2 Lobar Raih Juara 3
Meriahkan HUT RI-81, Perumahan Melanesia Gelar Lomba Seru dengan Tema “MERDEKA DARI RUMAH”

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:27

Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:04

Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:08

Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Desa Adat Sade: Pemprov Pacu Rekonstruksi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:39

Perkuat Keandalan Kelistrikan Pulau Sumbawa, PLN Rawat Jaringan Transmisi hingga Pelosok

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:20

Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data

Berita Terbaru