Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Barat sukses mengukir prestasi gemilang pada panggung bergengsi Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Dalam kompetisi yang mengusung misi edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah ini, MTsN 2 Lombok Barat berhasil meraih Juara 4 atau Harapan 1.
Pencapaian ini mencatatkan peningkatan prestasi bagi madrasah tersebut, setelah pada ajang sebelumnya harus puas berada di peringkat kelima. Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena MTsN 2 Lombok Barat menjadi satu-satunya lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) se-NTB yang berhasil menembus babak final.
Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum perlombaan dimulai.
“Alhamdulillah, persaingan tahun ini cukup ketat dan seru. Dari total 140 peserta yang ikut serta, kami berhasil menyisihkan mereka hingga masuk kategori lima besar, dan akhirnya keluar sebagai juara keempat atau harapan satu. Ini adalah hasil kerja keras dan kerja sama tim yang luar biasa,” ujar H. Abdul Azis Faradi saat diwawancarai pasca-acara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas raihan Juara Harapan 1 ini, pihak madrasah berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp4,5 juta. Pihak madrasah juga mengapresiasi totalitas tim suporter yang hadir langsung membawakan yel-yel inovatif bermuatan visi madrasah, “Islami, Unggul, dan Berprestasi”, yang dipadukan dengan pesan penting edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Bagi H. Abdul Azis Faradi, momen ini menjadi bukti nyata bahwa tenaga pendidik di lingkungan madrasah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat provinsi. Menurutnya, prestasi ini selaras dengan penerapan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama yang mendorong munculnya inovasi-inovasi baru di tengah perkembangan zaman.
Lebih jauh, beliau menekankan bahwa esensi dari perlombaan ini adalah bagaimana nilai-nilai kebangsaan lewat mata uang Rupiah bisa dipahami secara mendalam oleh para guru dan nantinya ditularkan kepada para siswa.
“Masyarakat, khususnya guru dan siswa, harus betul-betul memahami landasan yuridis keuangan kita, unsur-unsur dalam mata uang, hingga mengenal nama-nama pahlawan nasional yang ada di setiap pecahan uang kertas Rupiah. Ini adalah wujud nyata dari sikap Cinta Rupiah,” tegasnya.
Prestasi di ajang Bank Indonesia ini memperpanjang daftar capaian positif MTsN 2 Lombok Barat di bawah nakhoda baru. Dalam masa lima bulan pertama kepemimpinannya, H. Abdul Azis Faradi berhasil merevitalisasi program ekstrakurikuler madrasah yang sebelumnya dinilai kurang berkembang.
Pihak madrasah menegaskan komitmennya untuk selalu responsif terhadap setiap peluang dan informasi perlombaan resmi yang difasilitasi oleh instansi pemerintah maupun Kementerian Agama.
Saat ini, selain aktif di ajang edukasi keuangan, siswa-siswi MTsN 2 Lombok Barat juga tengah berjuang di berbagai kompetisi daerah lainnya, seperti Lomba Resensi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Lombok Barat, Lomba Drum Band di Kabupaten Lombok Tengah, hingga Lomba Pramuka di MAN 2 Mataram. Pengembangan bakat ini dilakukan secara masif demi mewujudkan ekosistem madrasah yang dinamis, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi peningkatan kompetensi para guru.
1.Guru SMAN 5 Mataram
2.Guru SD IT Fauziah Yarsi Mataram
3.Guru SDN 1 Buwun Mas
4.Guru MTS.N 2 LOBAR
5.Guru SMPN 15 Mataram













