Mataram Culture Fest 2025 : Merayakan Keberagaman Menyulam Identitas Kota

Minggu, 1 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GONTB – Dinas Pariwisata Kota Mataram menggelar Mataram Culture Fest ci untuk melestarikan dan merayakan keberagaman budaya Indonesia diselenggarakan di Teras Udayana.

Gelaran ini akan menjadi arena yang menampilkan kekayaan budaya dari penjuru tanah air, dengan mengusung tema “Merayakan Keberagaman Menyulam Identitas Kota”.

Acara ini digelar sebagai bagian dari program “Semakin HARUM” (Harmonis, Agamis, Ruah, Unggul, Mandiri), yang bertujuan untuk memperkuat identitas budaya lokal sambil tetap menghargai keragaman.

Walikota Mataram Mohan Roliskana yang hadir menyaksikan acara, sangat mengapresiasi acara Mataram Culture Fest sebagai ruang yang dimana penampilan komunitas budaya di Indonesia sekaligus wadah bersilaturahmi.

“Kita dukung acara rutin ini sebagai tempat bersilaturahmi anak-anak muda dari berbagai komunitas di kota Mataram,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menyatakan pergelaran ini menyatukan perbedaan budaya yang ada di Kota Mataram.

Baca Juga:  Luar Biasa! Kota Mataram Peringkat Kedua Kota Paling Maju di Luar Pulau Jawa, Ini Faktanya

Ini menunjukkan bahwa Kota Mataram di bawah kepemimpinan H. Mohan Roliskana dan TGH. Mujibburahman terus tumbuh dalam perbedaan suku budaya, bahkan beberapa waktu lalu Kota Mataram termasuk dalam kota ternyaman di Indonesia dan nomor dua kota termaju di luar pulau Jawa.

“Panggung Teras Udayana menjadi tempat perhelatan bagi seluruh komunitas budaya yang ada di kota Mataram menampilkan komunitas budaya mereka,” tuturnya.

Selain itu kita memberikan pengalaman berwisata “Budaya Urban – Budaya Kota – Slow Living” mengajak para pengunjung untuk merenungkan bagaimana nilai-nilai budaya dapat bertahan dan berkembang di tengah dinamika kehidupan kota.

Dalam sebuah dunia yang semakin cepat dan modern, konsep “Slow Living” mengingatkan kita untuk memperlambat langkah, menikmati momen, dan menghargai nilai-nilai tradisional yang kerap terlupakan.

Baca Juga:  Dispar Kota Mataram Bersama Pokdarwis Ampenan Kota Tua Sambut Kunjungan Dun Yun Hao dari Shenzhen, China

Event ini tidak hanya akan menampilkan seni dan budaya, tetapi juga menciptakan ruang bagi refleksi tentang bagaimana masyarakat urban dapat menjaga akar budayanya.

Mataram Culture Fest 2025 merupakan perhelatan yang kedua dan akan terus di laksanakan, menjadi wadah bagi berbagai komunitas budaya dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan warisan mereka.

Pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan seni, mulai dari tarian daerah, musik tradisional, hingga pameran kerajinan tangan.

Setiap elemen yang ditampilkan akan memberikan wawasan mendalam tentang keberagaman yang ada di Indonesia, sekaligus menunjukkan betapa kayanya budaya yang dimiliki oleh setiap daerah.

Penyelenggaraan event ini juga bertujuan untuk memperkuat identitas budaya lokal Mataram dan memberikan platform bagi para seniman serta budayawan untuk memperkenalkan karya-karya mereka.

Dengan pelibatan masyarakat lokal, diharapkan mereka dapat lebih mencintai dan merawat warisan budaya yang ada. Culture Fest 2025 menjadi peluang bagi masyarakat untuk berkolaborasi dan belajar dari budaya lain, menciptakan sinergi yang harmonis.

Event ini tidak hanya menjadi ajang pamer budaya, tetapi juga menjadi tempat bagi berbagai stakeholders, termasuk pemerintah, pelaku seni, dan sektor swasta untuk menjalin jaringan.

Baca Juga:  Ketimbang Tempatkan Insinerator di Pasar, Azhari Ghufron Minta DLH Cari Alternatif Lain

Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi dalam mempromosikan budaya, serta menciptakan program-program yang dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Masyarakat dan wisatawan hadir untuk turut serta merayakan event ini. Selain pertunjukan seni, akan ada berbagai kegiatan seperti pertunjukan masa lalu dan bazaar yang menampilkan produk-produk lokal.

Culture Fest 2025 diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas dan menjadi destinasi wisata budaya yang menarik, tidak hanya bagi warga Mataram tetapi juga bagi pengunjung dari luar daerah. ***

Berita Terkait

Masyarakat Tambal Sendiri Jalan, Kadis PUPR Kota Mataram Ngaku Belum Terima Laporan
SPALD-T di Moncok Karya, Dorong Peningkatan Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Semangat Hari Pancasila, PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Pemeliharaan Peralatan Monitoring Data di Gardu Induk Mantang, Lombok Tengah
Ketimbang Tempatkan Insinerator di Pasar, Azhari Ghufron Minta DLH Cari Alternatif Lain
Sukses! 1.989 Personel dan 184 Peralatan Pendukung amankan Listrik saat Idul Adha di NTB
KKN PMD Unram 2025 Desa Menggala, Transformasi Pertanian Desa Menggala Melalui Irigasi Tetes dan Pupuk Organik
Polresta Mataram Gelar Bakti Sosial dan Silaturahmi di Panti Asuhan Dharma Laksana Dwi Jendra
Darurat Sampah! Pemkot Mataram Instruksikan Warga Pilah Sampah dengan Kantong Plastik Hitam Putih

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42

Masyarakat Tambal Sendiri Jalan, Kadis PUPR Kota Mataram Ngaku Belum Terima Laporan

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:31

SPALD-T di Moncok Karya, Dorong Peningkatan Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:41

Semangat Hari Pancasila, PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Pemeliharaan Peralatan Monitoring Data di Gardu Induk Mantang, Lombok Tengah

Senin, 15 Juni 2026 - 10:25

Ketimbang Tempatkan Insinerator di Pasar, Azhari Ghufron Minta DLH Cari Alternatif Lain

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:22

Sukses! 1.989 Personel dan 184 Peralatan Pendukung amankan Listrik saat Idul Adha di NTB

Berita Terbaru