NTB Darurat Pernikahan Anak, MAS Minta Ini

- Reporter

Jumat, 27 Juni 2025 - 08:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Majelis  Adat Sasak (MAS) Lalu Sajim Sastrawan bersama Direktur institut perempuan untuk perubahan sosial (inspirasi) NTB, Nurjanah saat bincang Kamisan di Kantor Gubernur, Kamis 26 Juni 2025. Foto (Dedi Suhadi)

Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) Lalu Sajim Sastrawan bersama Direktur institut perempuan untuk perubahan sosial (inspirasi) NTB, Nurjanah saat bincang Kamisan di Kantor Gubernur, Kamis 26 Juni 2025. Foto (Dedi Suhadi)

GONTB – Ketua Majelis  Adat Sasak (MAS) Lalu Sajim Sastrawan menyatakan saat ini kasus pernikahan dini tidak hanya terjadi di Pulau Lombok tapi juga Pulau Sumbawa bahkan intensitas kasus pernikahan anak lebih tinggi di pulau Sumbawa.

“Melihat intensitas dan masifnya kasus pernikahan anak yang terjadi saat ini maka NTB dalam kondisi darurat pernikahan dini,” katanya usai bincang Kamisan di Kantor Gubernur, Kamis 26 Juni 2025.

Baca Juga:  Residivis Pembobol Toko di Mataram Kembali Ditangkap, Kerugian Korban Belasan Juta Rupiah

Untuk meminimalisir kasus pernikahan anak, jelas Lalu Sajim Sastrawan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi juga seluruh lapisan masyarakat termasuk pers dan pengusaha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pers dan pengusaha harus turut terlibat dalam penanganan kasus perkawinan anak,” katanya.

Baca Juga:  Strategi NTB Entaskan Kemiskinan Ekstrem: Menakar Efektivitas Program Desa Berdaya

Sementara Direktur institut perempuan untuk perubahan sosial (inspirasi) NTB, Nurjanah menyatakan hingga pertengahan 2025 terjadi 149 kasus pernikahan anak.

“Kasus pernikahan anak tertinggi terjadi di kabupaten atau kota Bima dengan 81 kasus, disusul Sumbawa 38 kasus, kemudian Dompu, kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok,” katanya.

Baca Juga:  Jambret di Depan Mall di Mataram, Terduga Pelaku Beserta Dua Penadah diamankan Polisi

Dengan banyaknya kasus pernikahan anak maka kata Nurjanah harus  menjadi lampu merah bagi pemerintah provinsi NTB.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah provinsi NTB,” katanya.

Menurut Nurjanah maraknya pernikahan anak selain dipicu kuatnya budaya patriarki juga tidak dibicarakannya persoalan  seksualitas secara terbuka sehingga mengakibatkan banyaknya terjadi kasus kehamilan yang tidak diinginkan. *

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut GT World Challenge Asia 2026, PLN Pastikan Kelistrikan Andal
Siswa MTsN 2 Lombok Barat Raih Juara 3 SMARSI MIPA 2026
Milad Pertama, UNBIM Raih 23 Hibah Pemerintah dan Sederet Prestasi
Syafrin Salam Terpilih Aklamasi Pimpin Forum Wartawan Lombok, Siap Hidupkan Kembali Roda Organisasi
Semangat Hari Kartini, PLN Perkuat Pemberdayaan Perempuan Desa Medana Dorong Kemandirian UMKM
Srikandi PLN NTB Perkuat Peran Perempuan dalam Energi dan Pemberdayaan di Momentum Hari Kartini
Targetkan Kursi Pimpinan DPRD, PSI Kota Mataram Perkuat Basis Lewat Program Sosial dan Keagamaan
Mahasiswa UIN Mataram Belajar Praktek Penggunaan Media Pembelajaran IPA di MTs Negeri 2 Lombok Barat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:30 WITA

Sambut GT World Challenge Asia 2026, PLN Pastikan Kelistrikan Andal

Minggu, 26 April 2026 - 12:30 WITA

Siswa MTsN 2 Lombok Barat Raih Juara 3 SMARSI MIPA 2026

Minggu, 26 April 2026 - 07:57 WITA

Milad Pertama, UNBIM Raih 23 Hibah Pemerintah dan Sederet Prestasi

Jumat, 24 April 2026 - 20:29 WITA

Syafrin Salam Terpilih Aklamasi Pimpin Forum Wartawan Lombok, Siap Hidupkan Kembali Roda Organisasi

Jumat, 24 April 2026 - 16:05 WITA

Semangat Hari Kartini, PLN Perkuat Pemberdayaan Perempuan Desa Medana Dorong Kemandirian UMKM

Berita Terbaru

Go Kesehatan

Tujuan Program KB: Ciptakan Keluarga Bahagia Berkualitas

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53 WITA