Inspiratif! Cegah Pernikahan Anak, Guru Honorer Bangun Sekolah

- Reporter

Jumat, 12 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Lombok Barat, GONTB – Maraknya kasus pernikahan anak di pulau Lombok menjadi problem tersendiri di kalangan masyarakat.

Demi mencegah terjadinya pernikahan anak, Saparman, seorang guru honorer di SDN 3 Mekarsari, Lombok Barat membangun sekolah SMP dan SMA yang diberi nama SMP dan SMA Islam Nurul Mahmudin.

“Sedih, liat banyak anak-anak tidak melanjutkan sekolah. Ujung-ujungnya menikah padahal masih usia anak-anak,” ucap Saparman , beberapa waktu lalu.

Berangkat dari keprihatinan dirinya dan warga Dusun Ranjok Timur Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, akhirnya tercetus untuk membangun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga:  Lampu Mati, Dokter Lampu: Jangan dibuang Bisa disulap Hidup

Dari kesepakatan bersama, Saparman merelakan lahan seluas 50 are untuk dibangun sekolah.

“Material untuk membangun sekolah semuanya dari sumbangan warga. Tidak hanya itu, warga juga bergotong royong dalam membangun gedung sekolah,” katanya.

Usai dibangun, siswa dari warga sekitar termasuk dari Eratmate dan Bukit Tinggi melanjutkan sekolah’ ke tingkat SMP.

“Kami belajar dengan apa yang ada. Guru pun siapa yang mau mengajar,” katanya.

Baca Juga:  PLN Luncurkan Program Womenpreneur Empowerment, Wujudkan Perempuan Berdaya di Desa Medana

Menurut Saparman, pihak sekolah tidak menjanjikan honor, tapi lebih kepada pengabdian dan ibadah.

“Siswa membayar seikhlasnya, guru dibayar seadanya,” katanya.

Selang beberapa waktu, anak-anak yang tadinya menempuh pendidikan di SMP, lulus dan mereka kembali kebingungan untuk melanjutkan sekolahnya.

Akhirnya bersama para orang tua siswa dan warga Dusun Ranjok Timur, pihak sekolah kembali membangun gedung untuk sarana belajar di tingkat SMA

“Sama, semua material hasil sumbangan termasuk tenaga kerja untuk membangun sekolah dilakukan secara gotong royong,” kata Saparman.

Baca Juga:  Ketika Rohmi Djalillah Laksana Pesona Putri Mandalika

Dengan kerja keras dan kebersamaan, sekolah yang dibangun atas dasar keikhlasan tersebut telah memiliki izin operasional pada tahun 2018.

Saat ini, kata Saparman ada sekitar 40 siswa duduk di bangku SMP dan sekitar 40 pula siswa yang duduk di bangku SMA.

Untuk guru sendiri, jelas Saparman total semuanya ada11 orang.

“Tidak ada guru yang hanya mengajar satu mata pelajaran. Semua guru merangkap pelajaran yang diajarkan ke siswa,” katanya.

Berita Terkait

Dari Peserta Menjadi Pemimpin, Perjalanan Paridatul Ilmi Menemukan Makna Pramuka
Sambut HUT Humas Polri ke-75, Polresta Mataram Kumpulkan 50 Kantong Darah
Mengenal Sosok yang Tak Terkenal ?, Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia di NTB
YBM PLN UIW NTB Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Batukliang Utara, Wujud Kepedulian dan Kebermanfaatan ZISWAF
Dr. Riyan: Onthel dan Vespa Tua
Cerita Idul Fitri 2026: Mudik Tenang dengan Mobil Listrik, Dinda Rasakan Kemudahan SPKLU PLN
Menghidupkan Napas Peresean Dalam Sandiwara Radio
Berkah Ramadhan, PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Ribuan Warga Lewat Light Up The Dream

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:09

Dari Peserta Menjadi Pemimpin, Perjalanan Paridatul Ilmi Menemukan Makna Pramuka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:48

Sambut HUT Humas Polri ke-75, Polresta Mataram Kumpulkan 50 Kantong Darah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:44

Mengenal Sosok yang Tak Terkenal ?, Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia di NTB

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

YBM PLN UIW NTB Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Batukliang Utara, Wujud Kepedulian dan Kebermanfaatan ZISWAF

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:05

Dr. Riyan: Onthel dan Vespa Tua

Berita Terbaru