Lombok Barat – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 tahun 2025, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lembar menggelar rangkaian acara yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna sosial. Puncak kegiatan adalah program berbagi yang melibatkan seluruh stakeholder sekolah, Selasa 25 November 2025.
“Dua hari sebelumnya, kami adakan lomba-lomba seru antar siswa dan guru, mulai dari penalti, estafet air, fashion show pakaian profesi, hingga lomba baris berbaris mata tertutup yang penuh keseruan,” kata Kepsek SMA 1 Lembar Suryadi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan unggulan SMAN 1 Lembar yang telah berjalan dua tahun berturut-turut adalah program “SMAN 1 Lembar Berbagi” dengan tema tahun ini “Menebar Kebahagiaan, Menemai Keberkahan.”
Program ini merupakan wujud syukur guru atas kesejahteraan yang dinikmati (gaji dan sertifikasi), yang kemudian diwujudkan dengan berbagi kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
“Kami merasa bahagia bisa berbagi kepada masyarakat sekitar, ditambah dengan peserta didik dan Bapak/Ibu Guru serta staf tata usaha yang kami anggap layak untuk mendapatkan bantuan bingkisan itu,” jelasnya.
Suryadi menambahkan, Tahun ini SMAN 1 Lembar berhasil mengumpulkan dan membagikan 115 bingkisan sembako (berisi beras 4 kg, minyak 1 liter, telur 10 butir, dan mie instan 5 bungkus). Sumber dana murni berasal dari sumbangan sukarela dan niat tulus Bapak/Ibu Guru, Staf TU, serta partisipasi siswa.
Mengenai tantangan profesi guru di era saat ini, perwakilan sekolah menyebutkan bahwa pembinaan karakter siswa adalah tantangan terberat.
“Tantangan berat bagi kami sebagai guru ada pada siswa, terutama masalah karakter,” ungkap Kepala Sekolah
Perkembangan teknologi, terutama maraknya media sosial dan penggunaan HP yang kurang bijak, seringkali menjadi kendala dalam pembinaan moral dan akhlak siswa. Selain itu, pihak sekolah juga menyoroti regulasi pendidikan yang dirasa terlalu menekan guru dan membuat siswa “semau-maunya”. Tuturnya
Harapannya ke depan, regulasi pendidikan dapat menciptakan keseimbangan yang memungkinkan guru melakukan pembinaan dan mendidik karakter siswa secara maksimal, demi masa depan generasi penerus bangsa.














