GONTB – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ahmadi meminta seluruh dapur MBG menyelesaikan persoalan sampah yang dihasilkan dari proses produksi MBG.
“Jangan dibuang ke TPA. Jangan menambah beban TPA dan mobil angkut,” katanya, Jumat 28 November 2025.
Untuk menyelesaikan persoalan sampah organik dari proses produksi MBG, Ahmadi menyarankan agar para pengelola MBG bekerjasama dengan para pengelola sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bisa bekerjasama dengan pembudidaya magot,” katanya.
Menurut Ahmadi, jika pengelola MBG bisa bekerjasama dengan pembudidaya magot maka persoalan sampah organik akan terurai.
Dimana, sampah organik bisa jadi makanan magot, sedang sisa makanan magot baik yang padat maupun cair bisa jadi pupuk.
“Pupuknya bisa dimanfaatkan untuk tanaman,” katanya.
Mengenai adanya dapur MBG yang tidak mengelola limbah cairnya dengan baik, misal sampai meluber Ahmadi menegaskan pihaknya akan segera mengecek ke lapangan.
“Jika benar, kami rekomendasikan agar dapur MBG tersebut tidak mendapatkan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS),” tegasnya. (DSHD)
Penulis : Dedi Suhadi
Editor : Lalu Sahid Wiadi
Sumber Berita: Liputan GONTB














