Banjir Melanda Sekotong dan Labuapi, 1.440 KK Terdampak, 25 Jiwa Mengungsi

- Reporter

Kamis, 4 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Lombok Barat, GONTB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat merilis laporan resmi terkait bencana banjir yang melanda dua kecamatan, Sekotong dan Labuapi, sejak Senin malam (1/12/2025) pukul 22.00 WITA.

Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang memicu terendamnya beberapa desa, berdampak pada 1.440 kepala keluarga (KK) dan memaksa 25 warga mengungsi.

Berdasarkan data BPBD per Rabu pagi (3/12) pukul 09.15 WITA, wilayah terdampak meliputi Desa Sekotong Tengah: Dusun Sekotong I (201 KK), Sekotong II (352 KK), Gunung Anyar (206 KK), Mekar Sari (74 KK), Telage Lebur (289 KK), serta banjir di Bunmas.

Di wilayah ini, jembatan darurat milik warga di Blongas sempat putus akibat arus banjir. Namun, air cepat surut sekitar pukul 08.30 WITA berkat karakter tanah yang cepat meresapkan air menuju laut.

Baca Juga:  Dilanda Kekeringan, BPBD Lombok Barat Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih di Lima Kecamatan

Sementara itu Desa Perampuan: 202 KK terdampak, 25 jiwa mengungsi dari Dusun Kerepet, Bayan Pengsong, Kapitan Bayan, dan Karang Bayan. Desa Kuranyi: 20 KK terdampak di Dusun Celongkong. Desa Karang Bongkot: 96 KK terdampak di Dusun Nyamarai.

Kepala Pelaksana BPBD Lobar, Drs. H. Sabidin, menjelaskan bahwa meskipun intensitas hujan tergolong ringan hingga sedang, durasinya yang panjang memicu banjir di sejumlah desa. Labuapi disebut sebagai wilayah paling terdampak.

“Tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun warga hilang. Infrastruktur vital seperti rumah warga, fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, pertokoan, dan tanggul tidak mengalami kerusakan signifikan,” ungkap Sabidin.

Baca Juga:  Dua Pelajar di Mataram Berjanji Untuk Berkelahi, ini yang Terjadi

BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan langkah darurat, antara lain Koordinasi dengan aparat desa, BMKG, dan dinas terkait (PUPR, Perkim, Dinsos).

Kaji cepat dan pemantauan kondisi lapangan. Pengerahan personel serta penyaluran bantuan logistik berupa beras dan sembako.

Meski demikian, BPBD menghadapi keterbatasan stok logistik di gudang kabupaten yang menjadi kendala utama. Kebutuhan mendesak meliputi perlengkapan tidur, air bersih, bantuan pembersihan lingkungan, dan tambahan pangan.

Sabidin menegaskan wilayah terdampak merupakan langganan banjir tahunan. Faktor utama penyebab adalah sedimentasi yang menutup saluran air dan bangunan warga yang menghalangi aliran. BPBD mendorong masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air.

Baca Juga:  Polisi di Mataram amankan Perempuan Terduga Pembuang Orok Bayi

Memasuki masa peralihan musim, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, cuaca ekstrem, dan angin kencang dalam tiga hari ke depan. BPBD juga telah menempatkan geobag di titik rawan longsor sebagai langkah mitigasi.

Untuk jangka panjang, BPBD merekomendasikan normalisasi sungai, penataan saluran air, dan penertiban bangunan penghalang jalur air, yang akan dikoordinasikan bersama dinas teknis dan Satpol PP.

Laporan resmi kejadian ini telah disampaikan kepada BNPB, Penjabat Gubernur NTB, Penjabat Bupati Lobar, Kepala BPBD Provinsi NTB, serta Dinas Perkim Lombok Barat. ***

 

 

Penulis : Ramli Ahmad

Editor : Dedi Suhadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Berita Terkait

Aksi Tarian Erotis di Ruang Publik Viral, Ponpes Darul Hikmah NWDI Desak LPA Mataram Bersikap
Seorang Kakek ditemukan Meninggal di Kontrakan
Tumpahan Oli Bikin Jalan Licin, Polsek Mataram Bergerak Cepat Cegah Kecelakaan
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polresta Mataram Ikuti Simulasi Pengamanan Ops Mandalika Rinjani
Diduga Dipicu Puntung Rokok, Lahan Kering di Area Kuburan Cina Bagek Kembar Terbakar
Sempat Kirim Pesan ‘Jalan Lebih Dulu’, Pria Narmada Ditemukan Tergantung
Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Breaking News : Kampung Adat Sade Lombok Tengah Terbakar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:26

Aksi Tarian Erotis di Ruang Publik Viral, Ponpes Darul Hikmah NWDI Desak LPA Mataram Bersikap

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:45

Seorang Kakek ditemukan Meninggal di Kontrakan

Rabu, 30 September 2026 - 18:52

Tumpahan Oli Bikin Jalan Licin, Polsek Mataram Bergerak Cepat Cegah Kecelakaan

Selasa, 29 September 2026 - 16:25

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polresta Mataram Ikuti Simulasi Pengamanan Ops Mandalika Rinjani

Senin, 28 September 2026 - 13:13

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Lahan Kering di Area Kuburan Cina Bagek Kembar Terbakar

Berita Terbaru

Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma) se-Kabupaten Lombok Barat mengikuti Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Manajemen Usaha. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 2–3 November 2026 di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat.

Go Lombok Barat

Tingkatkan Kapasitas BUMDES, Pemda Lobar Latih Ratusan Anggota

Senin, 2 Nov 2026 - 10:20