Lombok Timur, GONTB — Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Desa Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak, berlangsung semarak dan penuh antusias.
Melalui program Jelajah Sosial, PT Autore resmi menyerahkan dua unit mesin kepada kelompok Self Help Group (SHG) disabilitas sebagai dukungan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di dua desa dampingan.
Acara yang digelar di halaman Kantor Desa Selebung Ketangga tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan perangkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Lombok Timur yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kepala dinas UMKM dan Koprasi, Sekcam Keruak yang mewakili Camat, perangkat desa, serta anggota kelompok disabilitas dari Desa Selebung Ketangga dan Desa Ketangga Jeraeng.
Dalam sambutannya, pihak jelajah sosial PT Autore menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan disabilitas melalui kegiatan produktif desa.
“Dua mesin ini diharapkan menjadi modal awal bagi kelompok SHG untuk mengembangkan usaha bersama dan meningkatkan pendapatan anggota,” ujar perwakilan perusahaan.
Plt Kepala Dinsa Sisial mengapresiasi inisiatif Jelajah sosial PT Autore dan pendampingan berkelanjutan dari LIDI Foundation yang selama ini mendukung kelompok disabilitas.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya masyarakat inklusif.
“Dengan sinergi seperti ini, penyandang disabilitas semakin memiliki ruang untuk berkembang dan berdaya,” ujarnya.
Suasana acara semakin meriah dengan penampilan kesenian dari kelompok disabilitas, termasuk pembacaan puisi dan atraksi musik tradisional.
Gendang beleq yang ditampilkan oleh para pemuda desa turut menjadi pusat perhatian dan menambah semarak peringatan HDI tahun ini.
Ketua SHG Sopok Angen, Sahrul, menyampaikan terima kasih kepada Jelajah Sosial PT.Autore, pemerintah desa, dan LIDI Foundation atas dukungan yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa mesin yang diterima akan dimanfaatkan secara maksimal dalam menjalankan usaha kelompok.
“Kami berkomitmen mengelola bantuan ini secara kolektif untuk kesejahteraan anggota. Bila tidak digunakan sebagaimana mestinya, kami siap mengembalikannya agar dapat dimanfaatkan kelompok disabilitas lain,” ujarnya.
Penyerahan secara langsung dua unit mesin menjadi penanda dukungan nyata bagi disabilitas untuk terus berkembang.
Melalui momentum HDI 2025 ini, pemerintah dan masyarakat berharap program pemberdayaan seperti Ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang merasakan manfaatnya dan mampu hidup lebih mandiri. ***













