Jelang HPN, PLN Jaga Keandalan Listrik hingga Pulau Terluar Salura NTT

PLN UIK Dwipantara

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik (ULPL) Waingapu bersama warga bergotong-royong mengangkut peralatan pemeliharaan pembangkit listrik setibanya di Pulau Salura, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Seluruh material dipindahkan secara manual dari bibir pantai menuju lokasi pembangkit karena keterbatasan akses transportasi. (PLN Dwipantara)

Petugas PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik (ULPL) Waingapu bersama warga bergotong-royong mengangkut peralatan pemeliharaan pembangkit listrik setibanya di Pulau Salura, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Seluruh material dipindahkan secara manual dari bibir pantai menuju lokasi pembangkit karena keterbatasan akses transportasi. (PLN Dwipantara)

Sumba Timur, GONTB – Semangat Hari Pelanggan Nasional tidak hanya berkibar di pusat-pusat kota, tetapi juga menyala hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia.

Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara terus memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat Pulau Salura, salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Untuk menjaga keandalan pembangkit di Pulau Salura, petugas PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik (ULPL) Waingapu harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu nelayan dengan membawa mesin, suku cadang, peralatan kerja, hingga kebutuhan pemeliharaan lainnya.

Proses penyeberangan sangat bergantung pada kondisi cuaca, sementara gelombang tinggi dan angin kencang kerap menjadi tantangan dalam setiap perjalanan.

Baca Juga:  Masyarakat NTB Sambut Gembira Pemberian Gelar Pahlawan Nasional

Sesampainya di pulau, petugas bersama masyarakat setempat bergotong royong memindahkan peralatan menuju lokasi pembangkit.

Tantangan serupa juga dihadapi ketika terjadi gangguan pada mesin pembangkit, karena proses perbaikan harus menyesuaikan waktu penyeberangan yang aman.

Meski menghadapi keterbatasan akses dan logistik, PLN terus berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi sekitar 140 kepala keluarga di Pulau Salura melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Manager PLN ULPL Waingapu, Amos Randanan, mengatakan pemeliharaan pembangkit dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan.

“Pemeliharaan mesin pembangkit secara rutin kami laksanakan untuk memastikan pasokan listrik di Pulau Salura tetap andal. Meskipun berada di salah satu pulau terluar, masyarakat harus terus memperoleh layanan kelistrikan yang optimal,” ujar Amos.

Baca Juga:  Wajah Baru Nusakambangan, Warga Binaan Makin Berdaya dengan FABA PLN

Keberadaan listrik di Pulau Salura menjadi penunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari penerangan rumah, kegiatan belajar anak-anak pada malam hari, pelayanan fasilitas umum, hingga mendukung aktivitas ekonomi dan komunikasi.

Kepala Desa Praisalura, Panus Maramba Ndima, mengapresiasi komitmen PLN yang terus menghadirkan layanan kelistrikan di tengah tantangan geografis wilayah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang terus berupaya menjaga pasokan listrik di Pulau Salura. Perjuangan petugas tidak mudah karena harus menyeberangi laut membawa berbagai peralatan. Listrik sangat penting bagi kehidupan masyarakat kami,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, menegaskan bahwa penyediaan listrik di wilayah terluar merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  'One Stop Solution', PLN dan PLN Nusa Daya Sediakan Kebutuhan Pelanggan

“Tantangan medan, cuaca, maupun logistik tidak pernah mengurangi komitmen kami untuk terus menghadirkan listrik yang andal. Bagi PLN, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani karena setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujar Rita.

Komitmen tersebut menjadi wujud peran PLN dalam memastikan pemerataan akses energi hingga ke wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar Indonesia.

Di balik setiap lampu yang menyala di Pulau Salura, terdapat dedikasi para petugas yang terus bekerja menembus berbagai tantangan demi menjaga terang tetap hadir bagi masyarakat.

*

Berita Terkait

Lawang Selaparang, dari Wayang Plastik hingga Pameran Foto Lawas dan Revitalisasi Sejarah
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Tinjau PLTMG Rangko, Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa
Tinjau Pembangkit di Lombok, Dewan Energi Nasional Dorong Penguatan Keandalan dan Transisi Energi di NTB
Polsek Mataram Kawal Kunjungan Gus Miftah di Gereja Katolik St. Maria, Pesan Toleransi Menggema
PLN Maluku Manfaatkan FABA untuk Penataan Sirkuit Selawaring Tidore
HUT RI ke-81: PLN UIW NTB Melalui YBM PLN Perkuat Semangat Kemerdekaan melalui Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM di Bima
Semangat Kemerdekaan ke-81, PLN UIW NTB Perkuat Kesiapan Sistem Kelistrikan Jelang Aktivitas Masyarakat
Sambut Kemerdekaan RI, PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Pemeliharaan Rutin GIS Peaker

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:23

Jelang HPN, PLN Jaga Keandalan Listrik hingga Pulau Terluar Salura NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:15

Lawang Selaparang, dari Wayang Plastik hingga Pameran Foto Lawas dan Revitalisasi Sejarah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:51

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Tinjau PLTMG Rangko, Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:17

Tinjau Pembangkit di Lombok, Dewan Energi Nasional Dorong Penguatan Keandalan dan Transisi Energi di NTB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:19

Polsek Mataram Kawal Kunjungan Gus Miftah di Gereja Katolik St. Maria, Pesan Toleransi Menggema

Berita Terbaru