Wakil Ketua Komisi III, Ghufron : Tidak Ada Komunikasi, Rambu dan Petugas Diabaikan

Minggu, 30 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GO NTB – Beredar video masyarakat membuka fortal rekayasa di persimpangan pasar Rembiga, wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Ghufron, memberikan catatan kritis terhadap efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram dan Provinsi NTB dalam menangani kemacetan di Jalan Dr. Wahidin, Rembiga.

Meskipun simulasi skenario kedua yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 17 Agustus lalu dinilai cukup berhasil dalam mengurai kepadatan kendaraan, Ghufron menilai masih ada persoalan mendasar yang luput dari perhatian serius pihak berwenang.

Dalam keterangannya di konfirmasi lewat Whatsapp, Ghufron memaparkan sejumlah catatan penting dari uji coba rekayasa lalu lintas tersebut. Pertama, ia menyoroti kondisi fisik jalan yang masih banyak berlubang. Menurutnya, kerusakan jalan ini menjadi salah satu pemicu utama yang berpotensi memicu kembali kemacetan karena pengendara harus memperlambat laju kendaraannya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Ajak Masyarakat Jadikan Idulfitri sebagai Momentum Memperkuat Kepedulian dan Persaudaraan

“Yang pertama memang di jalan tersebut masih banyak yang berlubang, sehingga potensi kemacetan itu masih terjadi. Ini yang harus pertama dilakukan, yaitu perbaikan kualitas jalan,” ujar Ghufron, Minggu (30/8/2026).

Catatan kedua berkaitan dengan minimnya rambu-rambu petunjuk arah yang baru. Ia menyayangkan pihak Dishub yang tidak menyertakan rambu pendukung sejak awal simulasi, sehingga membuat masyarakat yang melintas merasa kebingungan dengan skema pengalihan arus yang diberlakukan.

Selain itu, koordinasi antara Dishub Provinsi dan Dishub Kota Mataram juga disoroti akibat tidak adanya petugas yang berjaga di titik-titik rawan kemacetan atau persimpangan jalan selama simulasi berlangsung. Di sisi lain, Azhari juga menanggapi peredaran video aksi penolakan atau blokade jalan oleh warga setempat, dan menyatakan perlunya penelusuran lebih mendalam untuk mengetahui akar permasalahan kejenuhan atau keberatan dari masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Mutasi Perdana di Lombok Barat, Pergeseran Pimpinan OPD untuk Percepatan Pembangunan

Lebih lanjut, politisi PAN ini menegaskan bahwa skenario rekayasa lalu lintas yang diterapkan saat ini sifatnya hanyalah solusi jangka pendek untuk mengurai, bukan untuk menyelesaikan masalah kemacetan secara permanen.

Ia menilai volume kendaraan yang melintas di kawasan tersebut telah jauh melebihi kapasitas jalan yang ada (over capacity). Oleh karena itu, rekayasa model apapun tidak akan mampu menyelesaikan akar masalah jika kapasitas fisik jalan tidak memadai.

Baca Juga:  Berusia 33 Tahun, Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Kota Mataram Masih Menjadi Persoalan

“Salah satu alternatifnya hanya pembukaan jalan baru. Kalau ini (rekayasa) hanya mampu untuk mengurai saja, bukan menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang yang lebih efektif, Komisi III mendorong realisasi pembukaan jalan baru dari kawasan Dakota tembus hingga Kebun Talo, yang Detail Engineering Design (DED)-nya sebenarnya sudah ada di Dinas PUPR. Alternatif lainnya adalah pelebaran jalan, meski hal tersebut dinilai lebih sulit karena memerlukan pembebasan lahan warga.

Ghufron juga menambahkan bahwa pihak DPRD Kota Mataram, khususnya Komisi III, tidak pernah diajak berkoordinasi atau dihubungi oleh Dishub Kota maupun Provinsi terkait evaluasi dari uji coba rekayasa lalu lintas tahap pertama maupun kedua yang telah dilakukan.

Berita Terkait

Berusia 33 Tahun, Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Kota Mataram Masih Menjadi Persoalan
Aksi Bersih Pantai Senggigi, DPC Demokrat Lombok Barat Dorong Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”
Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Polresta Mataram Bantu Lansia Kursi Roda
Gerakan Tanam Cabai di Sekolah,; Wabup UNA Langkah Kecil untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi
TASPEN Mataram Turut Meriahkan Senam Bersama Pensioner Community dan PWRI Kota Mataram
Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Desa Adat Sade: Pemprov Pacu Rekonstruksi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal
Perkuat Keandalan Kelistrikan Pulau Sumbawa, PLN Rawat Jaringan Transmisi hingga Pelosok
Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:10

Wakil Ketua Komisi III, Ghufron : Tidak Ada Komunikasi, Rambu dan Petugas Diabaikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:56

Berusia 33 Tahun, Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Kota Mataram Masih Menjadi Persoalan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:43

Aksi Bersih Pantai Senggigi, DPC Demokrat Lombok Barat Dorong Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:22

Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Polresta Mataram Bantu Lansia Kursi Roda

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:34

TASPEN Mataram Turut Meriahkan Senam Bersama Pensioner Community dan PWRI Kota Mataram

Berita Terbaru